Minggu, 11 November 2012

:(

Lagi-lagi seperti ini, seperti ini terus-terusan.. Gini lagi, gini terus.. Ya Allah, aku pasti kuat.. :( :( :( :( :(

Senin, 20 Agustus 2012

:-|

Pernah begitu mengharapkan suatu hari cepat datang.. Tapi ketika saatnya benar benar tiba, justru ingin ia cepat berlalu.. Astaghfirullah.. :(

Jumat, 08 Juli 2011

mamah..

Dalam derai air mata, dalam haru biru senandung cinta untukmu,
aku panjatkan sepenggal do'a atas menipisnya jarak antara jasad dengan kehidupan yang kekal itu..
Hari ini wanita terbaik dalam kehidupanku menambahkan 1 angka pada usianya..
itulah kau mamah..
semoga sisa umurmu selalu diberkahi..

Selalu bergetar diri ini, setiap kali mencoba mengingat-ingat BAKTI APA yang sudah aku usahakan untukmu, seseorang yang tlah begitu tulus melahirkan, mencintai, membesarkan hati, merawat raga dan menempa jiwaku..

50 tahun..
ketegaranmu dalam hidup adalah cerminan yang membuat kaki ini selalu mampu melangkah..


Mamah..
maafkanlah anakmu ini, karna sampai sekarang aku belum bisa membuatmu bangga..
belumlah bisa menjadi wanita sholehah seperti harapanmu..
maafkanlah aku karena terlalu banyak salah yang aku lakukan disetiap harinya..
maafkanlah karena ternyata menjaga sikap dan menjadi baik itu perlu perjuangan, dan sangat sulit..
aku selalu berharap TAK AKAN PERNAH menjadi pemberatmu ketika pertanggungjawaban di hadapan-Nya..

Mamah..
terimakasih tlah menjadi arsitek terbaik dalam hidupku,
yang tlah membangun tiang-tiang kekuatan untuk bekal perjalananku,
membangun dinding-dinding keikhlasan untuk mantapkan setiap langkahku,
melapisi atapnya dgn harapan tempat terindah disisi-Nya, agar aku tak pernah ragu berpijak,
dan terimakasih tlah kau suapkan manisan cinta dari piring-piring ketulusan,
yang menguatkanku dari pahitnya kehidupan . .

Mamah..
semoga Allah menerima senandung tasbih, takbir dan tahlilmu yang menggema di tiap malam,
semoga Allah mmberikan harga yang brlipat bagi tetesan keringatmu yg mengalir di tengah balutan terik matahari,
semoga Allah mencatat dan menggandakan balasan untuk setiap langkah-langkahmu meski dalam lelah dan sakit . .
dan semoga Allah tlah menyiapkan tempat terbaik bagimu di Syurga-Nya..

sekali lagi selamat ulang tahun mamah..
semoga usiamu slalu diberkahi-Nya..
aku yakin Allah akan senantiasa menjagamu saat terlelap maupun saat terjaga..
SETIAP SAAT..
^^



mamah sayang, aku menCINTAimu karena Allah..^^










^Ya Allah dekatkanlah ia pada syurga-Mu, sebagaimana ia selalu mendekatkanku pada-Mu^

Jumat, 03 Juni 2011

Calon Ibu Mertua..

Assalamu’alaikum Wr Wb..

Sebelum aku terus menggores kata dalam tulisan ini..
Ijinkanlah dengan segala kerendahan hatiku memperkenalkan diri terlebih dahulu
duhai calon IBU MERTUAKU..

Perkenalkanlah..
aku adalah wanita biasa dengan kepribadian yang teramat sangat biasa
dan akupun dari kalangan keluarga yang biasa saja…

Aku bukanlah Khadijah ra
istri tercinta Rasul, seorang wanita yang luar biasa dalam sejarah wanita islam dan wanita yang teramat mulia..
Aku bukanlah Aisyah ra
Seorang wanita yang utama dalam ketakwaannya..
Bukan pula Fatimah Az Zahra yang sangat utama dalam Ketabahannya..
Tidak pula seperti Zulaikha yang teramat sangat cantiknya..
Apalagi al Khansa yang sangat pandai mendidik mujahid – mujahid kecilnya..


Tapi..
Seperti yang sebelumnya aku utarakan, aku hanya wanita biasa ibu..
Dengan ketakwaan yang biasa..
Ketabahan yang tak seberapa..
Dan kecantikkankupun tak pantas di perhitungkan..

Namun ibu..
Aku adalah wanita akhir zaman
Yang punya cita – cita, menjadi wanita Sholehah…
Yang akan berusaha berbakti pada calon Suamiku..
dan juga padamu Calon Ibu mertuaku..
AKU BUKANLAH MUSUHMU yang hendak merebut perhatian dan kasih sayang anakmu..
Tapi aku akan menjadi rekanmu untuk memberikan kasih sayang pada anak tercintamu..
Dan kelak pada anak-anakku, calon cucu mu duhai ibu..

Engkau tak perlu khawatir ibu,…
Aku tak akan memonopoli perhatian anakmu,…
Tapi insya Allah aku akan menjadikannya lebih taat padamu..
Karena akan aku katakan padanya bahwa “engkau lah yang utama patut mendapat perhatiannya lalu aku”

Akupun tak akan marah jika engkau membantu mengatur rumah tangga kami..
Karena sebagai wanita yang baru menikah patutlah aku belajar darimu yang berlimbah pengalaman..
Dan engkau yang lebih tau keinginan anakmu..

Duhai, Calon ibu mertuaku..
Aku harap kita bisa menjadi rekan yang baik,
Karena pernikahan adalah membuka tabir rahasia antara aku dan anakmu…
Butuh banyak kesabaran untuk menghadapi banyaknya kejutan – kejutan dari perbedaan antara kami..

Aku berharap engkau dapat menjadi penasehat jika ku sedang dalam ke-alpaan…
Menjadi pendegar yang setia saat aku ingin berbagi….

Karena aku bukanlah siti hajar yang sabar dalam penderitaan….

Wassalamu’alaikum, Wr Wb..


Calon Menantumu..


Subhanallah, begitu indah suratnya..
akan ada kalanya, kelak , kita akan menjadi seorang istri, seorang menantu dan seorang ibu.. Insya Allah..
Dan kita akan memiliki orang tua yang baru..
Orang tua yang juga berhak mendapatkan kasih sayang dari kita..
Orang tua yang juga berhak kita jaga dan lindungi..
Orang tua yg juga wajib kita do’akan..
Otang tua yang akan membimbing kita dengan kesabaran ketika kita bersedih..
Orang tua yang akan kita rawat ketika ia terbaring sakit...
Orang tua yang akan kita bagi kebahagiaan ketika kita senang...
Orang tua yang juga akan kita cium tangannya dan selalu kita doakan di setiap shalat kita seperti orang tua kita sendiri...
Mungkin akan banyak hal yang terjadi nanti..
Proses pengenalan, saling mengasihi, saling membantu, hingga perbedaan pendapat..
Ketika seorang ibu, merasa cemas seorang anak laki - laki yang begitu disayanginya..
yang ia rawat sejak kecil dengan penuh perjuangan, peluh, canda, tawa dan kasih sayang...
Memohon izin untuk menyempurnakan separuh agamanya...
Yang mungkin kelak akan menghampiri istrinya untuk berbagi suka maupun duka, bukan lagi kepadanya..
Tentu perasaan takut kehilangan itu akan hadir dalam hatinya..
Tapi sebait kalimat yang ingin aku ucapkan untuk calon mertuaku kelak...

Jangan khawatir ibunda,ananda takkan pernah mengambilnya dari dekapanmu, bahkan ananda berharap bisa menjadi seorang anak yang dapat berbakti kepada ibunda kelak seperti kepada ibunda ananda sendiri, dan izinkanlah saat waktu itu tiba2, ananda dapat menjadi sahabat ibunda dalam membahagiakan laki - laki yang sama-sama kita cintai...

Jagalah Ia Ya Rabb..
Izinkanlah Hamba menjadi menantu yang shalehah dapat membuat Beliau Tersenyum kelak..

Kamis, 02 Juni 2011

renungan..

aku coba mengingat-ingat kembali beberapa kejadian akhir-akhir ini..
ada banyak sekali yang membekas..
aku terus menelusuri peristiwa demi peristiwa yang telah aku lewati..
terus menelisik dan dengan teliti coba memasuki masa-masa itu, coba merenungkan semuanya..
apa yang sebenarnya sampai membuat aku seperti ini..
terlalu banyak episode-episode bahagia yang aku lalui, terlalu banyak juga penggalan kegalauan yang menaungi hati..
aku terus dan terus mengusik gelombang jiwa yang melanda hati..

akhir-akhir ini harus aku akui imanku terkikis sedikit demi sedikit, serentetan ibadah yang aku lakukan juga sepertinya hanya rutinitas spiritual tanpa makna..
nurani ku sepertinya kurang peka untuk mengambil hikmah dari setiap kejadian, akibatnya serentetan kejadian itu hanya terlalui sia-sia..
bahkan aku seperti tidak mengenal diriku sendiri..
aku butuh semangat, aku butuh bimbingan, aku butuh kekuatan dan aku butuh penguat..

merenung, merenung, merenung..
setiap malam selalu berkutik dengan aktivitas itu, coba menemukan apa yang sebenarnya salah dari dalam diri ini..
perlahan aku mulai mencari mengapa aku begitu merasa hampa..
tidak semudah itu tapi untuk menemukan jawabannya, berlarut-larut aku menjalaninya..

HINGGA..
saat ini aku sadar, aku tau jawabannya,
aku menyadari semua ini setelah aku seperti terjatuh dari atas langit ketujuh, terhempas begitu saja, SAKIT rasanya..

dan JAWABANnya adalah karena AKU JAUH DARI-NYA..

ya kawan, sangat amat terasa katika hati jauh dari-Nya, yang ada hanyalah harapan-harapan kosong, yang ada hanya serentetan aktivitas tanpa makna dan tanpa berkah, yang ada hanya semua kepalsuan yg dibawa syaithan untuk membutakan mata dan hati kita..
sungguh aku sangat merasakan itu semua kemarin-kemarin..
hati terasa jauh dari ketentraman, gelisah, galau, bingung, bimbang..
ahhh amat terasa sia-sia sepertinya jika hidup ini dilanda rasa itu..

tapi saat ini, aku mencoba bangkit..
mencoba merangkak untuk kembali pada-Nya..
tuntun aku ya Rabb..
amiinn..


Kamis, 17 Maret 2011

air mata..

Selalu ada saat-saat dimana perasaan terasa sedemikian sesak..
Selalu ada masa ketika aku tak mampu untuk berpikir lagi tentang permasalahan dan ujian-ujian yang Allah berikan..
Selalu ada keadaan dimana aku merasa begitu futur, menderita dan membutuhkan seseorang untuk menguatkan..

Dan ketika saat-saat itu tiba, aku selalu berusaha untuk bisa menanggungnya sendiri..
Berusaha untuk menata kembali hati dan pikiran, aku bukan tipe orang yang bisa dengan mudah membagi cerita tentang keterpurukan-keterpurukan yang aku alami, biarlah aku sendiri yang mencoba menegakkan menara-menara kebahagiaan dan membuatnya menjulang lagi ke atas langit kehidupanku.. Karena ketika itu aku yakin aku miliki DIA yang slalu setia menemani, mendampingi dan membimbingku untuk menyusun keping-keping perasaan yang berserakan..
Tapi ketika aku tidak sanggup lagi melanjutkannya, bukan karena DIA berhenti membantuku, tapi DIA ingin aku tersadar bahwa DIA tlah memberiku banyak kekuatan yang DIA titipkan pada orang tua, keluarga, sahabat-sahabatku dan airmata.. DIA ingin aku berbagi, tapi sampai saat ini aku masih memilih mengambil kekuatannya yang terakhir..
melalui "AIR MATA"..
Ya.. betapa bersyukurnya aku karena Allah tlah menciptakannya dan menjadikannya bagian dari hidupku..
Aku bersyukur karena ia slalu ada disetiap rasaku, bukan hanya ketika aku terpuruk dalam kesedihan, juga ketika aku berada dalam rasa bahagia..
Ketika terpuruk ia hadir dan merembes dipipiku, menghanyutkan sakit dan lukaku, melarutkan marah dan kecewaku.. Dengan kehadirannya aku dapat menikmati setiap luka..
Ketika aku bahagia ia hadir untuk mengingatkanku agar tetap bersyukur atas semua anugerah yang diberikan-Nya itu.. Ia membersamaiku agar aku tak tenggelam dalam buncah kebahagiaan..

Semua itu membuat airmata menjadi hal yang sulit dipisahkan dari kehidupanku, bahkan mungkin juga dari kehidupan banyak orang..
Entah kenapa dari dulu selalu saja mendapat julukan 'cengeng' bahkan waktu aku SMA mendapat predikat 'Mentri Perairan', saking gampangnya untuk menangis.. Bahkan terkadang tak mengenal tempat, waktu dan kondisi..
Tapi aku tetap 'begitu sangat amat' (lebay) bersyukur karena Allah mengizinkan airmata slalu membersamaiku dalam setiap rasa..

Aku yakin bahwa sesungguhnya air mata itu adalah bekal untuk menginsafi segala kelalaian yang telah melanda diri kita, segala dosa-dosa yang telah mengkelamkan hati hingga sukar untuk menerima hidayah dari-Nya..

Jadi, aku tetap pada prinsip aku
"Keluarkanlah air mata dari persembunyiannya di balik kelopak mata.. Menetes, membasahi dan mencuci hati agar putih kembali dan semoga ia dapat meleburkan dosa-dosa yang mendatangkan ampunan dan cinta-Nya"

Aminn.. ^^

Rabu, 16 Maret 2011

bicara Cinta..

Bicara cinta..
Setiap orang pasti memiliki prinsip dan pandangan yang berbeda-beda tentang cinta..
memang tidak bisa diseragamkan, karena hal ini terkait dengan hak asasi manusia..
Yap, menurutku cinta adalah hak asasi manusia, makannya kalo ada undang-undang yang melarang manusia untuk saling jatuh cinta, tentulah itu merupakan undang-undang yang dzalim..
Dan selayaknya hak tentu ada kewajibannya..
Nah, seperti apa kewajiban mencintai itu??
Kewajibannya adalah menjaga dan menstabilkan supaya rasa itu ga berlebihan dan melebihi cinta pada Sang Pemberi Cinta..
Berlebihan disini kalo rasa itu udah ngebuat kita lupa dan jauh sama Allah..
Cinta yang membuat Pemberinya cemburu..
Padahal cinta itu kan fitrah manusia yang seharusnya menuntun manusia untuk lebih dekat dengan Allah..

Gimana caranya menstabilkannya??
Susah emang kalo udah menyangkut urusan hati..

Kalo aku pribadi, aku selalu inget kata-kata Ustadz Sallim A. Fillah di bukunya 'Agar Bidadari Cemburu Padamu'..

"Ketika seorang mukmin memaknai cintanya karena Allah, ia selalu dalam kebaikan. Ia memberi 2 arti pada kebersamaan sucinya dengan Allah. Ia merasakan penjagaan sekaligus pengawasan kekasihnya. Dengan penjagaan ia merasa aman dari segala kemudharatan, karena ia memiliki sebuah kalimat yang paling menenangkan ^Sesuatu yang haq takkan kemana, sesuatu yang luput takkan menimpa^"


gimana kata-katanya? Keren kaaann..
Dari kata-kata itu, intinya "Serahin semua sama DIA"..
Karena kita harus yakin, DIA akan memberikan yang jauh lebih baik dari apa yang sudah kita anggap baik..

Jadi, kita tidak perlu merasa tersiksa bila cinta itu tak terbalas, tak perlu gelisah bila ternyata dia yang kita cintai malah mencintai orang lain..
Atau merasa bahwa Allah itu ga sayang sama kita, ahhhh pikiran jadul banget kan itu..
padahal "Seberapapun indahnya mimpi-mimpi dan harapan kita, jauh lebih indah rencana dan ketentuan Allah untuk kita"..
Semua itu pasti akan indah pada waktunya..
Nah ini dia, manusia sering ga sabaran nunggu sampe waktu yang tepat itu datang,
padahal kalo kita bisa yakinin hati kita, semua itu adalah "KEPASTIAN CINTA yang masih TERTUNDA" pasti semuanya akan terasa baik-baik saja..
Kaya lagu Melly "Aku hanya ingin cinta yang halal, dimata dunia juga akhirat. Biar aku sepi, aku hampa, aku basi, Tuhan sayang aku"..
Itu yang penting 'Tuhan sayang aku', yang penting cinta Allah ga akan pernah luntur buat kita..

Menata, menjaga dan mempersiapkan hati untuk dipersembahkan kepada yang berhak tentunya lebih baik..
Daripada terus terkurung dalam lembah penderitaan karena cinta itu sendiri..
Semoga persiapan dan penjagaan itu menjadikan kita layak untuk bertemu pangeran dan bidadari yang Allah siapkan untuk kita..

*Untuk aku dan mereka yang sedang berteman dengan cinta..