Kamis, 17 Maret 2011

air mata..

Selalu ada saat-saat dimana perasaan terasa sedemikian sesak..
Selalu ada masa ketika aku tak mampu untuk berpikir lagi tentang permasalahan dan ujian-ujian yang Allah berikan..
Selalu ada keadaan dimana aku merasa begitu futur, menderita dan membutuhkan seseorang untuk menguatkan..

Dan ketika saat-saat itu tiba, aku selalu berusaha untuk bisa menanggungnya sendiri..
Berusaha untuk menata kembali hati dan pikiran, aku bukan tipe orang yang bisa dengan mudah membagi cerita tentang keterpurukan-keterpurukan yang aku alami, biarlah aku sendiri yang mencoba menegakkan menara-menara kebahagiaan dan membuatnya menjulang lagi ke atas langit kehidupanku.. Karena ketika itu aku yakin aku miliki DIA yang slalu setia menemani, mendampingi dan membimbingku untuk menyusun keping-keping perasaan yang berserakan..
Tapi ketika aku tidak sanggup lagi melanjutkannya, bukan karena DIA berhenti membantuku, tapi DIA ingin aku tersadar bahwa DIA tlah memberiku banyak kekuatan yang DIA titipkan pada orang tua, keluarga, sahabat-sahabatku dan airmata.. DIA ingin aku berbagi, tapi sampai saat ini aku masih memilih mengambil kekuatannya yang terakhir..
melalui "AIR MATA"..
Ya.. betapa bersyukurnya aku karena Allah tlah menciptakannya dan menjadikannya bagian dari hidupku..
Aku bersyukur karena ia slalu ada disetiap rasaku, bukan hanya ketika aku terpuruk dalam kesedihan, juga ketika aku berada dalam rasa bahagia..
Ketika terpuruk ia hadir dan merembes dipipiku, menghanyutkan sakit dan lukaku, melarutkan marah dan kecewaku.. Dengan kehadirannya aku dapat menikmati setiap luka..
Ketika aku bahagia ia hadir untuk mengingatkanku agar tetap bersyukur atas semua anugerah yang diberikan-Nya itu.. Ia membersamaiku agar aku tak tenggelam dalam buncah kebahagiaan..

Semua itu membuat airmata menjadi hal yang sulit dipisahkan dari kehidupanku, bahkan mungkin juga dari kehidupan banyak orang..
Entah kenapa dari dulu selalu saja mendapat julukan 'cengeng' bahkan waktu aku SMA mendapat predikat 'Mentri Perairan', saking gampangnya untuk menangis.. Bahkan terkadang tak mengenal tempat, waktu dan kondisi..
Tapi aku tetap 'begitu sangat amat' (lebay) bersyukur karena Allah mengizinkan airmata slalu membersamaiku dalam setiap rasa..

Aku yakin bahwa sesungguhnya air mata itu adalah bekal untuk menginsafi segala kelalaian yang telah melanda diri kita, segala dosa-dosa yang telah mengkelamkan hati hingga sukar untuk menerima hidayah dari-Nya..

Jadi, aku tetap pada prinsip aku
"Keluarkanlah air mata dari persembunyiannya di balik kelopak mata.. Menetes, membasahi dan mencuci hati agar putih kembali dan semoga ia dapat meleburkan dosa-dosa yang mendatangkan ampunan dan cinta-Nya"

Aminn.. ^^

0 komentar:

Poskan Komentar