Minggu, 23 Januari 2011

SIMPATI

Aku sempat membaca sebuah puisi yg isinya begitu menyentuh,, entah siapa yang membuatnya aku juga lupa dimana aku menemukan puisi ini, tapi siapapun yang membuatnya semoga Allah selalu melindungi dan menyayanginya, amiinn..



Wahai Ukhty…

Karena aku mencintaimu, maka aku ingin menjagamu

Karena aku mencintaimu, aku tak ingin terlalu dekat denganmu

Karena aku mencintaimu, aku tak ingin menyakitimu



Karena cintaku padamu,

Tak akan kubiarkan cermin hatimu menjadi buram

Tak akan kubiarkan telaga jiwamu menjadi keruh

Tak akan kubiarkan perisai qolbumu menjadi retak, bahkan pecah



Karena cinta ini,

Ku tak ingin mengusik ketentraman batinmu,

Ku tak ingin mempesonamu,

Ku tak ingin membuatmu simpati dan kagum,

Atau pun menaruh harap padaku.



Maka biarlah…

Aku bersikap tegas padamu,

Biarlah aku seolah acuh tak memperhatikanmu,

Biarkan aku bersikap dingin,

Tidak mengapa kau tidak menyukai aku,

Bahkan membenciku sekali pun, tidak masalah bagiku….



Semua itu karena aku mencintaimu,

Demi keselamatanmu,

Demi kemuliaanmu..


subhanallah..
smga 'dia' yang udah Allah siapin bwat aku = kaya gitu..
amiinn..
dan smga hati ini juga slalu terjaga untuk-Nya dan 'nya-nya' yang lainnya (yang halal tentunya)
^^

untuk anak gadisku..

Masa anak2 cuma sebentar..
Rasanya baru beberapa waktu yang lalu mamah melahirkan kamu,mengajari kamu berjalan,mengenalkan kamu pada lingkungan..

baru kemarin mamah menggendongmu dengan nyanyian2 merdu,matamu mengejap2 bahagia,tertawa bermain bersama mamah..


Baru saja mamah antar kamu masuk sekolah Taman Kanak-kanak..
Kamu genggam erat tangan mamah.. sangat erat hingga mamah dapat merasakan kekhawatiranmu berada di lingkungan baru,punya teman2 baru,belajar bernyanyi dan menari..


Rasanya baru kemarin nak,
tak terasa sekarang kamu sudah menjadi seorang gadis dewasa,
mamah tak pernah membayangkan akan secepat ini waktu berlalu..


Pada saatnya nanti kamu akan bertemu seseorang yg kamu sayangi selain mamah dan papah, kamu akan lebih memilih menghabiskan waktumu dengan org yg kamu cintai nak..

Tidak apa-apa,kami orang tua cukup memahami kondisi ini karena kami juga dulu pernah muda.. tapi hanya satu pesan mamah nak..


Pandai-pandailah membawa diri,diluar sana banyak sekali orang-orang yg tidak kamu kenal dengan baik..


Anak ku sayang,atas nama cinta dan sayang seorang perempuan bisa melupakan dosa atas suatu perbuatan.. jangan nak.. ada Allah yg Maha melihat..


Kenikmatan itu hanya sekejap engkau rasakan,hanya sebentar..
tapi akibat yg kamu tanggung adalah untuk seumur hidupmu.


Anak gadisku sayang..

kita ini perempuan,harus bisa menjaga kesucian diri,jika kita biarkan orang lain merenggutnya,maka derita itu akan kita bawa seumur hidup kita..


Berfikirlah panjang sebelum berbuat nak,semua ini mamah sampaikan karena mamah tak ingin anak mamah menderita, mamah ingin engkau bahagia..


sehingga jika Allah memanggil mamah kelak..
mamah dapat meninggalkanmu dengan senyum kebahagiaan..
:((

Jumat, 21 Januari 2011

Berani menCINTAi - berani meNIKAHi..

Berani Mencintai, Berani Menikahi. Yo, siapa yang siap????


Sadar gak ya, selama ini mudah kita mencintai.. Namun kita tak berani untuk mengambil langkah pasti?

Berbeda dengan sepasang sandal yang hanya punya aspek kiri dan kanan, menikah merupakan persatuan dua manusia, pria dan wanita. Dari anatomi saja sudah tidak sebangun, apalagi urusan jiwa dan hatinya. Kecocokan, minat dan latar belakang keluarga bukan jaminan segalanya akan lancar.. Lalu apa?

Kalau kita berani mencintai, sejatinya kita sedang belajar untuk bertindak dewasa. Mengapa? Karena MENIKAH adalah proses pendewasaan. Dan untuk memasukinya diperlukan pelaku yang kuat dan berani. Berani menghadapi masalah yang akan terjadi dan punya kekuatan untuk menemukan jalan keluarnya.

Kedengarannya sih indah, tapi kenyataannya? Harus ada ‘Komunikasi dua arah’, ‘Ada kerelaan mendengar kritik’, ‘Ada keikhlasan meminta maaf’, ‘Ada ketulusan melupakan kesalahan,dan Keberanian untuk mengemukakan pendapat’.

Sekali lagi, apa sudah selesai sampai disini saja dalam hal cinta-mencintai? Salah.


Ketika memutuskan untuk siap mencintai, selanjutnya kita harus bersiap memasuki pintu gerbang cinta yang sebenarnya. Ya. gerbang itu bernama PERNIKAHAN. MENIKAH bukanlah upacara yang diramaikan gending cinta, bukan rancangan gaun pengantin ala cinderella, apalagi rangkaian mobil undangan yang memacetkan jalan.

MENIKAH adalah berani memutuskan untuk berlabuhnya cinta, ketika ribuan kapal pesiar yang gemerlap memanggil-manggil……

MENIKAH adalah proses penggabungan dua orang berkepala batu dalam satu ruangan dimana kan diuji sejauh mana pembuktian cinta mereka yang sebenarnya.

Karena MENIKAH adalah proses pengenalan diri sendiri maupun pasangan kita. Tanpa mengenali diri sendiri, bagaimana kita bisa memahami orang lain…?? Tanpa bisa memperhatikan diri sendiri, bagaimana kita bisa memperhatikan pasangan hidup…??

Karena MENIKAH sangat membutuhkan keberanian tingkat tinggi, toleransi sedalam samudra, serta jiwa besar untuk ‘Menerima’ apa yang ada dan apa adanya.

Siapa yang berani mencintai, maka harus bersiap untuk menikahi...


Bukankah dengan menikah, mereka akan disejajarkan Rasululloh SAW dengan mujahid fii sabilillah yang dijanjikan akan mendapat pertolongannya! Karena kata beliau, tiga golongan yang menjadi keharusan Alloh untuk membantu mereka adalah orang yang menikah untuk memelihara kesucian diri, budak yang hendak membayar kemerdekaan dirinya, dan orang-orang yang berperang di jalan Alloh. [HR Ahmad, Turmudzi, an-Nasa'i dan Ibnu Majah]


Tuh… Subhanallah khan? Nunggu apa lagi! Kalau udah siap lahir bathin, ikrarkan cinta dengan menikah saat ini! Jangan beraninya cuma bermain cinta sembunyi, diam-diam tapi gak punya nyali...
*Peace ^_^

[ini aku dapet dari message seorang kawan di FB]