Jumat, 03 September 2010

aku semakin CANTIK..

Cantik, yah cantik, aku merasa semakin cantik di setiap harinya..
Bukan cantik secara fisik memang, tapi aku merasa segalanya jadi lebih baik, dan membuatku merasa hatiku semakin cantik..

Sudah beberapa hari ini aku tidak membiarkan kata-kata menyakitkan masuk ke dalam hatiku,
sudah beberapa hari ini aku tak pernah membiarkan kerutan-kerutan memenuhi wajahku,
sudah beberapa hari ini aku berusaha menyunggingkan senyuman pada semua orang,
sudah beberapa hari ini aku berusaha untuk tetap menyimpan rasa dukaku di tempat terjauh di dalam hatiku,
sudah beberapa hari ini aku membiarkan kesedihan dan luka terbang jauh bersama angin,
sudah beberapa hari ini aku berusaha untuk banyak mengingat-Nya,
sudah beberapa hari ini aku berusaha untuk selalu mensyukuri karunia dan anugerah-Nya,
sungguh aku merasakan cantik sebagai balasannya..

sungguh aku semakin cantik, lebih cantik dari kemarin, kemarinnya lagi, dan kemarin-kemarinnya lagi, lihatlah dahiku tidak lagi berkerut-kerut oleh pikiran dan kepedihan, lihatlah bibirku tidak lagi dipenuhi oleh kemarahan, kejengkelan atau kata-kata tak bermakna (insya Allah), lihatlah wajahku tidak lagi terlihat penuh beban dan keBTan, lihatlah tubuhku tak lagi lesu karena keputusasaan dan kehilangan harapan..

sungguh aku merasa semakin cantik, lihatlah mataku yang berbinar-binar oleh kegembiraan, lihatlah bibirku yang merekah oleh senyum ketulusan, lihatlah pipiku merona merah oleh semangat pengharapan, urat-urat wajahku santai memancarkan aura kepasrahan, lihatlah wajahku yang bersinar oleh cahaya cinta-NYA..

ALHAMDULILLAH, segala puji hanya milik-MU Ya Rabb, terima kasih telah menjadikanku semakin cantik di setiap harinya..

Lalu bagaimana denganmu?
Jangan lupa ingatkan aku jika kau melihatku lebih jelek esok hari..
:)



memang tak mungkin secantik foto itu, heheheee

do'a..















Ya Allah..
sesungguhnya aku lemah tanpa petunjuk-MU..
aku buta tanpa bimbingan-MU..
aku cacat tanpa hidayah-MU..
aku hina tanpa rahmat-MU..
kuatkanlah hati dan semangatku..
tabahkan aku menghadapi segala dugaan yang datangnya dari-MU..
Amin Ya Allah
Amin Ya Rahman
Amin Ya Rohim
Amin Ya KArim
Amin Yaa Rabbal 'Alamin

Selasa, 31 Agustus 2010

JIKA INI RAMADHAN TERAKHIR-ku

Jika aku tahu ini Ramadhan terakhirku, tentu siangnya aku sibuk berzikir, tentu aku tak akan jemu melagukan syair rindu mendayu, merayu kepada ALLAH Tuhan yang satu..

Jika aku tahu ini Ramadhan terakhirku, tentu akan aku kerjakan shalat di awal waktu, khusyuk lagi tawadhu, tubuh dan qalbu bersatu memperhamba diri menghadap Rabbul Jalil. Menangisi kecurangan pada janjiku “innasolati wanusuki wamahyaya wamamati lillahirabbil ‘alamin” [sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku, dan matiku kuserahkan hanya kepada ALLAH Tuhan seru sekalian alam]..

Jika aku tahu ini Ramadhan terakhirku, tidak akan aku sia-siakan waktu walau sesaat, tak akan dibiarkan begitu saja waktu yang berlalu setiap masa, di setiap kesempatan juga masa yang terluang. Alunan Al-Quran akan kudendangkan, akan aku syairkan dengan indah hanya untuk-Mu..

Jika aku tahu ini Ramadhan terakhirku, tentu malam akan aku sibukkan dengan bertarawih, berqiyamullail, bertahajjud, mengadu, merintih, meminta belas kasih “sesungguhnya aku tidak layak untuk ke syurga-MU, tapi aku juga tidak sanggup untuk ke neraka-MU ya ALLAH”..

Jika aku tahu ini Ramadhan terakhirku, tentu akan aku buru, aku cari suatu malam idaman yang lebih baik dari seribu bulan, tentu aku akan menyediakan batin dan zahir mempersiap diri, rohani dan jasmani menanti-nanti jemputan Izrail di kiri dan kanan lorong-lorong penuh ridho ALLAH Ar-Rahman..

Duhai ILAHI, jika ini Ramadhan terakhir untukku, jadikanlah ia Ramadhan paling berarti, paling berseri menerangi kegelapan hatiku, menyeru ke jalan menuju ridho serta kasih sayang-Mu Ya ILAHI, yang akan mewarnai kehidupanku di sana nanti..


Minggu, 29 Agustus 2010

Yang Datang untuk Pulang..

Siapa yang bisa memaksa Tuhan atau mendikte-NYA dalam merumuskan keputusan dan alur hidup hamba-NYA? Tiada seorangpun, bahkan juga Rasulullah Muhammad. DIA Maha Berkehendak dan Mahapandai menyusun skenario hidup hamba-NYA. Lahirnya, rizkinya, jodohnya juga matinya..

Siapa juga yang bisa mengelak dari skenario hidup yang telah ditetapkan-NYA untuk hamba-NYA? Jeritan tangis yang menyayat dengan derai-derai air mata yang tak terbendung, kata-kata yang mendetak yang begitu mengharukan, juga rangkaian do’a-do’a yang panjang tak mampu juga menggeser skenario itu. Seperti do’a dan air mata Rasulullah saw. tak mampu juga menggeser jalan hidup paman tercintanya Abu Thalib yang tetap berada pada jalan kekafiran.

Lalu, adakah sikap yang lebih baik daripada pasrah dan berserah diri dengan semua keputusan itu? Adakah sikap yang lebih bijaksana daripada ridha dan rela dengan keputusan-keputusan Tuhan untuk hamba-NYA, sepahit apapun keputusan itu? Yah memang itu sikap yang terbaik, tapi memang, manusia harus MENYUSUN TENAGA dan KEKUATAN HEBAT untuk menghadapinya, karena itu bukanlah hal mudah. Tapi, itulah salah satu nilai yang akan diberikan Allah sebagai balasan dari kepayahan dan kerja keras hamba-NYA mempersiapkan diri dengan keikhlasan itu.

Siang itu, 26 Agustus 2010 datang sebuah kabar dari keluarga seseorang yang telah bertahun-tahun mengabdikan dirinya sengan setia pada keluargaku, seseorang yang berjasa besar dalam perjalanan pendidikanku, beliau mendapat musibah dengan kehilangan putri tercintanya. Sungguh kabar itu menjadi halilintar yang menggetarkan gendang telingaku juga keluargaku. Bagaimana tidak anak mungil itu sudah seperti keponakanku sendiri. Dan baru 2 minggu yang lalu ia pergi bersama keluargaku. Tiada terbayang di benakku, anak mungil itu terbaring di tengah-tengah rumah, dikelilingi semua keluarga dengan isak tangis yang tak bisa tertahankan. Tiada terbayang dibenakku bagaimana kondisi ibunya, seseorang yang telah mengandung dan berjuang dalam proses kelahirannya. Sang Bunda tiada lagi bisa merasakan pelukan hangat sang buah hati, bermain-main dan mencurahkan segala kasih sayangnya. Masa-masa itu terbayang begitu berat. Sungguh ingin sekali aku terbang dan pergi melihatnya untuk yang terakhir kalinya. Tapi sayang Bandung-Yogyakarta memang terpisah dengan jarak yang jauh. Ingat sekali saat dulu menyaksikan kepolosan dengan senyum lepasnya. Tapi sungguh, aku yakin bahwa Allah adalah sebaik-baik tempat kembali, dan disana anak mungil itu akan merasakan dengan nyata kasih sayang-NYA.

Banyak linangan air mata melepas kepergiannya, juga do’a-do’a yang terlantun dari hati untuk mengantarkannya menghadap Illahi. Perjalanannya di dunia tak begitu panjang. Dan sekarang ia akan sampai pada sisi Allah dengan selamat. Amin.

Dan semoga anak mungil itu bisa menjadi penolong orang tuanya di hari kiamat nanti.
Menurut Hadits Qudsi:
Allah SWT berfirman pada hari kiamat kepada anak-anak (yakni yang meninggal dunia selagi kanak-kanak atau keguguran):
"Masuklah kalian ke dalam surga!"
Anak-anak itu berkata: "Ya Rabbi (kami menunggu) hingga ayah ibu kami masuk."
Lalu mereka mendekati pintu syurga! tapi tidak mau masuk ke dalamnya.
Allah berfirman lagi: "Mengapa, Aku lihat mereka enggan masuk? Masuklah kalian kedalam surga!"
Mereka menjawab: "Tetapi (bagaimana) orang tua kami?"
Allah pun berfirman: "Masuklah kalian ke dalam syurga bersama orang tua kalian."
(Hadits Qudsi Riwayat Ahmad dari Syurahbil bin Syua�ah yang bersumber dari sahabat Nabi SAW)


Selamat jalan adik kecilku “Medina Salsabila Triatmoko”. Insya Allah engkau akan putih suci dan akan tetap semerbak sampai terminal akhirmu. Menghadap Allah dan memenuhi panggilan-NYA. Sebening cinta dan setulus do’a akan tetap tersemat dibatin kami terutama orang tuamu, meski engkau datang di tengah-tengah kami untuk pulang menghadap Illahi.

[Catatan seorang Ukhti..]

Jumat, 27 Agustus 2010

Apa kabar HATI-ku,??

Rabb..
Ketika hati ini mulai rubuh,
Engkaulah yang menjadi sandarannya.
Ketika hati ini mulai rapuh,
Engkaulah yang menjadi penyangganya.
Ketika hati ini mulai runtuh,
Engkaulah yang menjadi penopangnya.
Ketika hati ini mulai jenuh,
Engkau pula yang menjadi pelipurnya.

Indahnya jika hati ini selalu merasa diawasi oleh-Mu. Setiap masa ia
terjaga dari perilaku dosa. Setiap saat ia malu untuk berbuat maksiat.
Setiap waktu ia khawatir jika Pemiliknya cemburu. Ia juga takut jika
Pemiliknya marah dan meminta pertanggungjwabannya kelak.

“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya” (Al-Isra’[17]:36)

“Wahai hatiku,
siapa saja yang menghuni setiap bilikmu?
Nama siapa saja yang terukir di dinding-dindingmu?
Benarkah hanya ada Dia?
Atau sesak dengan nama-nama lain sehingga tak ada lagi ruang untuk-Nya? Rabb yang menggenggammu… “

“Wahai hatiku,
bagaimana suasana di dalammu?
Apakah ruang-ruangmu selalu terjaga kebersihannya?
Nyamankah ia?
Tenteramkah ia?
Sejukkah ia?
Atau barangkali, ia malah kotor, berdebu, kusam, gerah, sumpek, dan gelap?
Ah, kalau begitu siapa yang betah tinggal di situ?!”

“Wahai hati,
bagaimana keadaanmu?
Baik-baik sajakah? Sehatkah?
Atau jangan-jangan kau sedang sakit?
Segeralah berobat!
Jangan sampai penyakit itu menggerogoti dirimu yang semakin tak berdaya.
Virus-virus apa saja yang telah menjangkitimu?
Iri, dengki, hasud, sombong, riya’?
atau mungkin kau sedang terbuai dan terlena dengan sesuatu bernama cinta?
Cinta yang tidak pada tempatnya.
Cinta yang semakin menjauhkanmu dari-Nya, Pemilikmu!”
"dikutip dari message seorang teman"

Rasulullah SAW bersabda, “Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal daging. Yang mana bila ia baik maka baiklah seluruh badannya, dan bila buruk maka buruklah semuanya. Segumpal daging itu adalah hati.”

hati adalah amanah yang harus dijaga kesuciannya..
dan itu bukan hal yang mudah, di tengah-tengan janji iblis yang akan terus menyeret manusia dalam kesesatan..
tapi itulah yang justru akan menjadikan setiap perjuangannya terasa lebih bermakna, menjadikan kita semakin merasakan kebersamaan-NYA dalam setiap langkah hati kita..

Ya Rabb, hamba menyadari bahwa perjuangan itu tidaklah semudah menetapkan niat dalam hati..
tapi kebersamaan-MU selalu terasa dalam setiap aliran darah dan hembusan nafas ini..
bimbing hati ini untuk terus ada di cinta-MU ya Rabb..
karna mencintai-MU adalah anugerah maha indah dan dicintai-MU adalah keajaiban yang sempurna..
kumohon Ya Rabb rasa ini takkan pergi, karena aku terlanjur mengisi hatiku dengan mencintai-MU..

Rabu, 25 Agustus 2010

Surat CINTA untuk Sang Maha Pencinta

Ya Robbi..
izinkan aku mengungkapkan isi hatiku, menyimbahkan air mata penyesalan..
Izinkan aku melangkahkan kakiku menuju keridhoan-Mu, mengalunkan lagu kerinduan akan ampunan-Mu,
menorehkan tinta diatas kertas putih untuk mengharap cinta-Mu, cinta yang tak akan pupus ditelan masa,
tak akan lekang karena panas, tak akan luntur karena hujan. Cinta yang melahirkan sejuta asa, cinta yang membuat jiwa ini tenang, hati menjadi sejuk, lisan berucap kata indah penuh makna, bibir memperlihatkan senyum keikhlasan, tangan berayun dan berbuah kedermawanan..

Ya Robbi..
24 jam diriku menjalani aktivitas hidup yang sarat dengan godaan, cobaan dan tantangan
24 jam terasa hidup ini penuh dengan kesibukan yang berbau kemunafikan
24 jam hidup ini terasa hampa dari sentuhan lembut kejujuran
24 jam hidup ini gersang dari keteduhan pohon iman
24 jam pikiran berada ditengah persaingan dengan wajah-wajah garang tak bersahabat
24 jam hati ini dibawah cinta semu dan sesaat
24 jam serasa berada dalam penjara materialisme.

Ya Robbi..
kusadari kini, waktu telah mengajarkan kepadaku, dalam 24 jam begitu deras mengalir cinta-Mu kepada ku laksana air jernih dari hulu yang tidak akan pernah habis. Mulai pagi hari yang cerah hingga kegelapan malam menjemputku dan mengantarkan aku dipembaringan sesaat.
Kini kusadari betapa sayangnya Engkau kepadaku, melindungiku dengan sifat Al-Muhyii-Mu, mengasihiku dengan sifat Rahman-Mu, menyelimutiku dengan rahmat-Mu, tersenyum walau segala tingkah lakuku yang terkadang menyebalkan, menyapa lembut meski segala keangkuhanku yang tidak tau diri.

Menghiburku meski aku terus bersedih entah apa yang hilang dariku, bingung dengan apa yang ada dalam pikiranku, tidak bergairah walau tenaga masih dikandung badan. Capek rasanya diri ini setelah sekian lama berada dalam kegelisahan yang entah samapi kapan kan berakhir. Kini kucoba untuk meniti waktuku yang selama 24 jam aku lalui sebagaimana dalam 24 jam cinta-Mu tak pernah putus untukku.

Saat aku bangun dari tidurku di ambang pajar, terbayang olehku kesibukan hari itu dengan segala persoalannya, aku lupa padahal engkau telah menyapaku dengan lantunan merdu adzan subuh yang sesungguhnya kudengar dari segala penjuru menara masjid. Saat menjelang terbit sang surya, aku selalu sibuk dengan segala peralatan kuliahku, bahkan sesekali kesal plus ngomel karena salah satunya ada yang hilang, aku tidak sadar kalau pagi yang cerah itu dan dengan cinta-Mu, engkau telah isi diri ini dengan kekuatan tenaga yang siap untuk bergerak.

Ditengah perjalanan, saat kendaraan merduyun-duyun menjemput rizki-Mu, aku juga kesal dengan kemacetan yang menjadi pemandangan pagi yang menyesakkan nafas, aku lupa akan kesempatan yang engkau berikan kepadaku untuk sesaat menyebut nama-Mu, karena dengan cinta-Mu, Engkau selalu beri kesempatan untuk sejenak diam dan menyebut asma-Mu.

Sesampai ditempat tujuan, aku sibuk dengan segala persiapan memulai kuliah, yang mestinya ada kata alhamdulillah yang keluar dari lisanku setelah perjalanan yang telah engkau lindungi hingga aku selamat sampai ditemat tujuan, lagi-lagi aku lupa akan cinta-Mu.

Disaat menjelang istirahat siang, ada waktu sedikit yang aku miliki, tapi aku sibuk dengan HP, internet dan menerawang kedunia maya sambil asik tertawa, pikiranpun mulai membayangkan menu apa untuk makan siang in, dimana makannya, dengan siapa dan akan membahas topik apa. Padahal istirahat siang adalah kesempatan yang engkau berikan untuk men-charge kembali staminaku dengan sejenak menghadap-Mu, karena cinta-Mu, engkau salurkan energi baru setelah setengah hari keletihan, tapi waktupun habis untuk makan siang. dan sesaat untuk melaksanakan shalat.

Terasa jenuh dan sesaat berhenti, segera tanganku bergerak untuk membeli cemilan dan minuman agar tidak ngantuk. Aku lupa kalau al-quran yang ada disampingku siap menemaniku sepanjang hari agar aku tidak ngantuk, agar selalu ada tambahan poin pahala disela-sela kejenuhanku.

Kini aku bersiap-siap untuk pulang setelah seharian sibuk di kampus, terbayang dipikiranku saat pulang langsung istirahat. Aku lupa bersyukur kepada-Mu yang dengan cinta-Mu telah menghantarkanku bisa menjalani hidup satu hari dengan karya pikiran, tenaga dan waktu serta kesehatan yang telah Engkau karuniakan kepadaku.

Saat magrib tiba, pikiranku juga fokus pada frame time acara di televisi dengan segudang tayangan menarik, remote controlpun masih lengket ditelapak tangan seakan tidak mau lepas, padahal waktu kecil dulu, saat magrib aku selalu diajari untuk akrab dengan al-quran hingga datang waktu isya.

Malam mulai menyapa dan mata terasa lelah dan jenuh, terbayang empuknya kasur dan nyamannya ruangan ber-ac. Akupun membaringkan jasad lunglai ini diatas kasur dan lupa kalau Engkau telah memberikan segalanya untukku hari ini. Aku lupa bahwa engkau begitu cinta kepadaku hingga begitu besar perhatian-Mu kepadaku dan menginginkan aku sukses hari ini, sukses dunia kini telah ku raih, tapi bagaimana dengan akhiratku?

Dikeheningan malam, semua pikiran aku kumpulkan, semua yang aku miliki aku hitung, harta, keluarga, temani adalah buah cinta-Mu kepadaku, begitu tulus cinta-Mu hingga semua yang aku inginkan Engkau penuhi. Cinta yang terungkap lewat perhatian dan kenikmatan yang tak terhingga telah engkau buktikan, apa lagi yang kurang dari-Mu, tidak ada, tidak satupun yang kurang. Yang kurang adalah diri ini dengan segala kealpaan, sikap acuh dan terkadang angkuh, prilaku cuek dan tidak peduli, merasa cukup dan tidak tau balas budi, merasa terhormat dan kurang menghormati, seakan diri ini kekal dan abadi, lupa akan akhir dari kehidupan yang nisbi, lalai akan sang Pencipta yang maha sempurna ciptaan-Nya, maha mencintai yang tidak pernah pilih kasih, lupa akan kalau ending dari kehidupan adalah ajal yang terus mengintai setiap second, detik, setiap menit setiap jam dan seterusnya.

Ya Robbi..
yang maha mencintai, ampuni diri ini dengan segala kepongahan dan kedunguan, ampuni diri ini yang telah jauh dari cinta-Mu, kini telah tersadarkan akan segala kelembutan cinta-Mu, tak ada yang kuharap selain mengalirnya cinta-Mu kepadaku hingga aku bisa mencinta-Mu dengan segala yang aku mliki, harta, jabatan, kecerdasan, waktu, pikiran, keluargai dan masih banyak dari nikmat-Mu yang belum aku sadari. Aku ingin menjadi hamba yang bisa mencintai sebagimana yang telah engkau ajarkan kepada ku, aku ingin belajar menumbuhkan cinta dalam jiwaku yang telah diselimuti oleh cinta-Mu.
Terimalah cintaku yang akan aku buktikan dengan sujud tulus dan ruku ikhlas, airmata kerinduan akan ampunan-Mu, tangan yang menengadah penuh harap dan asa, terimalah surat cintaku lewat alunan ayat-ayat-Mu yang penuh makna, bimbinglah aku untuk selalu mengikuti prilaku rosul-Mu, semua aku lakukan sebagai pengabdian dari sisa waktuku yang entah tersisa berapa lama lagi.

Aku tidak ingin meninggalkan hidup ini tanpa cinta-Mu, tanpa ampunan-Mu, tanpa kasih sayang-Mu.
Sebagaimana firman-Mu ” Katakanlah: "jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik (QS. Attaubah : 24)

KATA HIKMAH Hari ini adalah salah satu milik Allah. Akankah milikNya ini akan kita kotori dengan perbuatan buruk ? pantaskah kita meminjamnya dengan salah ? (Kholid Bin Walid)





*diambil dari blog seseorang, tp lupa lagi..
semoga beliau yang menulis ini slalu ada dalam cinta-Nya, amiinn..
^^

Selasa, 24 Agustus 2010

Ketika Iblis Bertemu Rasullulah SAW

(Dari Muadz bin jabbal dari Ibn Abbas)
Ketika kami sedang bersama Rosululloh saw, di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba2 terdengar panggilan seseorang dari luar rumah : " Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk?" sebab kalian akan membutuhkanku.."

Rosulullah bersabda "Tahukah kalian,siapa yg memanggil?"
Kami menjawab "Hanya Allah dan RosulNYA yg lebih tahu".
Beliau melanjutkan "Itu Iblis laknat Allah bersamanya".
Umar bin Khattab berkata "Izinkan aku membunuhnya wahai Rosululloh".
Nabi menahannya "sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga akhir hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan oleh Allah untuk ini, pahamilah apa yg hendak ia katakan dan dengarkan baik-baik."

Ibnu Abbas RA berkata "pintu lalu terbuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi. bibirnya seperti bibir sapi."

IBLIS berkata "salam untukmu Muhammad,salam untuk hadirin semua."
Rosul saw menjawab "Salam hanya milik Allah SWT. Sebagai makhluk terlaknat, apa keperluanmu?”
Iblis menjawab "Wahai Muhammad, aku datang ke siini bukan atas kemauanku, namun krn terpaksa!"
Rasul Bertanya “Siapa yg memaksamu?”

Jawab IBLIS "Seorang malaikat dari utusan Allah telah mendatangiku dan berkata Allah SWT memerintahkanmu utk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri. Beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggida manusia. Jawablah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaranKU, andai kau berdusta sekali saja, maka AKU akan jadikan dirimu debu yg tertiup angin."

“Oleh krn itu aku terpaksa mendatangimu. Tanyalah apa yg hendak kau tanya, jika aku berdusta aku akan di caci setiap musuhku. Tidak ada sesuatupun yg paling besar menimpaku kecuali daripada cacian musuh".


1. ORANG YG DI BENCI IBLIS
Kemudian Rosululloh bertanya kpd IBLIS "Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yg paling kau benci?”
Iblis menjawab" Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah makhluk Allah yg paling ku benci..!"
“Siapa selanjutnya?" “Pemuda yg bertaqwa yg memberikan dirinya mengabdi kpd Allah SWT
“Lalu siapa lagi?" “Orang Alim dan WARA' ( loyal terhadap agama)
“Lalu siapa lagi?” “Orang yg selalu bersuci (wudhu).”
“Siapa lagi?" “Orang fakir yg sabar dan tak pernah mengeluh kesulitannya kpd orang lain".

“Apa tanda kesabarannya?" “Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kpd orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang2 sabar".

“Selanjutnya apa?" “Orang kaya yg bersyukur..
"Apa tanda kesyukurannya..?" “Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya dan mengeluarkannya juga pada tempatnya."

“Orang spt apa ABU BAKAR menurutmu?" Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah,apalagi dlm Islam."
“UMAR BIN KHATTAB ?" “Demi Allah, setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur"
“USMAN BIN AFFAN ?” “Aku malu kpd org yg malaikat pun malu kpdnya".
“ALI BIN ABI THALLIB ?” “Aku berharap kpdnya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan akupun melepaskannya. Tetapi ia tak akan mau melakukan itu".
(Ali bin Abi Thallib selalu berdzikir terhadap Allah SWT) Amalan yg dpt menyakiti IBLIS.

"Apa yg kau rasakan jika melihat seorang umatku yg hendak shalat?" “Aku merasa panas dingin dan gemetar..!"

“Kenapa?" “Sebab setiap hamba bersujud 1x kpd Allah, Allah akan mengangkatnya 1 derajat.
"Jika umatku berpuasa?" “Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka"
"Jika ia berhaji?" “Aku seperti orang gila dan Jika ia membaca Alqur'an? Aku merasa meleleh laksana timah diatas api..!"
"Jika ia bersedekah?" Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dgn gergaji!"

“Mengapa bisa begitu?” “Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. Yaitu keberkahan dlm hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antar dirinya dan api neraka dan sgala macam musibah akan terhalau dari dirinya."

"Apa yg dpt mematahkan pinggangmu?" Suara kuda perang di jalan Allah SWT.
"Apa yg dpt melelehkan tubuhmu?" Taubat orang yg bertaubat".
"Apa yg dapat membakar hatimu?" Istighfar di waktu siang dan malam".
"Apa yg dpt mencoreng wajahmu?"Sedekah yang diam-diam".
"Apa yg dpt menusuk matamu?" Shalat fajar".
"Apa yg dpt memukul kepalamu?" Shalat berjama'ah".
"Apa yg paling mengganggumu?" Majelis para Ulama".
"Bagaimana cara makanmu?" Dengan tangan kiri dan jariku".
"Dimanakah kau naugi anak2mu di musim panas?" Dibawah kuku manusia."Manusia yg menjadi teman Iblis"

Nabi lalu bertanya :
"Siapa temanmu wahai Ibis?" Pemakan Riba"
"Siapa sahabatmu?" Pezina
"Siapa Teman tidurmu?" Pemabuk
"Siapa tamumu?" Pencuri
"Siapa utusanmu?" Tukang sihir"
"Apa yg membuatmu gembira?" Bersumpah dengan cerai".
"Siapa kekasihmu?" Orang yg meninggalkan shalat jum'at"
"Siapa manusia yg paling membahagiakanmu?" Orang yg meninggalkan shalatnya dgn sengaja.
(IBLIS tidak berdaya di hadapan orang yg ikhlas..!)

Rosul SAW lalu bersabda" Segala puji bagi Allah yg membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu"
Iblis segera menimpali :"Tidak, tidak..tidak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir!"
Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tdk bisa melihatku?"

Demi yg menciptakan diriku dan memberikanku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua!
Baik yg bodoh maupun yg pintar.Yg bisa membaca maupun yg tidak bisa membaca..yang durjana maupun yg sholeh..kecuali hamba Allah yg ikhlas..!"

Nabi menyahut :"siapa orang yg ikhlas menurutmu?"
"Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bhw barang siapa yg menyukai emas dan perak dgn nafsu(loba) maka ia bukan orang yg ikhlas. Jika kau lihat seseorang yg tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjungan, aku bisa pastikan bhw ia seorang yg ikhlas..maka aku meninggalkannya!
Selama seorang hamba masih menyukai harta, sanjungan, dan hatinya selalu terikat dgn kesenangan dunia yg berlebih2han, maka ia pasti sangat patuh kepadaku!"


2.IBLIS DIBANTU 70.000 ANAK-ANAKNYA.
Tahukah kau Muhammad, bahwa aku memiliki 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaithan.Sebagian ada yg aku tugaskan utk mengganggu ulama, sebagian kpd anak-anak muda, sebagian kpd wanita-wanita tua, sebagian juga aku tugaskan menggnggu kpd para ZAHID.

Aku punya anak yg suka mengencingi telinga manusia hingga ia tidur pulas pada shalat berjamaah, tanpanya manusia tdk akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah.

Aku punya anak yg senang berada di lidah manusia, hingga jika dia berbuat kebajikan, dia akan beberkan kpd manusia, hingga 99% pahalanya akan terhapus.

Pd setiap seorang wanita yg berjalan, anak2ku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandangnya..

Syaithan juga berkata: " keluarkan tanganmu" lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghias kukunya, mereka anak-anakku selalu menyusup dan berubah dari kondisi satu ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu lainnya utk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.

Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.

Tahukah kamu Muhammad? bahwa ada Rahib(pd zaman MUSA.as) yg telah beribadat kpd Allah selama 70 tahun. Setiap orang yg sakit datang kpdnya dan minta di doakan maka langsung sembuh seketika!
Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur!"

3. CARA IBLIS MENGGODA
Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?" Akulah makhluk pertama yg berdusta. Pendusta adalah sahabatku, barang siapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.
Tahukah kau Muhammad?" Aku bersumpah kpd Adam dan Hawa dgn nama Allah bhw aku benar2 menasehatinya. Sumpah dusta adalah kegemaranku.

Ghibah(gosip) dan Namimah(adu domba) kesenanganku..! Kesaksian palsu kegembiraanku!
"Orang yg bersumpah utk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun itu benar..!

Sebab barang siapa membiasakan dgn kata2 cerai, istrinya menjadi haram baginya.
Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. Jadi semua anak2 zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat : CERAI "


Wahai Muhammad, umatmu ada yg suka mengulur2 waktu shalat. Setiap ia hendak berdiri utk shalat, aku bisikkan kpdnya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia menundanya hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu di pukulkannya ke mukanya(spt kain lap yg kotor)
Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namu aku bisikkan ke telinganya 'Lihat kiri dan kananmu" ia pun menoleh. Pada saat itu kuusap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan 'shalatmu tidak sah'...

Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yg banyak menoleh alam shalat akan dipukul. Jika ia shalat sendirian, aku suruh ia utk bergegas. Ia pun shalat spt ayam yg mematuk beras.

Jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dgn tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam atau meletakkannya sebelum imam.
Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai.


Jika ia berhasil mengalahkanku, maka aku kan tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika menguap, syaithan akan masuk ke dalam dirinya dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia.
Dan iapun semakin taat kepadaku.

Kebahagiaan apa untukmu, sedang aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. aku katakan padanya "kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yg berkecukupan dan sehat. Orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat..

Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan..!"

Wahai Muhammad! Jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu..!
Wahai Muhammad! Apa kau akan bergembira dgn umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari Islam?


sumber : kaskus.us

Kamis, 29 Juli 2010

Ini Kisah Nyata:(Wajib Dibaca dan Mohon Berhati-hati)..

Seorang pria menghampiri seorang wanita yg sdg mengisi bensin dan menawarkan jasanya sebagai pengecat serta memberikan kartu namanya.
Wanita itu menolaknya namun menerima kartu nama tersebut karena sopan santun.
Pria tersebut kemudian masuk ke sebuah mobil yang dikemudikan pria lain.
Pada saat wanita itu meninggalkan Pompa Bensin, dia melihat bahwa pria tersebut juga meninggalkan pompa bensin tersebut pada saat yang bersamaan.

Hampir seketika, wanita tersebut merasa pusing dan kesulitan untuk bernapas. Dia mencoba untuk membuka jendela mobil dan kemudian menyadari bahwa bau tersebut berasal dari tangannya. Tangan yang sama dengan tangan yang ia gunakan pada saat menerima kartu nama dari pria di Pom Bensin tersebut.
Wanita tersebut menyadari bahwa pria di pom bensin tersebut berada tepat dibelakang mobilnya dan ia merasa harus melakukan sesuatu pada saat itu juga. Wanita itu kemudian menepi ke jalan masuk rumah yang pertama ia temui dan memencet klakson mobilnya berulang-ulang untuk meminta tolong.
Laki-laki yang membuntuti wanita tersebut kemudian melarikan diri tapi wanita tersebut masih merasa sangat pusing setelah beberapa menit sampai akhirnya dia dapat bernapas dengan normal.
Sepertinya ada sesuatu yang terdapat pada kartu nama tersebut yang dapat menyakitinya.
Obat ini disebut dengan "Burun Danga" dan ini digunakan oleh orang yang ingin melumpuhkan korbannya untuk mencuri dari korban tersebut atau memanfaatkannya. Obat ini empat kali lipat lebih ampuh dari date rape drug (sorry ga ketemu terjemahan yang pas) dan dapat ditransfer kepada korban dengan sebuah kartu yang sederhana.

*Jadi harap untuk memperhatikan hal ini dan jangan menerima kartu pada saat anda sendiri atau di jalanan.
Ini juga berlaku untuk orang yang tak dikenal yang datang ke rumah anda dan memberikan kartu nama pada saat menawarkan jasa mereka.

Senin, 26 Juli 2010

Ketika Cinta Bertasbih..^^

Ketika Cinta Bertasbih..

kaya judul novel yah,?? ato judul film,??
yap semuanya bener..

eumm.. setaun yang lalu nonton film itu di bioskop sama sahabat-sahabat tercinta..
dan pas pulang ketemu sama Ibu Guru kami tercinta yang ternyata juga lagi nonton film yang sama sekeluarga,,
ternyata film nya disukain sama semua kalangan, dari anak kecil sampe yang udah umurnya gede.. hehehee dari laki-laki sampe perempuan, yah semuanya suka, karena menurut pengamatan aku setelah nonton filmnya ada banyaaaaakkkkk banget hal positif yang bisa diambil bwat jadi contoh di kehidupan kita sehari-hari..
terutama yang menyangkut tentang manajemen cinta..

yah hal yang lagi-lagi tak akan pernah usang di makan waktu, tak akan pernah jadi topik membosankan untuk dibicarakan..

C.I.N.T.A (lho, kaya lagu d'bagindaz)

satu kata yang terdiri dari lima huruf, sederhana memang bahkan begitu singkat, tapi tapi tapi..
sangat sulit untuk mendefinisikannya, butuh waktu lama untuk sekedar mengerti maknanya, butuh banyak pengorbanan untuk sekedar mengerti maksud kedatangannya, dan tak disangkal butuh banyak AIRMATA untuk sekedar ikhlas menerimanya masuk ke dalam hati dan kehidupan..

semua itu tak lain karena Allah ingin sekali kita benar-benar mengerti untuk apa makhluk mulia bernama Cinta itu diciptakan.. sebab, jika cinta itu begitu mudah kita dapatkan tanpa MELIBATKAN ALLAH, maka mudah juga untuk kita menelantarkannya..
padahal, makhluk mulia itu salah satu kunci kita memasuki Syurga dan bertemu dengan-Nya..

*lho kok jadi ngelantur ngomongin cinta gini.. padahal awalnya cuma pengen nulisin soundtrack nya KCB aja, tapi ini yang dibuat sama Kang Deden Edcoustic.. insya Allah liriknya lebih dalem dan T.O.P banget..


Bertasbihlah cinta terukir di hatiku
Seindah samudra senja berkilau membentang
Cinta yang sejati yang tersandar dihati
Berlabuh menepi satukan karena Illahi

Malam penuh do'a penawar rindu kasih
Munajatkan Maha Cinta di atas cinta
Jika memang takdir cinta pasti bertemu
Meski kau dan aku ada diujung dunia

Ketika cinta bertasbih bagai cahya tak bertepi
anugerah terindah, itu yang kuimpikan
harapan kutambatkan di setiap sujud malamku
Tuhan bimbing cintaku..
cinta karena Illahi..


ni kalo ada yang maw download lagunya..
http://www.filestube.com/d3539dbd8784865203e9,g/Suby-Alveoli-Feat-Ina-Ketika-Cinta-Bertasbih-suby-Ina.html

NB : bukan promosi lho.. tapi hari ini sinetron perdananya tayang di TV,, pengen taw apa keISLAMIannya masih kental ATAU udah terkontaminasi sama cerita-cerita yang ngalur ngidul kaya sinetron-sinetron sekarang.. heuuummmm.. kita liat ajah.. ^.^

heuuummm..

mengutip sebuah pernyataan mario teguh..

"keindahan pribadimu menentukan keindahan pribadi pasanganmu"


jadi teringat bahwa jauh sebelum pernyataan itu ada, Allah sudah pernah berjanji pada makhluk-makhluk-Nya dalam Q.S An-Nur : 26

"wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”.


Jadi kalo kita sering share sama orang trus ditanya..
“kriteria cowo kamu kaya gimana?”
“aku sih pengen yang baik, tinggi, putih, kaya, sholeh, pinter dan seabreg kriteria sempurna lainnya..”
Padahal jawaban nya sangat sederhana yah..
Dia akan sama seperti apa yang telah kita usahakan..
Jadi kalo kita sering pengen pria dengan seabreg kriteria sempurna itu, maka kita juga harus berkaca, apa kita juga sudah berusaha untuk mendapat predikat yang sama..

Karena seperti janji Allah di atas.. laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik..

Jadi apa yang kita dapatkan sesuai dengan apa yang kita usahakan..

Jika kita menginginkan laki-laki yang sholeh, maka sudah sejauh mana kita berusaha untuk menjadi akhwat sejati, menjadi muslimah yang seutuhnya yang senantiasa menjaga diri.. begitu pula dengan kriteria yang lainnya, tentu harus ada keseimbangan..

Allah itu maha Adil..
Sungguh..
Dalam setiap bilik hati manusia terutama wanita, tentunya ingin pasangan yang bisa membawanya ke Syurga, yang bisa bersama menapaki kehidupan untuk mendapat cinta-Nya, bersama-sama mencetak manusia-manusia berkualitas, yah tentunya tak segampang itu, harus ada perjuangan dan terkadang harus ada pengorbanannya..

Tapi yang sangat menyayat hati adalah saat ini banyak yang salah mengartikan ‘USAHA’ itu sendiri, ‘berkomitmen’ tapi tak jelas arah tujuannya..
Hanya untuk sekedar meminjam tangannya untuk digandeng, sekedar meminjam bahunya untuk kita sandari, padahal masi banyak orang yang senantiasa akan mau melakukan semua itu untuk kita saat ini..

Diusia sekarang yang telah menginjak usia 19 tahun gelombang ujian hati banyak sekali berdatangan (tapi insya Allah masih menang melawannya, amin)
Bukan hanya karena diri ini pernah dihinggapi makhluk Tuhan yang begitu mulia bernama cinta, tapi karena begitu banyaknya perbuatan-perbuatan yang tidak sesuai dengan aturan-Nya terjadi disekelilingku..

Ingin meluruskan, tapi diri ini belum pantas. Sungguh hanya hati yang dapat bermunajat pada-Nya, semoga Allah segera meluruskan..

Dan lagi-lagi yang harus aku pahami bahwa seakhwat-akhwatnya akhwat, tetap hanya perempuan biasa.. Yah intinya, semua sama, memiliki perasaan yang sama, keinginan yang sama, tapi yang membedakan hanya Allah sudah terlebih dahulu membuka mata, hati dan telinga untuk menjauhi semuanya.. itu yang patut DISYUKURI..

betapa berharganya WANITA..

Ketika Tuhan menciptakan wanita, DIA lembur pada hari ke enam
Malaikat datang dan bertanya,
"Mengapa begitu lama KAU menciptakannya, Tuhan?"
Tuhan menjawab,
"Sudahkah engkau lihat semua detail yang AKU buat untuk menciptakan mereka?"
"2 tangan ini harus dibersihkan, tetapi bahannya bukan dari plastik.
Setidaknya terdiri dari 200 bagian yang tidak digerakkan dan berfungsi baik untuk segala jenis makanan. Mampu menjaga banyak anak saat yang bersamaan.
memiliki pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan
dan semua dilakukannya cukup dengan dua tangan ini".

Malaikat itu takjub
"Hanya dengan 2 tangan ??? .. Impossible !"
dan itu model standard ???
"Sudahlah Tuhan cukup dulu untuk hari ini, besok kita lanjutkan lagi untuk menyempurnakannya "
"Oh .... Tidak, AKU akan menyelesaikan ciptaan ini, karena ini adalah CIPTAAN FAVORIT-KU"
"Oh yah ... Dia juga akan mampu menyembuhkan dirinya sendiri, dan bisa bekerja 18 jam sehari"
Mailaikat mendekat dan mengamati bentuk wanita ciptaan Tuhan itu.

"Tapi Engkau membuatnya begitu lembut TUhan ??"
"Yah ... AKU membuatnya lembut,
Tapi Engkau belum bisa bayangkan KEKUATAN yang AKU berikan agar mereka dapat mengatasi banyak hal yang luar biasa."
"Dia bisa berpikir ?" tanya malaikat
Tuhan menjawab: " Tidak hanya berpikir, dia mampu bernegosiasi".

Mailaikat itu menyentuh dagunya ...
"Tuhan, Engkau buat ciptaan ini kelihatan lelah dan rapuh! seolah terlalu byk beban baginya"
"Itu BUKAN lelah atau rapuh ..... itu AIR MATA", koreksi Tuhan.
"Untuk apa ?" tanya malaikat
Tuhan melanjutkan: "Air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebahagiaan."
"Luar biasa, Engkau jenius Tuhan" kata malaikat
"Engkau memikirkan segala sesuatunya, wanita ciptaan-Mu ini akan sungguh menakjubkan!"

Ya mestii !!!
wanita ini akan mempunyai kekuatan mempesona laki-laki,
dia dapat mengatasi beban bahkan melebihi laki-laki.
dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri.
dia mampu tersenyum bahkan saat hatinya menjerit.
mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan..

dia BERKORBAN demi orang yang dicintainya
mampu berdiri melawan ketidakadilan
dia tidak menolak kalau melihat yang lebih baik
dia menerjunkan dirinya untuk keluarganya
dia membawa temannya yang sakit untuk berobat

"CINTANYA TANPA SYARAT !!!"

dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang
dia girang dan bersorak saat melihat kawannya tertawa
dia begitu bahagia mendengar kelahiran
hatinya begitu sedih mendengar berita sakit dan kematian
tetapi dia selalu punya kekuatan untuk mengatasi hidup
dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka

hanya ada satu hal yang kurang dari wanita :

"dia lupa betapa B.E.R.H.A.R.G.A.N.Y.A dia"

Saat cinta tak terbalas..

Sebagai manusia biasa, kita tidak dapat memungkiri rasa KETERTARIKAN terhadap lawan jenis. Mengambil istilah teman, “seakhwat-akhwatnya akhwat, tetap saja WANITA BIASA. Seikhwan-ikhwannya ikhwan tetap saja LELAKI BIASA”. Bagi kita para Ikhwah ‘jombloers’ mungkin saja pernah merasakan magnet yang begitu dahsyat, getaran hebat, desiran kuat, dan lain sebagainya saat kita bertemu dengan seseorang yang luar biasa menurut pandangan kita. entah ketampanan/kecantikannya, kesholehannya, atau banyak alasan yang lain yang seringkali tidak dapat dilogika, karena cinta tak kenal logika (katanya… hehehe…)


Terkadang disadari atau tidak, terbersit rasa yang manusiawi, sebuah ANUGERAH ALLAH. Disini aku gak akan menghakimi kalian untuk segera MEMBUNUH rasa itu, tapi pandai-pandailah memanage anugerah terindah itu. Ungkapkan "jika mampu dan berani, lalu melangkahlah ke jenjang berikutnya segera. Jika tidak, simpanlah rasa itu, dekatkan diri pada Pemilik Rasa, wallahualam apa yang terjadi berikutnya adalah urusanmu dengan-Nya."
“tapi ga sesimpel itu!! Ya kalo aku nyatakan terus diterima, kalo ga?”

Kalau ga, pasrahlah. Percayalah Allah akan memberimu yang lebih baik. Meski seringkali hasrat untuk hidup bersama sang pujaan begitu menggebu, namun apa daya jika cinta bertepuk sebelah tangan? Pendamlah rasa itu, kuburlah, simpan di suatu kotak kemudian kunci rapat dan letakkan kotak itu di sudut tergelap yang ada di hatimu. Kamu harus yakin, Allah paling Tahu apa yang terbaik bagimu. Dia pasti akan mempertemukan kita dengan orang yang memberikan kebahagiaan seperti yang kita angankan. Bahkan mungkin lebih dari yang kita harapkan. Anggap saja ini bagian dari liku kehidupan.

Suatu hari nanti saat kita telah menikah dengan orang lain -bukan dengan si dia yang kita idamkan- niscaya kita takjub dengan kebahagiaan yang kita rasakan. Jangan terlalu yakin, bahwa sang pujaan akan datang ke rumahmu. Perjodohan adalah perkara gaib. Tanpa ada seorang pun yang tahu kapan dan dengan siapa kita akan berjodoh. Cinta dan jodoh tidak mengenal status dan identifikasi fisik. Bukan karena kamu cantik maka para ikhwan menyukaimu. Juga bukan karena akhi seorang hamalatud da’wah lalu setiap akhwat mendambakannya.

Bila hari ini Allah belum mempertemukan kita dengan orang yang kita cintai, insyaAllah ia akan datang esok atau lusa, atau kapanpun DIA menghendaki, itu adalah bagian dari kekuasaanNya.
THANKS to Allah..
Yang telah memberikan "kenikmatan atas rasa ini dan menyelamatkan diri ini dari segala angan-angan kosong"..

[lupaaa dapet dari mana, afwan ya, semoga penulisnya selalu dalam kasih sayang-Nya]

SEBUAH SURAT UNTUK DOKTER DAN MAHASISWA KEDOKTERAN..

Rekan sejawat yang terhormat,

Jika Anda ingin menjadi dokter untuk bisa KAYA RAYA, maka segeralah kemasi barang-barang Anda.
Mungkin fakultas ekonomi lebih tepat untuk mendidik anda menjadi businessman bergelimang rupiah.
Daripada Anda harus mengorbankan pasien dan keluarga Anda sendiri demi mengejar kekayaan.

Jika Anda ingin menjadi dokter untuk mendapatkan KEDUDUKAN SOSIAL TINGGI di masyarakat, dipuja dan didewakan, maka silahkan kembali ke Mesir ribuan tahun yang lalu dan jadilah fir’aun di sana. Daripada Anda di sini harus menjadi arogan dan merendahkan orang lain di sekitar Anda hanya agar Anda terkesan paling berharga.

Jika Anda ingin menjadi dokter untuk memudahkan mencari JODOH atau menarik PERHATIAN calon mertua, mungkin lebih baik Anda mencari agency selebritis yang akan mengorbitkan Anda sehingga menjadi artis pujaan para wanita. Daripada Anda bersembunyi di balik topeng klimis dan jas putih necis, sementara Anda alpa dari makna dokter yang sesungguhnya.

Dokter tidak diciptakan untuk itu, kawan.

Memilih menjadi dokter bukan sekadar agar bisa bergaya dengan BMW keluaran terbaru, bukan sekadar bisa terihat tampan dengan jas putih kebanggaan, bukan sekadar agar para tetangga terbungkuk-bungkuk hormat melihat kita lewat.

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan PENGABDIAN,. Mengabdi pada masyarakat yang masih akrab dengan busung lapar dan gizi buruk. Mengabdi pada masyarakat yang masih sering mengunjungi dukun ketika anaknya demam tinggi.

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan EMPATI,, ketika dengan lembut kita merangkul dan menguatkan seorang bapak tua yang baru saja kehilangan anaknya karena malaria.

Memilih jalan menjadi dokter adalah memilih jalan KEMANUSIAAN,, ketika kita tergerak mengabdikan diri dalam tim medis penanggulangan bencana dengan bayaran cuma-cuma.

Memilih jalan menjadi dokter adalah memilih jalan KEPEDULIAN, saat kita terpaku dalam sujud-sujud panjang, mendoakan kesembuhan dan kebahagiaan pasien-pasien kita.

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan BERBAGI,, ketika seorang tukang becak menangis di depan kita karena tidak punya uang untuk membayar biaya rumah sakit anaknya yang terkena demam berdarah. Lalu dengan senyum terindah yang pernah disaksikan dunia, kita menepuk bahunya dan berkata, “jangan menangis lagi, pak, Insya Allah saya bantu pembayarannya.”

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan KASIH SAYANG,, ketika dengan sepenuh cinta kita mengusap lembut rambut seorang anak dengan leukemia dan berbisik lembut di telinganya,”dik, mau diceritain dongeng nggak sama oom dokter?”

Memilih jalan menjadi dokter adalah memilih jalan KETEGASAN,, ketika sebuah perusahaan farmasi menjanjikan komisi besar untuk target penjualan obat-obatnya, lalu dengan tetap tersenyum kita mantap berkata, “maaf, saya tidak mungkin mengkhianati pasien dan hati nurani saya”

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan PENGORBANAN,, saat tengah malam tetangga dari kampung sebelah dengan panik mengetuk pintu rumah kita karena anaknya demam dan kejang-kejang. Lalu dengan ikhlas kita beranjak meninggalkan hangatnya peraduan menembus pekat dan dinginnya malam.

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan terjal lagi mendaki untuk meraih cita-cita kita. Bukan, bukan kekayaan atau penghormatan manusia yang kita cari. Tapi ridha Allah lah yang senantiasa kita perjuangkan.

Yah, memilih menjadi dokter adalah memilih jalan menuju surga, tempat di mana dokter sudah tidak lagi perlu ada…



NB :
Ini bukan provokasi untuk menjadi dokter miskin, bukan juga mengatakan bahwa dokter tidak perlu penghormatan atau hal-hal duniawi lainnya. Tulisan ini hanya sekadar sebuah nasihat untuk diri sendiri dan rekan sejawat semua untuk meluruskan kembali niat kita dalam menjadi seorang dokter. Karena setiap amalan tergantung pada niatnya. Silakan menjadi kaya, silakan menjadi terhormat, asal jangan itu yang menjadi tujuan kita. Dokter terlalu rendah jika diniatkan hanya untuk keuntungan duniawi semata. Mungkin akan sangat susah untuk menggenggam erat idealisme ini nantinya. Namun saya yakin, jika ada kemauan yang kuat dan niat yang tepat, idealisme ini akan terbawa sampai mati. Walaupun harus sendirian dalam memperjuangkannya, walaupun banyak yang mencemooh dan merendahkan. Saya yakin, Allah tidak akan pernah salah menilai setiap usaha dan perjuangan hamba-hamba-Nya. Tidak akan pernah.


[Aditya Putra Priyahita,
seorang yang sangat merindukan sebuah reuni anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di surga nanti]

Jumat, 23 Juli 2010

7 Keajaiban Air Mata..

Siapa bilang menangis gak ada gunanya?
Kelamaan menangis memang bisa bikin mata merah dan bengkak. Tapi jangan salah, menangis dan mengeluarkan air mata ternyata bisa jadi obat ajaib yang berguna bagi kesehatan tubuh dan pikiran. Apa saja? Dikutip dari Beliefnet, ini dia 7 keajaiban yang bisa kita dapatkan setelah menangis dan berair mata..



1. Membantu penglihatan



Air mata ternyata membantu penglihatan seseorang, jadi bukan hanya mata itu sendiri. Cairan yang keluar dari mata dapat mencegah dehidrasi pada membran mata yang bisa membuat penglihatan menjadi kabur.




2. Membunuh bakteri



Tak perlu obat tetes mata, cukup air mata yang berfungsi sebagai antibakteri alami. Di dalam air mata terkandung cairan yang disebut dengan lisozom yang dapat membunuh sekitar 90-95 persen bakteri-bakteri yang tertinggal dari keyboard komputer, pegangan tangga, bersin dan tempat-tempat yang mengandung bakteri, hanya dalam 5 menit, subhanallah.



3. Meningkatkan mood



Seseorang yang menangis bisa menurunkan level depresi karena dengan menangis, mood seseorang akan terangkat kembali. Air mata yang dihasilkan dari tipe menangis karena emosi mengandung 24 persen protein albumin yang berguna dalam meregulasi sistem metabolisme tubuh dibanding air mata yang dihasilkan dari iritasi mata.




4. Mengeluarkan racun



Seorang ahli biokimia, William Frey telah melakukan beberapa studi tentang air mata dan menemukan bahwa air mata yang keluar dari hasil menangis karena emosional ternyata mengandung racun. Tapi jangan salah, keluarnya air mata yang beracun itu menandakan bahwa ia membawa racun dari dalam tubuh dan mengeluarkannya lewat mata.









5. Mengurangi stres



Bagaimana menangis bisa mengurangi stres ? Air mata ternyata juga mengeluarkan hormon stres yang terdapat dalam tubuh yaitu endorphin leucine-enkaphalin dan prolactin.
Selain menurunkan level stres, air mata juga membantu melawan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh stres seperti tekanan darah tinggi.



6. Membangun komunitas



Selain baik untuk kesehatan fisik, menangis juga bisa membantu seseorang membangun sebuah komunitas. Biasanya seseorang menangis setelah menceritakan masalahnya di depan teman-temannya atau seseorang yang bisa memberikan dukungan, dan hal ini bisa meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan juga bersosialisasi.


7. Melegakan perasaan



Semua orang rasanya merasa demikian. Meskipun Anda didera berbagai macam masalah dan cobaan, namun setelah menangis biasanya akan muncul perasaan lega.
Setelah menangis, sistem limbik, otak dan jantung akan menjadi lancar, dan hal itu membuat seseorang merasa lebih baik dan lega. Keluarkanlah masalah di pikiranmu lewat menangis, jangan dipendam karena Anda bisa menangis meledak-ledak.

Minggu, 18 Juli 2010

Tips mengatur waktu ..

Kata orang-orang, mahasiswa/i kedokteran itu super sibuk. Dengan buku yang setebel bantal, waktu maen yang kurang, ujian yang super super memusingkan dan juga amanah-amanah lain diluar kuliah yang sering dateng serempak..
Jadinya waktu 24 jam itu kaya yang kurang. Apa kamu termasuk orang seperti ini ? *kalo aku sih masi suka kaya gitu..

Nah, ini ada beberapa tips mengenai cara mengatur waktu yang baik. Mudah-mudahan tak hanya sebatas dibaca aja, tapi harus langsung diaplikasikan.. *khususnya buat aku sendiri..
ini aku dapet dari temen aku..

1. Buat rencana harian. Buat rencana harianmu sebelum dikacaukan dengan agenda-agenda lainnya. Sebaiknya lakukan ini dipagi hari atau malam sebelum kamu tidur. Dengan adanya rencana ini membuat kamu mendapat gambaran besar tentang rencana hari itu kamu mau ngapain aja. Kerjaanmu hari itu cuma satu, PATUHI jadwal yang sudah kamu buat sendiri.

2. Batasi waktu tiap kerjaan. Dalam jadwal yang sudah kamu buat tadi, batasi tiap kegiatan dengan detail. Misalnya kamu harus menyelesaikan membaca buku fisiologi sampai jam 1 siang, terus mengerjakan laporan sampai jam 4 sore, kemudian belajar anatomi sampai jam 8 malam. Dengan begitu, waktu untuk kegiatan-kegiatan lainnya menjadi tidak terpotong oleh kegiatan sebelumnya yang ga bisa kamu kontrol.

3. Gunakan kalender. Dalam manajemen waktu itu, sebaiknya gunakan kalender untuk mengatur semua daftar kegiatan yang kamu punya, sehingga kamu punya gambaran besar mengenai kegiatan seharian, seminggu atau bahkan sebulan kedepan.

4. Gunakan organizer. Bisa berupa buku organizer khusus atau menggunakan perangkat digital lainnya. Intinya, masukkan semua daftar kerjaan kamu, proyek, tugas-tugas, dan hal-hal penting yang mendukung jadwalmu seharian.

5. Tahu deadline. Tentukan kapan kamu harus menyelesaikan tugasmu. Tandai secara jelas dalam kalender atau organizermu.

6. Belajar berkata “TIDAK”. Ini memang susah, tapi jika kamu dapat melakukannya, kamu bisa fokus pada hal-hal yang seharusnya kamu lakukan. Jika kamu merasa tidak dapat menghandle nya, katakan tidak.

7. Target lebih awal. Ketika kamu menargetkan ontime, biasanya kerjaan kamu akan selesai ontime atau sedikit telat. Nah, bagaimana kalau kita menargetkan semua deadline kita lebih awal, sehingga ada waktu toleransi jika telat. Untuk janjian, jadwalkan lebih awal. Untuk sebuah laporan, targetkan selesai sehari sebelumnya.

8. Punya jam yang gampang terlihat. Terkadang kita begitu larut dengan berbagai kerjaan kita sampai lupa waktu. Nah, sebaiknya letakkan jam yang cukup gede di tempat kita biasa menghabiskan waktu.

9. Atur reminder 15 menit sebelumnya. Beberapa program kalender memiliki fungsi reminder. Jika kamu punya janjian yang penting, set alarm 15 menit sebelum jadwalnya.

10. Fokus. Apa kamu mengerjakan banyak hal sekaligus dan tak satupun selesai ? Jika begitu, fokuslah pada satu hal pekerjaan pada satu waktu.

11. Cegah gangguan. Sering merasa terganggu dengan telepon atau sms yang masuk saat mengerjakan laporan ? Atau perhatian kamu suka teralih dengan twitter dan facebook ? Tutup semua jalur-jalur pengganggu itu. Ketika gangguan-gangguan tadi dapat diminimalkan, kamu bisa lebih berkonsentrasi.

12. Catat penggunaan waktumu. Kalau kamu sedang online, kamu bisa menggunakan EggTimer untuk mencatat waktu online kamu. Jadi kamu akan tahu berapa waktu yang kamu habiskan untuk Facebook, Twitter, dan mengerjakan tugas kuliahmu.

13. Jangan perfeksionist. Terkadang sikap ingin menjadikan segala sesuatunya sempurna dapat menjadikan hambatan yang cukup besar untuk menyelesaikan tugas dan tidak efektif. Jadi lakukan sebisamu.

14. Prioritas. Karena kamu tidak dapat melakukan apapun dalam satu waktu, coba prioritaskan hal terpenting yang harus kamu lakukan.

15. Delegasikan. Jika ada sesuatu yang dapat orang lain lakukan untukmu, delegasikan tugas itu. Hal ini akan memperingan beban kerjamu.

16. Kerjakan tugas-tugas yang setipe dalam satu waktu. Untuk kerja-kerja yang berhubungan, silahkan kerjakan bersama-sama dalam satu waktu. Misalnya untuk menulis laporan dan belajar. Kamu bisa belajar sambil mengerjakan laporan, karena ketika menulis laporan kamu pasti butuh referensi tambahan. Nah, bisa sekalian belajar kan ?

17. Eliminasi pemakan waktumu. Merasa sangat terbuang waktumu oleh Facebook, Twitter, YM dan email ? Berikan waktu untuk mencek akun-akun tadi dalam waktu tertentu, dan patuhi. Tidak setiap saat kamu harus mengeceknya. Coba juga untuk menghilangkan bookmark ke situs-situs tadi.

18. Potong kegiatanmu. Satu alasan kenapa kamu kesulitan mengatur waktu adalah karena kamu tidak memotong kegiatan yang sudah lewat batas waktu. Walaupun itu mengasyikkan, jangan biarkan itu mengganggu kegiatan-kegiatanmu yang lain.

19. Berikan waktu diantara kegiatanmu. Jangan meletakkan jadwalmu sangat mepet waktunya. Berikan setidaknya 5-10 menit untuk narik nafas dan rehat sebentar. Waktu yang singkat itu bisa juga kamu gunakan untuk mereview tugas sebelumnya dan mempersiapkan diri untuk tugas berikutnya.

20. Pecah kerjaan yang besar jadi kecil. Terkadang kita akan merasa lelah jika melihat kerjaan yang besar sekaligus. Coba pecah kerjaan yang dirasa besar tadi kedalam kerjaan yang kecil-kecil dan mudah dicapai.

Itu 20 tips yang aku dapet. Semoga bisa bener-bener diaplikasikan di kehidupan kita sehari-hari..

eh ada satu lagi dan ini yang PALING PENTING..
Luangkan banyak waktu (luangkan lho BUKAN sisihkan) untuk berIBADAH..
sesibuk apapun, IBADAH tetep yang nomer satu.. kudu seimbang antara dunia dan akhirat..
karena kalo akhirat udah ada di genggaman, insya Allah, DIA akan mudahkan kita untuk menggenggam dunia..


Ada yang punya tips lainnya??
^^

Jumat, 16 Juli 2010

cinta dalam DIAM

Ingatkah cerita ali dan fatimah??
yang keduanya saling memendam rasa cinta yang mereka rasakan..
tapi pada akhirnya mereka dipertemukan pada sebuah ikatan suci nan indah..


dalam diammu tersimpan kekuatan...
kekuatan harapan...
hingga mungkin saja Allah membuat harapan itu menjadi nyata...

Bukankah Allah tidak pernah memutuskan harapan seorang hamba yang berharap kepada-Nya??

dan jika memang 'cinta dalam diam' itu tidak memiliki kesempatan berbicara di dunia nyata, biarkan ia tetap DIAM...

jika dia memang bukan milikmu, toh Allah S.W.T akan menghapus 'cinta dalam diam' itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat...

biarkan 'cinta dalam diammu' itu menjadi ingatan tersendiri dan sudut hatimu menjadi rahasia antara kau dan Sang Pemilik Hati...


Jika belum siap melangkah lebih jauh, cukup cintai ia dengan diam...

karna diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya... kau ingin memuliakan dia dengan tidak menjalin hubungan terlarang...
kau tidak mau merusak kesucian diri dan hatimu...
menghindarkan dirimu dari hal-hal yang merusak izzah dan iffahmu...
karna diammu bukti kesetiaan padanya...
karna, mungkin saja orang yang kau cinta adalah orang yang telah Allah pilihkan untukmu...
namun, jika tidak...
Allah pasti menggantikannya dengan yang lebih baik menurut-NYA...

[diambil dari message seorang teman di FB]

Kamis, 08 Juli 2010

Perempuan syurga..

“Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah”. (HR. Muslim).

Hari ini saya bertemu dengan seorang perempuan cantik, yang berpakaian dengan bahan yang kurang cukup, lengan tak tertutupi, dengkul terbuka. Hari ini saya bertemu dengan seorang perempuan yang memeluk kekasihnya bergoncengan motor, menempelkan tubuh bagian depannya pada punggung lelaki yang bukan muhrimnya mengalirkan kehangatan. Hari ini saya bertemu dengan perempuan yang duduk dipojok kegelapan bioskop ditemani seorang lelaki menonton film dengan tangan saling mengalirkan cinta. Hari ini saya bertemu dengan perempuan yang baru keluar dari diskotek, ada juga yang baru keluar dari rumah sakit bersalin mengempeskan perutnya yang sejam lalu masih berisi cabang bayi kini hilang…

Hari ini, iya hari ini begitu banyak perempuan yang tak lagi mampu menjadi perempuan, tak lagi merindukan surga :(

Iya rasanya saya ingin sekali membisikan ditelinga setiap perempuan agar kita mengetahui bahwa kita sangat berharga, terlalu berharga bahkan, semestinya kita tahu bahwa kita bukan emas campuran murahan yang terpajang di etalase depan toko yang dengan seenaknya sang pembeli dapat meraba, memegang tubuh kita dan memakai hanya untuk mencoba, lalu sang pembeli pergi, tak jadi membeli dan mengembalikan di tempat yang sama, bukan !! kita bukan itu wahai perempuan.

Kita adalah intan berlian yang terpajang dalam kotak kaca indah berkunci dan terbungkus rapi, orang yang menginginkan kita tidak berhak meraba, memegang tubuh kita bahkan mencoba memakainya, TIDAK mereka yang melakukan itu terlalu kotor untuk kita, mereka harus terlebih dahulu membayar mahar dengan harga yang sangat pantas, setelah itu mereka akan dapat memiliki kita sepenuhnya.. kita yang utuh.

Kita sungguh indah :) bagai bunga mawar yang ketika orang ingin mengambilnya, terlebih dahulu mereka harus merasakan duri pertahanan diri yang kita miliki, bagai bunga edelweis yang ketika ada yang menginginkan, terlebih dahulu harus mendaki gunung ke arah puncak ketinggian, menantang keberanian dan cuaca yang tak bersahabat, kita bukan bunga bangkai, yang terlihat begitu indah dari kejauhan dengan warna yang menyala yang membuat para serangga tertarik dengan warna indah nan merah, namun ketika didekati, kau busuk, iya jika begini maka bau kita saja sudah membuat orang mual, apalagi memiliki, pastilah tak ada yang mau bukan?

Ingin sekali saya mengatakan kepada setiap perempuan untuk menutup aurat, yok TUTUP, agar tak ada yang berkeinginan lain terhadap kita, agar mata lelaki di jalanan itu tak menatap seperti hendak menerkam melihat putihnya dan jenjangnya kaki kita, mereka tak pantas menikmati tubuh kita sejengkalpun dengan memandangi kita dengan pandangan menjijikkan itu, INGATLAH bahwa lelaki manapun yang belum halal bagi kita tak pantas menyentuh tubuh dan kehormatan kita, pun atas nama cinta…

Apakah kita kemudian menjadi sangat khawatir tidak ada yang menyayangi atas nama cinta jika kita menutup aurat? Apakah kita takut tidak akan ada yang menggombali dan merayu dengan bahasa bahasa cinta yang memabukan? sampai kapankah kita membiarkan segala kebohongan ini terus menjerumuskan kita? sampai kapan kita membiarkan cinta cinta yang bertebaran menjelma menjadi berhala?

Iya sampai kapan kita akan membiarkan kenikmatan dunia ini menjadi kawah dosa dosa kita, lumpur kenikmatan ini akan terus menghisap kita masuk hingga kita tak lagi mampu keluar, tak sadarkah kita?

Sungguh kita adalah mutiara bagi keluarga, mutiara yang mereka jaga sejak kecil sampai kita beranjak dewasa, apakah dengan melakukan sex bebas kita membalas semua jerih payah orang tua kita? baiklah orang tua tak mampu membuat kita berhenti keluar dari hangatnya pegangan tangan kekasih kita maka lihatlah ALLAH, bukankah kita percaya ALLAH maha melihat? TUHAN Yang Menciptakan kita, Yang tiada henti-hentinya memberi nikmat pada kita meski kita sering melupakanNYA, tak jarang kita meniadakanNYA tapi ALLAH masih memberi kita nikmat udara, nikmat hidup, nikmat fisik dari tubuh yang indah itu.. Bayangkan, jika ALLAH tidak menyangi kita, ALLAH cabut saja nikmat wajah yang cantik, tapi TIDAK begitu kan? meskipun kita sering kali melupakanNYA, nimatNYA tetap terus mengalir…

Beginikah cara kita membalas semua yang telah ALLAH beri? padahal kita tahu kemanapun wajah memandang disitu ada ALLAH, padalah kita tahu pada saat melakukan maksiat napas yang kita gunakan itu napas milik ALLAH, bagaiamana jika napas terhenti saat kita masih menggelayutkan kepala kita dipundak lelaki yang bukan muhrim kita …. nauzubillahimindzalik.



Duhai perempuan tidak inginkan kita menjadi perempuan yang dirindukan surga? yaitu perempuan yang senantiasa mampu menjaga pandangan, selalu taat kepada ALLAH dan Rasul NYA. Make up- nya adalah basuhan air wudhu. Lipstiknya adalah dzikir kepada Allah. Celak matanya adalah memperbanyak bacaan Al-Quran. Perempuan yang sangat memperhatikan kualitas kata-katanya bernilai bagaikan untaian intan yang penuh makna dan bermutu tinggi. Perempuan yang sadar betul bahwa kemuliaannya bersumber dari kemampuannya menjaga diri (iffah).

Iya, tidak inginkan kita menjadi salah satu perempuan yang akan menjadi penghuni surga, yang bahagianya abadi … disana ada banyak cinta tapi bukan cinta yang gombal :)

aku mencintaimu suamiku..

Cerita ini adalah kisah nyata… dimana perjalanan hidup ini ditulis oleh seorang istri dalam sebuah laptopnya.

Bacalah, semoga kisah nyata ini menjadi pelajaran bagi kita semua.

***

Cinta itu butuh kesabaran…

Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita???

Hari itu.. aku dengannya berkomitmen untuk menjaga cinta kita..

Aku menjadi perempuan yg paling bahagia…..

Pernikahan kami sederhana namun meriah…..

Ia menjadi pria yang sangat romantis pada waktu itu.

Aku bersyukur menikah dengan seorang pria yang shaleh, pintar, tampan & mapan pula.

Ketika kami berpacaran dia sudah sukses dalam karirnya.

Kami akan berbulan madu di tanah suci, itu janjinya ketika kami berpacaran dulu..

Dan setelah menikah, aku mengajaknya untuk umroh ke tanah suci….

Aku sangat bahagia dengannya, dan dianya juga sangat memanjakan aku… sangat terlihat dari rasa cinta dan rasa sayangnya pada ku.

Banyak orang yang bilang kami adalah pasangan yang serasi. Sangat terlihat sekali bagaimana suamiku memanjakanku. Dan aku bahagia menikah dengannya.

***

Lima tahun berlalu sudah kami menjadi suami istri, sangat tak terasa waktu begitu cepat berjalan walaupun kami hanya hidup berdua saja karena sampai saat ini aku belum bisa memberikannya seorang malaikat kecil (bayi) di tengah keharmonisan rumah tangga kami.

Karena dia anak lelaki satu-satunya dalam keluarganya, jadi aku harus berusaha untuk mendapatkan penerus generasi baginya.

Alhamdulillah saat itu suamiku mendukungku…

Ia mengaggap Allah belum mempercayai kami untuk menjaga titipan-NYA.

Tapi keluarganya mulai resah. Dari awal kami menikah, ibu & adiknya tidak menyukaiku. Aku sering mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari mereka, namun aku selalu berusaha menutupi hal itu dari suamiku…

Didepan suami ku mereka berlaku sangat baik padaku, tapi dibelakang suami ku, aku dihina-hina oleh mereka…

Pernah suatu ketika satu tahun usia pernikahan kami, suamiku mengalami kecelakaan, mobilnya hancur. Alhamdulillah suami ku selamat dari maut yang hampir membuat ku menjadi seorang janda itu.

Ia dirawat dirumah sakit pada saat dia belum sadarkan diri setelah kecelakaan. Aku selalu menemaninya siang & malam sambil kubacakan ayat-ayat suci Al – Qur’an. Aku sibuk bolak-balik dari rumah sakit dan dari tempat aku melakukan aktivitas sosial ku, aku sibuk mengurus suamiku yang sakit karena kecelakaan.

Namun saat ketika aku kembali ke rumah sakit setelah dari rumah kami, aku melihat di dalam kamarnya ada ibu, adik-adiknya dan teman-teman suamiku, dan disaat itu juga.. aku melihat ada seorang wanita yang sangat akrab mengobrol dengan ibu mertuaku. Mereka tertawa menghibur suamiku.

Alhamdulillah suamiku ternyata sudah sadar, aku menangis ketika melihat suami ku sudah sadar, tapi aku tak boleh sedih di hadapannya.

Kubuka pintu yang tertutup rapat itu sambil mengatakan, “Assalammu’alaikum” dan mereka menjawab salam ku. Aku berdiam sejenak di depan pintu dan mereka semua melihatku. Suamiku menatapku penuh manja, mungkin ia kangen padaku karena sudah 5 hari mata nya selalu tertutup.

Tangannya melambai, mengisyaratkan aku untuk memegang tangannya erat. Setelah aku menghampirinya, kucium tangannya sambil berkata “Assalammu’alaikum”, ia pun menjawab salam ku dengan suaranya yg lirih namun penuh dengan cinta. Aku pun senyum melihat wajahnya.

Lalu.. Ibu nya berbicara denganku …

“Fis, kenalkan ini Desi teman Fikri”.

Aku teringat cerita dari suamiku bahwa teman baiknya pernah mencintainya, perempuan itu bernama Desi dan dia sangat akrab dengan keluarga suamiku. Hingga akhirnya aku bertemu dengan orangnya juga. Aku pun langsung berjabat tangan dengannya, tak banyak aku bicara di dalam ruangan tersebut,aku tak mengerti apa yg mereka bicarakan.

Aku sibuk membersihkan & mengobati luka-luka di kepala suamiku, baru sebentar aku membersihkan mukanya, tiba-tiba adik ipar ku yang bernama Dian mengajakku keluar, ia minta ditemani ke kantin. Dan suamiku pun mengijinkannya. Kemudian aku pun menemaninya.

Tapi ketika di luar adik ipar ku berkata, ”lebih baik kau pulang saja, ada

kami yg menjaga abang disini. Kau istirahat saja. ”

Anehnya, aku tak diperbolehkan berpamitan dengan suamiku dengan alasan abang harus banyak beristirahat dan karena psikologisnya masih labil. Aku berdebat dengannya mempertanyakan mengapa aku tidak diizinkan berpamitan dengan suamiku. Tapi tiba-tiba ibu mertuaku datang menghampiriku dan ia juga mengatakan hal yang sama. Nantinya dia akan memberi alasan pada suamiku mengapa aku pulang tak berpamitan padanya, toh suamiku selalu menurut apa kata ibunya, baik ibunya Salah ataupun Tidak, suamiku tetap saja membenarkannya. Akhirnya aku pun pergi meninggalkan rumah sakit itu dengan linangan air mata.

Sejak saat itu aku tidak pernah diijinkan menjenguk suamiku sampai ia kembali dari rumah sakit. Dan aku hanya bisa menangis dalam kesendirianku. Menangis mengapa mereka sangat membenciku.

***

Hari itu.. aku menangis tanpa sebab, yang ada di benakku aku takut kehilangannya, aku takut cintanya dibagi dengan yang lain.

Pagi itu, pada saat aku membersihkan pekarangan rumah kami, suamiku memanggil ku ke taman belakang, ia baru saja selesai sarapan, ia mengajakku duduk di ayunan favorit kami sambil melihat ikan-ikan yang bertaburan di kolam air mancur itu.

Aku bertanya, ”Ada apa kamu memanggilku?”

Ia berkata, ”Besok aku akan menjenguk keluargaku di Sabang”

Aku menjawab, ”Ia sayang.. aku tahu, aku sudah mengemasi barang-barang kamu di travel bag dan kamu sudah memeegang tiket bukan?”

“Ya tapi aku tak akan lama disana, cuma 3 minggu aku disana, aku juga sudah lama tidak bertemu dengan keluarga besarku sejak kita menikah dan aku akan pulang dengan mama ku”, jawabnya tegas.

“Mengapa baru sekarang bicara, aku pikir hanya seminggu saja kamu disana?“, tanya ku balik kepadanya penuh dengan rasa penasaran dan sedikit rasa kecewa karena ia baru memberitahukan rencana kepulanggannya itu, padahal aku telah bersusah payah mencarikan tiket pesawat untuknya.

”Mama minta aku yang menemaninya saat pulang nanti”, jawabnya tegas.

”Sekarang aku ingin seharian dengan kamu karena nanti kita 3 minggu tidak bertemu, ya kan?”, lanjut nya lagi sambil memelukku dan mencium keningku. Hatiku sedih dengan keputusannya, tapi tak boleh aku tunjukkan pada nya.

Bahagianya aku dimanja dengan suami yang penuh dengan rasa sayang & cintanya walau terkadang ia bersikap kurang adil terhadapku.

Aku hanya bisa tersenyum saja, padahal aku ingin bersama Suamiku, tapi karena keluarganya tidak menyukaiku hanya karena mereka cemburu padaku karena Suamiku sangat sayang padaku.

Kemudian aku memutuskan agar ia saja yg pergi dan kami juga harus berhemat dalam pengeluaran anggaran rumah tangga kami.

Karena ini acara sakral bagi keluarganya, jadi seluruh keluarganya harus komplit. Walaupun begitu, aku pun tetap tak akan diperdulikan oleh keluarganya harus datang ataupun tidak. Tidak hadir justru membuat mereka sangat senang dan aku pun tak mau membuat riuh keluarga ini.

Malam sebelum kepergiannya, aku menangis sambil membereskan keperluan yang akan dibawanya ke Sabang, ia menatapku dan menghapus airmata yang jatuh dipipiku, lalu aku peluk erat dirinya. Hati ini bergumam tak merelakan dia pergi seakan terjadi sesuatu, tapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Aku hanya bisa menangis karena akan ditinggal pergi olehnya.

Aku tidak pernah ditinggal pergi selama ini, karena kami selalu bersama-sama kemana pun ia pergi.

Apa mungkin aku sedih karena aku sendirian dan tidak memiliki teman, karena biasanya hanya pembantu sajalah teman mengobrolku.

Hati ini sedih akan di tinggal pergi olehnya.

Sampai keesokan harinya, aku terus menangis.. menangisi kepergiannya. Aku tak tahu mengapa sesedih ini, perasaanku tak enak, tapi aku tak boleh berburuk sangka. Aku harus percaya apada suamiku. Dia pasti akan selalu menelponku.

***

Berjauhan dengan suamiku, aku merasa sangat tidak nyaman, aku merasa sendiri. Untunglah aku mempunyai kesibukan sebagai seorang aktivis, jadinya aku tak terlalu kesepian ditinggal pergi ke Sabang.

Saat kami berhubungan jarak jauh, komunikasi kami memburuk dan aku pun jatuh sakit. Rahimku terasa sakit sekali seperti di lilit oleh tali. Tak tahan aku menahan rasa sakit dirahimku ini, sampai-sampai aku mengalami pendarahan. Aku dilarikan ke rumah sakit oleh adik laki-lakiku yang kebetulan menemaniku disana. Dokter memvonis aku terkena kanker mulut rahim stadium 3.

Aku menangis.. apa yang bisa aku banggakan lagi..

Mertuaku akan semakin menghinaku, suamiku yang malang yang selalu berharap akan punya keturunan dari rahimku.. namun aku tak bisa memberikannya keturunan. Dan kemudian aku hanya bisa memeluk adikku.

Aku kangen pada suamiku, aku selalu menunggu ia pulang dan bertanya-tanya, “kapankah ia segera pulang?” aku tak tahu..

Sementara suamiku disana, aku tidak tahu mengapa ia selalu marah-marah jika menelponku. Bagaimana aku akan menceritakan kondisiku jika ia selalu marah-marah terhadapku..

Lebih baik aku tutupi dulu tentang hal ini dan aku juga tak mau membuatnya khawatir selama ia berada di Sabang.

Lebih baik nanti saja ketika ia sudah pulang dari Sabang, aku akan cerita padanya. Setiap hari aku menanti suamiku pulang, hari demi hari aku hitung…

Sudah 3 minggu suamiku di Sabang, malam itu ketika aku sedang melihat foto-foto kami, ponselku berbunyi menandakan ada sms yang masuk.

Kubuka di inbox ponselku, ternyata dari suamiku yang sms.

Ia menulis, “aku sudah beli tiket untuk pulang, aku pulangnya satu hari lagi, aku akan kabarin lagi”.

Hanya itu saja yang diinfokannya. Aku ingin marah, tapi aku pendam saja ego yang tidak baik ini. Hari yg aku tunggu pun tiba, aku menantinya di rumah.

Sebagai seorang istri, aku pun berdandan yang cantik dan memakai parfum kesukaannya untuk menyambut suamiku pulang, dan nantinya aku juga akan menyelesaikan masalah komunikasi kami yg buruk akhir-akhir ini.

Bel pun berbunyi, kubukakan pintu untuknya dan ia pun mengucap salam. Sebelum masuk, aku pegang tangannya kedepan teras namun ia tetap berdiri, aku membungkuk untuk melepaskan sepatu, kaos kaki dan kucuci kedua kakinya, aku tak mau ada syaithan yang masuk ke dalam rumah kami.

Setelah itu akupun berdiri langsung mencium tangannya tapi apa reaksinya..

Masya Allah.. ia tidak mencium keningku, ia hanya diam dan langsung naik keruangan atas, kemudian mandi dan tidur tanpa bertanya kabarku..

Aku hanya berpikir, mungkin dia capek. Aku pun segera merapikan bawaan nya sampai aku pun tertidur. Malam menunjukkan 1/3 malam, mengingatkan aku pada tempat mengadu yaitu Allah, Sang Maha Pencipta.

Biasa nya kami selalu berjama’ah, tapi karena melihat nya tidur sangat pulas, aku tak tega membangunkannya. Aku hanya mengelus wajahnya dan aku cium keningnya, lalu aku sholat tahajud 8 rakaat plus witir 3 raka’at.

***

Aku mendengar suara mobilnya, aku terbangun lalu aku melihat dirinya dari balkon kamar kami yang bersiap-siap untuk pergi. Lalu aku memanggilnya tapi ia tak mendengar. Kemudian aku ambil jilbabku dan aku berlari dari atas ke bawah tanpa memperdulikan darah yg bercecer dari rahimku untuk mengejarnya tapi ia begitu cepat pergi.

Aku merasa ada yang aneh dengan suamiku. Ada apa dengan suamiku? Mengapa ia bersikap tidak biasa terhadapku?

Aku tidak bisa diam begitu saja, firasatku mengatakan ada sesuatu. Saat itu juga aku langsung menelpon kerumah mertuaku dan kebetulan Dian yang mengangkat telponnya, aku bercerita dan aku bertanya apa yang sedang terjadi dengan suamiku. Dengan enteng ia menjawab, “Loe pikir aja sendiri!!!”. Telpon pun langsung terputus.

Ada apa ini? Tanya hatiku penuh dalam kecemasan. Mengapa suamiku berubah setelah ia kembali dari kota kelahirannya. Mengapa ia tak mau berbicara padaku, apalagi memanjakan aku.

Semakin hari ia menjadi orang yang pendiam, seakan ia telah melepas tanggung jawabnya sebagai seorang suami. Kami hanya berbicara seperlunya saja, aku selalu diintrogasinya. Selalu bertanya aku dari mana dan mengapa pulang terlambat dan ia bertanya dengan nada yg keras. Suamiku telah berubah..

Bahkan yang membuat ku kaget, aku pernah dituduhnya berzina dengan mantan pacarku. Ingin rasanya aku menampar suamiku yang telah menuduhku serendah itu, tapi aku selalu ingat.. sebagaimana pun salahnya seorang suami, status suami tetap di atas para istri, itu pedoman yang aku pegang.

Aku hanya berdo’a semoga suamiku sadar akan prilakunya.

***

Dua tahun berlalu, suamiku tak kunjung berubah juga. Aku menangis setiap malam, lelah menanti seperti ini, kami seperti orang asing yang baru saja berkenalan.

Kemesraan yang kami ciptakan dulu telah sirna. Walaupun kondisinya tetap seperti itu, aku tetap merawatnya & menyiakan segala yang ia perlukan. Penyakitkupun masih aku simpan dengan baik dan sekalipun ia tak pernah bertanya perihal obat apa yang aku minum. Kebahagiaan ku telah sirna, harapan menjadi ibu pun telah aku pendam. Aku tak tahu kapan ini semua akan berakhir.

Bersyukurlah.. aku punya penghasilan sendiri dari aktifitasku sebagai seorang guru ngaji, jadi aku tak perlu meminta uang padanya hanya untuk pengobatan kankerku. Aku pun hanya berobat semampuku.

Sungguh.. suami yang dulu aku puja dan aku banggakan, sekarang telah menjadi orang asing bagiku, setiap aku bertanya ia selalu menyuruhku untuk berpikir sendiri. Tiba-tiba saja malam itu setelah makan malam usai, suamiku memanggilku.

“Ya, ada apa Yah!” sahutku dengan memanggil nama kesayangannya “Ayah”.

“Lusa kita siap-siap ke Sabang ya.” Jawabnya tegas.

“Ada apa? Mengapa?”, sahutku penuh dengan keheranan.

Astaghfirullah.. suami ku yang dulu lembut tiba-tiba saja menjadi kasar, dia membentakku. Sehingga tak ada lagi kelanjutan diskusi antara kami.

Dia mengatakan ”Kau ikut saja jangan banyak tanya!!”

Lalu aku pun bersegera mengemasi barang-barang yang akan dibawa ke Sabang sambil menangis, sedih karena suamiku kini tak ku kenal lagi.

Lima tahun kami menikah dan sudah 2 tahun pula ia menjadi orang asing buatku. Ku lihat kamar kami yg dulu hangat penuh cinta yang dihiasi foto pernikahan kami, sekarang menjadi dingin.. sangat dingin dari batu es. Aku menangis dengan kebingungan ini. Ingin rasanya aku berontak berteriak, tapi aku tak bisa.

Suamiku tak suka dengan wanita yang kasar, ngomong dengan nada tinggi, suka membanting barang-barang. Dia bilang perbuatan itu menunjukkan sikap ketidakhormatan kepadanya. Aku hanya bisa bersabar menantinya bicara dan sabar mengobati penyakitku ini, dalam kesendirianku..

***

Kami telah sampai di Sabang, aku masih merasa lelah karena semalaman aku tidak tidur karena terus berpikir. Keluarga besarnya juga telah berkumpul disana, termasuk ibu & adik-adiknya. Aku tidak tahu ada acara apa ini..

Aku dan suamiku pun masuk ke kamar kami. Suamiku tak betah didalam kamar tua itu, ia pun langsung keluar bergabung dengan keluarga besarnya.

Baru saja aku membongkar koper kami dan ingin memasukkannya ke dalam lemari tua yg berada di dekat pintu kamar, lemari tua yang telah ada sebelum suamiku lahir, tiba-tiba Tante Lia, tante yang sangat baik padaku memanggil ku untuk bersegera berkumpul diruang tengah, aku pun menuju ke ruang keluarga yang berada ditengah rumah besar itu, yang tampak seperti rumah zaman peninggalan belanda.

Kemudian aku duduk disamping suamiku, dan suamiku menunduk penuh dengan kebisuan, aku tak berani bertanya padanya.

Tiba-tiba saja neneknya, orang yang dianggap paling tua dan paling berhak atas semuanya, membuka pembicaraan.

“Baiklah, karena kalian telah berkumpul, nenek ingin bicara dengan kau Fisha”. Neneknya berbicara sangat tegas, dengan sorot mata yang tajam.

”Ada apa ya Nek?” sahutku dengan penuh tanya..

Nenek pun menjawab, “Kau telah bergabung dengan keluarga kami hampir 8 tahun, sampai saat ini kami tak melihat tanda-tanda kehamilan yang sempurna sebab selama ini kau selalu keguguran!!“.

Aku menangis.. untuk inikah aku diundang kemari? Untuk dihina ataukah dipisahkan dengan suamiku?

“Sebenarnya kami sudah punya calon untuk Fikri, dari dulu.. sebelum kau menikah dengannya. Tapi Fikri anak yang keras kepala, tak mau di atur,dan akhirnya menikahlah ia dengan kau.” Neneknya berbicara sangat lantang, mungkin logat orang Sabang seperti itu semua.

Aku hanya bisa tersenyum dan melihat wajah suamiku yang kosong matanya.

“Dan aku dengar dari ibu mertuamu kau pun sudah berkenalan dengannya”, neneknya masih melanjutkan pembicaraan itu.

Sedangkan suamiku hanya terdiam saja, tapi aku lihat air matanya. Ingin aku peluk suamiku agar ia kuat dengan semua ini, tapi aku tak punya keberanian itu.

Neneknya masih saja berbicara panjang lebar dan yang terakhir dari ucapannya dengan mimik wajah yang sangat menantang kemudian berkata, “kau maunya gimana? kau dimadu atau diceraikan?“

MasyaAllah.. kuatkan hati ini.. aku ingin jatuh pingsan. Hati ini seakan remuk mendengarnya, hancur hatiku. Mengapa keluarganya bersikap seperti ini terhadapku..

Aku selalu munutupi masalah ini dari kedua orang tuaku yang tinggal di pulau

kayu, mereka mengira aku sangat bahagia 2 tahun belakangan ini.

“Fish, jawab!.” Dengan tegas Ibunya langsung memintaku untuk menjawab.

Aku langsung memegang tangan suamiku. Dengan tangan yang dingin dan gemetar aku menjawab dengan tegas.

Walaupun aku tidak bisa berdiskusi dulu dengan imamku, tapi aku dapat berdiskusi dengannya melalui bathiniah.

‘’Untuk kebaikan dan masa depan keluarga ini, aku akan menyambut baik seorang wanita baru dirumah kami..”

Itu yang aku jawab, dengan kata lain aku rela cintaku dibagi. Dan pada saat itu juga suamiku memandangku dengan tetesan air mata, tapi air mataku tak sedikit pun menetes di hadapan mereka.

Aku lalu bertanya kepada suamiku, “Ayah siapakah yang akan menjadi sahabatku dirumah kita nanti, yah?”

Suamiku menjawab, ”Dia Desi!”

Aku pun langsung menarik napas dan langsung berbicara, ”Kapan pernikahannya berlangsung? Apa yang harus saya siapkan dalam pernikahan ini Nek?.”

Ayah mertuaku menjawab, “Pernikahannya 2 minggu lagi.”

”Baiklah kalo begitu saya akan menelpon pembantu di rumah, untuk menyuruhnya mengurus KK kami ke kelurahan besok”, setelah berbicara seperti itu aku permisi untuk pamit ke kamar.

Tak tahan lagi.. air mata ini akan turun, aku berjalan sangat cepat, aku buka pintu kamar dan aku langsung duduk di tempat tidur. Ingin berteriak, tapi aku sendiri disini. Tak kuat rasanya menerima hal ini, cintaku telah dibagi. Sakit. Diiringi akutnya penyakitku..

Apakah karena ini suamiku menjadi orang yang asing selama 2 tahun belakangan ini?

Aku berjalan menuju ke meja rias, kubuka jilbabku, aku bercermin sambil bertanya-tanya, “sudah tidak cantikkah aku ini?“

Ku ambil sisirku, aku menyisiri rambutku yang setiap hari rontok. Kulihat wajahku, ternyata aku memang sudah tidak cantik lagi, rambutku sudah hampir habis.. kepalaku sudah botak dibagian tengahnya.

Tiba-tiba pintu kamar ini terbuka, ternyata suamiku yang datang, ia berdiri dibelakangku. Tak kuhapus air mata ini, aku bersegera memandangnya dari cermin meja rias itu.

Kami diam sejenak, lalu aku mulai pembicaraan, “terima kasih ayah, kamu memberi sahabat kepada ku. Jadi aku tak perlu sedih lagi saat ditinggal pergi kamu nanti! Iya kan?.”

Suamiku mengangguk sambil melihat kepalaku tapi tak sedikitpun ia tersenyum dan bertanya kenapa rambutku rontok, dia hanya mengatakan jangan salah memakai shampo.

Dalam hatiku bertanya, “mengapa ia sangat cuek?” dan ia sudah tak memanjakanku lagi. Lalu dia berkata, “sudah malam, kita istirahat yuk!“

“Aku sholat isya dulu baru aku tidur”, jawabku tenang.

Dalam sholat dan dalam tidur aku menangis. Ku hitung mundur waktu, kapan aku akan berbagi suami dengannya. Aku pun ikut sibuk mengurusi pernikahan suamiku.

Aku tak tahu kalau Desi orang Sabang juga. Sudahlah, ini mungkin takdirku. Aku ingin suamiku kembali seperti dulu, yang sangat memanjakan aku atas rasa sayang dan cintanya itu..

***

Malam sebelum hari pernikahan suamiku, aku menulis curahan hatiku di laptopku.

Di laptop aku menulis saat-saat terakhirku melihat suamiku, aku marah pada suamiku yang telah menelantarkanku. Aku menangis melihat suamiku yang sedang tidur pulas, apa salahku? sampai ia berlaku sekejam itu kepadaku. Aku

save di mydocument yang bertitle “Aku Mencintaimu Suamiku.”

Hari pernikahan telah tiba, aku telah siap, tapi aku tak sanggup untuk keluar. Aku berdiri didekat jendela, aku melihat matahari, karena mungkin saja aku takkan bisa melihat sinarnya lagi. Aku berdiri sangat lama.. lalu suamiku yang telah siap dengan pakaian pengantinnya masuk dan berbicara padaku.

“Apakah kamu sudah siap?”

Kuhapus airmata yang menetes diwajahku sambil berkata :

“Nanti jika ia telah sah jadi istrimu, ketika kamu membawa ia masuk kedalam rumah ini, cucilah kakinya sebagaimana kamu mencuci kakiku dulu, lalu ketika kalian masuk ke dalam kamar pengantin bacakan do’a di ubun-ubunnya sebagaimana yang kamu lakukan padaku dulu. Lalu setelah itu..”, perkataanku terhenti karena tak sanggup aku meneruskan pembicaraan itu, aku ingin menagis meledak.

Tiba-tiba suamiku menjawab “Lalu apa Bunda?”

Aku kaget mendengar kata itu, yang tadinya aku menunduk seketika aku langsung menatapnya dengan mata yang berbinar-binar…

“Bisa kamu ulangi apa yang kamu ucapkan barusan?”, pintaku tuk menyakini bahwa kuping ini tidak salah mendengar.

Dia mengangguk dan berkata, ”Baik bunda akan ayah ulangi, lalu apa bunda?”, sambil ia mengelus wajah dan menghapus airmataku, dia agak sedikit membungkuk karena dia sangat tinggi, aku hanya sedadanya saja.

Dia tersenyum sambil berkata, ”Kita lihat saja nanti ya!”. Dia memelukku dan berkata, “bunda adalah wanita yang paling kuat yang ayah temui selain mama”..

Kemudian ia mencium keningku, aku langsung memeluknya erat dan berkata, “Ayah, apakah ini akan segera berakhir? Ayah kemana saja? Mengapa Ayah berubah? Aku kangen sama Ayah? Aku kangen belaian kasih sayang Ayah? Aku kangen dengan manjanya Ayah? Aku kesepian Ayah? Dan satu hal lagi yang harus Ayah tau, bahwa aku tidak pernah berzinah! Dulu.. waktu awal kita pacaran, aku memang belum bisa melupakannya, setelah 4 bulan bersama Ayah baru bisa aku terima, jika yang dihadapanku itu adalah lelaki yang aku cari. Bukan berarti aku pernah berzina Ayah.” Aku langsung bersujud di kakinya dan muncium kaki imamku sambil berkata, ”Aku minta maaf Ayah, telah membuatmu susah”.

Saat itu juga, diangkatnya badanku.. ia hanya menangis.

Ia memelukku sangat lama, 2 tahun aku menanti dirinya kembali. Tiba-tiba perutku sakit, ia menyadari bahwa ada yang tidak beres denganku dan ia bertanya, ”bunda baik-baik saja kan?” tanyanya dengan penuh khawatir.

Aku pun menjawab, “bisa memeluk dan melihat kamu kembali seperti dulu itu sudah mebuatku baik, Yah. Aku hanya tak bisa bicara sekarang“. Karena dia akan menikah. Aku tak mau membuat dia khawatir. Dia harus khusyu menjalani acara prosesi akad nikah tersebut.

***

Setelah tiba dimasjid, ijab-qabul pun dimulai. Aku duduk diseberang suamiku.

Aku melihat suamiku duduk berdampingan dengan perempuan itu, membuat hati ini cemburu, ingin berteriak mengatakan, “Ayah jangan!!”, tapi aku ingat akan kondisiku.

Jantung ini berdebar kencang saat mendengar ijab-qabul tersebut. Begitu ijab-qabul selesai, aku menarik napas panjang. Tante Lia, tante yang baik itu, memelukku.. Dalam hati aku berusaha untuk menguatkan hati ini. Ya… aku kuat.

Tak sanggup aku melihat mereka duduk bersanding dipelaminan. Orang-orang yang hadir di acara resepsi itu iba melihatku, mereka melihatku dengan tatapan sangat aneh, mungkin melihat wajahku yang selalu tersenyum, tapi dibalik itu.. hatiku menangis.

Sampai dirumah, suamiku langsung masuk ke dalam rumah begitu saja. Tak mencuci kakinya. Aku sangat heran dengan perilakunya. Apa iya, dia tidak suka dengan pernikahan ini?

Sementara itu Desi disambut hangat di dalam keluarga suamiku, tak seperti aku dahulu, yang di musuhi.

Malam ini aku tak bisa tidur, bagaimana bisa? Suamiku akan tidur dengan perempuan yang sangat aku cemburui. Aku tak tahu apa yang sedang mereka lakukan didalam sana.

Sepertiga malam pada saat aku ingin sholat lail aku keluar untuk berwudhu, lalu aku melihat ada lelaki yang mirip suamiku tidur disofa ruang tengah. Kudekati lalu kulihat. Masya Allah.. suamiku tak tidur dengan wanita itu, ia ternyata tidur disofa, aku duduk disofa itu sambil menghelus wajahnya yang lelah, tiba-tiba ia memegang tangan kiriku, tentu saja aku kaget.

“Kamu datang ke sini, aku pun tahu”, ia berkata seperti itu. Aku tersenyum dan megajaknya sholat lail. Setelah sholat lail ia berkata, “maafkan aku, aku tak boleh menyakitimu, kamu menderita karena ego nya aku. Besok kita pulang ke Jakarta, biar Desi pulang dengan mama, papa dan juga adik-adikku”

Aku menatapnya dengan penuh keheranan. Tapi ia langsung mengajakku untuk istirahat. Saat tidur ia memelukku sangat erat. Aku tersenyum saja, sudah lama ini tidak terjadi. Ya Allah.. apakah Engkau akan menyuruh malaikat maut untuk mengambil nyawaku sekarang ini, karena aku telah merasakan kehadirannya saat ini. Tapi.. masih bisakah engkau ijinkan aku untuk merasakan kehangatan dari suamiku yang telah hilang selama 2 tahun ini..

Suamiku berbisik, “Bunda kok kurus?”

Aku menangis dalam kebisuan. Pelukannya masih bisa aku rasakan.

Aku pun berkata, “Ayah kenapa tidak tidur dengan Desi?”

”Aku kangen sama kamu Bunda, aku tak mau menyakitimu lagi. Kamu sudah sering terluka oleh sikapku yang egois.” Dengan lembut suamiku menjawab seperti itu.

Lalu suamiku berkata, ”Bun, Ayah minta maaf telah menelantarkan bunda.. Selama ayah di Sabang, ayah dengar kalau bunda tidak tulus mencintai ayah, bunda seperti mengejar sesuatu, seperti mengejar harta ayah dan satu lagi.. ayah pernah melihat sms bunda dengan mantan pacar bunda dimana isinya kalau bunda gak mau berbuat “seperti itu” dan tulisan seperti itu diberi tanda kutip (“seperti itu”). Ayah ingin ngomong tapi takut bunda tersinggung dan ayah berpikir kalau bunda pernah tidur dengannya sebelum bunda bertemu ayah, terus ayah dimarahi oleh keluarga ayah karena ayah terlalu memanjakan bunda..”

Hati ini sakit ketika difitnah oleh suamiku, ketika tidak ada kepercayaan di dirinya, hanya karena omongan keluarganya yang tidak pernah melihat betapa tulusnya aku mencintai pasangan seumur hidupku ini.

Aku hanya menjawab, “Aku sudah ceritakan itu kan Yah.. Aku tidak pernah berzinah dan aku mencintaimu setulus hatiku, jika aku hanya mengejar hartamu, mengapa aku memilih kamu? Padahal banyak lelaki yang lebih mapan darimu waktu itu Yah.. Jika aku hanya mengejar hartamu, aku tak mungkin setiap hari menangis karena menderita mencintaimu..“

Entah aku harus bahagia atau aku harus sedih karena sahabatku sendirian dikamar pengantin itu. Malam itu, aku menyelesaikan masalahku dengan suamiku dan berusaha memaafkannya beserta sikap keluarganya juga.

Karena aku tak mau mati dalam hati yang penuh dengan rasa benci.

***

Keesokan harinya…

Ketika aku ingin terbangun untuk mengambil wudhu, kepalaku pusing, rahimku sakit sekali.. aku mengalami pendarahan dan suamiku kaget bukan main, ia langsung menggendongku.

Aku pun dilarikan ke rumah sakit..

Dari kejauhan aku mendengar suara zikir suamiku..

Aku merasakan tanganku basah..

Ketika kubuka mata ini, kulihat wajah suamiku penuh dengan rasa kekhawatiran.

Ia menggenggam tanganku dengan erat.. Dan mengatakan, ”Bunda, Ayah minta maaf…”

Berkali-kali ia mengucapkan hal itu. Dalam hatiku, apa ia tahu apa yang terjadi padaku?

Aku berkata dengan suara yang lirih, ”Yah, bunda ingin pulang.. bunda ingin bertemu kedua orang tua bunda, anterin bunda kesana ya, Yah..”

“Ayah jangan berubah lagi ya! Janji ya, Yah… !!! Bunda sayang banget sama Ayah.”

Tiba-tiba saja kakiku sakit sangat sakit, sakitnya semakin keatas, kakiku sudah tak bisa bergerak lagi.. aku tak kuat lagi memegang tangan suamiku. Kulihat wajahnya yang tampan, berlinang air mata.

Sebelum mata ini tertutup, kulafazkan kalimat syahadat dan ditutup dengan kalimat tahlil.

Aku bahagia melihat suamiku punya pengganti diriku..

Aku bahagia selalu melayaninya dalam suka dan duka..

Menemaninya dalam ketika ia mengalami kesulitan dari kami pacaran sampai kami menikah.

Aku bahagia bersuamikan dia. Dia adalah nafasku.

Untuk Ibu mertuaku : “Maafkan aku telah hadir didalam kehidupan anakmu sampai aku hidup didalam hati anakmu. Ketahuilah Ma.. dari dulu aku selalu berdo’a agar Mama merestui hubungan kami.

Mengapa engkau fitnah diriku didepan suamiku, apa engkau punya buktinya Ma?

Mengapa engkau sangat cemburu padaku Ma?

Fikri tetap milikmu Ma, aku tak pernah menyuruhnya untuk durhaka kepadamu, dari dulu aku selalu mengerti apa yang kamu inginkan dari anakmu, tapi mengapa kau benci diriku.. Dengan Desi kau sangat baik tetapi denganku menantumu kau bersikap sebaliknya..”

***

Setelah ku buka laptop, kubaca curhatan istriku.

==========================
===========================

Ayah, mengapa keluargamu sangat membenciku?

Aku dihina oleh mereka ayah..

Mengapa mereka bisa baik terhadapku pada saat ada dirimu?

Pernah suatu ketika aku bertemu Dian di jalan, aku menegurnya karena dia adik iparku tapi aku disambut dengan wajah ketidaksukaannya. Sangat terlihat Ayah..

Tapi ketika engkau bersamaku, Dian sangat baik, sangat manis dan ia memanggilku dengan panggilan yang sangat menghormatiku. Mengapa seperti itu ayah ?

Aku tak bisa berbicara tentang ini padamu, karena aku tahu kamu pasti membela adikmu, tak ada gunanya Yah..

Aku diusir dari rumah sakit.

Aku tak boleh merawat suamiku.

Aku cemburu pada Desi yang sangat akrab dengan mertuaku.

Tiap hari ia datang ke rumah sakit bersama mertuaku.

Aku sangat marah..

Jika aku membicarakan hal ini pada suamiku, ia akan pasti membela Desi dan

ibunya..

Aku tak mau sakit hati lagi..

Ya Allah kuatkan aku, maafkan aku..

Engkau Maha Adil..

Berilah keadilan ini padaku, Ya Allah..

Ayah sudah berubah, ayah sudah tak sayang lagi pada ku..

Aku berusaha untuk mandiri ayah, aku tak akan bermanja-manja lagi padamu..

Aku kuat ayah dalam kesakitan ini..

Lihatlah ayah, aku kuat walaupun penyakit kanker ini terus menyerangku..

Aku bisa melakukan ini semua sendiri ayah..

Besok suamiku akan menikah dengan perempuan itu. Perempuan yang aku benci, yang aku cemburui, tapi aku tak boleh egois, ini untuk kebahagian keluarga suamiku. Aku harus sadar diri.

Ayah, sebenarnya aku tak mau diduakan olehmu..

Mengapa harus Desi yang menjadi sahabatku?

Ayah.. aku masih tak rela..

Tapi aku harus ikhlas menerimanya.

Pagi nanti suamiku melangsungkan pernikahan keduanya. Semoga saja aku masih punya waktu untuk melihatnya tersenyum untukku. Aku ingin sekali merasakan kasih sayangnya yang terakhir. Sebelum ajal ini menjemputku.

”Ayah.. aku kangen Ayah..”

=====================================================

’’Dan kini aku telah membawamu ke orang tuamu, Bunda..

Aku akan mengunjungimu sebulan sekali bersama Desi di Pulau Kayu ini.

Aku akan selalu membawakanmu bunga mawar yang berwana pink yang mencerminkan keceriaan hatimu yang sakit tertusuk duri.’’

Bunda tetap cantik, selalu tersenyum disaat tidur..

Bunda akan selalu hidup dihati ayah..

Bunda.. Desi tak sepertimu, yang tidak pernah marah..

Desi sangat berbeda denganmu, ia tak pernah membersihkan telingaku, rambutku tak pernah di creambathnya, kakiku pun tak pernah dicucinya.

Ayah menyesal telah menelantarkanmu selama 2 tahun, kamu sakit pun aku tak perduli, hidup dalam kesendirianmu..

Seandainya Ayah tak menelantarkan Bunda, mungkin Ayah masih bisa tidur dengan belaian tangan Bunda yang halus..

Sekarang Ayah sadar, bahwa ayah sangat membutuhkan bunda..

Bunda.. kamu wanita yang paling tegar yang pernah kutemui..

Aku menyesal telah asik dalam ke-egoanku..

Bunda.. maafkan aku.. Bunda tidur tetap manis. Senyum manjamu terlihat di tidurmu yang panjang..

’’Maafkan aku, tak bisa bersikap adil dan membahagiakanmu, aku selalu meng-iyakan apa kata ibuku, karena aku takut menjadi anak durhaka.

Maafkan aku ketika kau di fitnah oleh keluargaku, aku percaya begitu saja..

Apakah Bunda akan mendapat pengganti ayah di surga sana?

Apakah Bunda tetap menanti ayah disana? Tetap setia dialam sana?

Tunggulah Ayah disana Bunda..

Bisakan? Seperti Bunda menunggu ayah di sini.. Aku mohon..

’’Ayah Sayang Bunda….’’