Minggu, 11 November 2012
:(
Lagi-lagi seperti ini, seperti ini terus-terusan..
Gini lagi, gini terus..
Ya Allah, aku pasti kuat.. :( :( :( :( :(
Senin, 20 Agustus 2012
:-|
Pernah begitu mengharapkan suatu hari cepat datang..
Tapi ketika saatnya benar benar tiba, justru ingin ia cepat berlalu..
Astaghfirullah.. :(
Jumat, 08 Juli 2011
mamah..
Dalam derai air mata, dalam haru biru senandung cinta untukmu,
aku panjatkan sepenggal do'a atas menipisnya jarak antara jasad dengan kehidupan yang kekal itu..
Hari ini wanita terbaik dalam kehidupanku menambahkan 1 angka pada usianya..
itulah kau mamah..
semoga sisa umurmu selalu diberkahi..
Selalu bergetar diri ini, setiap kali mencoba mengingat-ingat BAKTI APA yang sudah aku usahakan untukmu, seseorang yang tlah begitu tulus melahirkan, mencintai, membesarkan hati, merawat raga dan menempa jiwaku..
50 tahun..
ketegaranmu dalam hidup adalah cerminan yang membuat kaki ini selalu mampu melangkah..
Mamah..
maafkanlah anakmu ini, karna sampai sekarang aku belum bisa membuatmu bangga..
belumlah bisa menjadi wanita sholehah seperti harapanmu..
maafkanlah aku karena terlalu banyak salah yang aku lakukan disetiap harinya..
maafkanlah karena ternyata menjaga sikap dan menjadi baik itu perlu perjuangan, dan sangat sulit..
aku selalu berharap TAK AKAN PERNAH menjadi pemberatmu ketika pertanggungjawaban di hadapan-Nya..
Mamah..
terimakasih tlah menjadi arsitek terbaik dalam hidupku,
yang tlah membangun tiang-tiang kekuatan untuk bekal perjalananku,
membangun dinding-dinding keikhlasan untuk mantapkan setiap langkahku,
melapisi atapnya dgn harapan tempat terindah disisi-Nya, agar aku tak pernah ragu berpijak,
dan terimakasih tlah kau suapkan manisan cinta dari piring-piring ketulusan,
yang menguatkanku dari pahitnya kehidupan . .
Mamah..
semoga Allah menerima senandung tasbih, takbir dan tahlilmu yang menggema di tiap malam,
semoga Allah mmberikan harga yang brlipat bagi tetesan keringatmu yg mengalir di tengah balutan terik matahari,
semoga Allah mencatat dan menggandakan balasan untuk setiap langkah-langkahmu meski dalam lelah dan sakit . .
dan semoga Allah tlah menyiapkan tempat terbaik bagimu di Syurga-Nya..
mamah sayang, aku menCINTAimu karena Allah..^^
^Ya Allah dekatkanlah ia pada syurga-Mu, sebagaimana ia selalu mendekatkanku pada-Mu^
aku panjatkan sepenggal do'a atas menipisnya jarak antara jasad dengan kehidupan yang kekal itu..
Hari ini wanita terbaik dalam kehidupanku menambahkan 1 angka pada usianya..
itulah kau mamah..
semoga sisa umurmu selalu diberkahi..
Selalu bergetar diri ini, setiap kali mencoba mengingat-ingat BAKTI APA yang sudah aku usahakan untukmu, seseorang yang tlah begitu tulus melahirkan, mencintai, membesarkan hati, merawat raga dan menempa jiwaku..
50 tahun..
ketegaranmu dalam hidup adalah cerminan yang membuat kaki ini selalu mampu melangkah..
Mamah..
maafkanlah anakmu ini, karna sampai sekarang aku belum bisa membuatmu bangga..
belumlah bisa menjadi wanita sholehah seperti harapanmu..
maafkanlah aku karena terlalu banyak salah yang aku lakukan disetiap harinya..
maafkanlah karena ternyata menjaga sikap dan menjadi baik itu perlu perjuangan, dan sangat sulit..
aku selalu berharap TAK AKAN PERNAH menjadi pemberatmu ketika pertanggungjawaban di hadapan-Nya..
Mamah..
terimakasih tlah menjadi arsitek terbaik dalam hidupku,
yang tlah membangun tiang-tiang kekuatan untuk bekal perjalananku,
membangun dinding-dinding keikhlasan untuk mantapkan setiap langkahku,
melapisi atapnya dgn harapan tempat terindah disisi-Nya, agar aku tak pernah ragu berpijak,
dan terimakasih tlah kau suapkan manisan cinta dari piring-piring ketulusan,
yang menguatkanku dari pahitnya kehidupan . .
Mamah..
semoga Allah menerima senandung tasbih, takbir dan tahlilmu yang menggema di tiap malam,
semoga Allah mmberikan harga yang brlipat bagi tetesan keringatmu yg mengalir di tengah balutan terik matahari,
semoga Allah mencatat dan menggandakan balasan untuk setiap langkah-langkahmu meski dalam lelah dan sakit . .
dan semoga Allah tlah menyiapkan tempat terbaik bagimu di Syurga-Nya..
sekali lagi selamat ulang tahun mamah..
semoga usiamu slalu diberkahi-Nya..
aku yakin Allah akan senantiasa menjagamu saat terlelap maupun saat terjaga..
SETIAP SAAT..
^^
mamah sayang, aku menCINTAimu karena Allah..^^
^Ya Allah dekatkanlah ia pada syurga-Mu, sebagaimana ia selalu mendekatkanku pada-Mu^
Jumat, 03 Juni 2011
Calon Ibu Mertua..
Assalamu’alaikum Wr Wb..
Sebelum aku terus menggores kata dalam tulisan ini..
Ijinkanlah dengan segala kerendahan hatiku memperkenalkan diri terlebih dahulu
duhai calon IBU MERTUAKU..
Perkenalkanlah..
aku adalah wanita biasa dengan kepribadian yang teramat sangat biasa
dan akupun dari kalangan keluarga yang biasa saja…
Aku bukanlah Khadijah ra
istri tercinta Rasul, seorang wanita yang luar biasa dalam sejarah wanita islam dan wanita yang teramat mulia..
Aku bukanlah Aisyah ra
Seorang wanita yang utama dalam ketakwaannya..
Bukan pula Fatimah Az Zahra yang sangat utama dalam Ketabahannya..
Tidak pula seperti Zulaikha yang teramat sangat cantiknya..
Apalagi al Khansa yang sangat pandai mendidik mujahid – mujahid kecilnya..
Tapi..
Seperti yang sebelumnya aku utarakan, aku hanya wanita biasa ibu..
Dengan ketakwaan yang biasa..
Ketabahan yang tak seberapa..
Dan kecantikkankupun tak pantas di perhitungkan..
Namun ibu..
Aku adalah wanita akhir zaman
Yang punya cita – cita, menjadi wanita Sholehah…
Yang akan berusaha berbakti pada calon Suamiku..
dan juga padamu Calon Ibu mertuaku..
AKU BUKANLAH MUSUHMU yang hendak merebut perhatian dan kasih sayang anakmu..
Tapi aku akan menjadi rekanmu untuk memberikan kasih sayang pada anak tercintamu..
Dan kelak pada anak-anakku, calon cucu mu duhai ibu..
Engkau tak perlu khawatir ibu,…
Aku tak akan memonopoli perhatian anakmu,…
Tapi insya Allah aku akan menjadikannya lebih taat padamu..
Karena akan aku katakan padanya bahwa “engkau lah yang utama patut mendapat perhatiannya lalu aku”
Akupun tak akan marah jika engkau membantu mengatur rumah tangga kami..
Karena sebagai wanita yang baru menikah patutlah aku belajar darimu yang berlimbah pengalaman..
Dan engkau yang lebih tau keinginan anakmu..
Duhai, Calon ibu mertuaku..
Aku harap kita bisa menjadi rekan yang baik,
Karena pernikahan adalah membuka tabir rahasia antara aku dan anakmu…
Butuh banyak kesabaran untuk menghadapi banyaknya kejutan – kejutan dari perbedaan antara kami..
Aku berharap engkau dapat menjadi penasehat jika ku sedang dalam ke-alpaan…
Menjadi pendegar yang setia saat aku ingin berbagi….
Karena aku bukanlah siti hajar yang sabar dalam penderitaan….
Wassalamu’alaikum, Wr Wb..
Calon Menantumu..
Subhanallah, begitu indah suratnya..
akan ada kalanya, kelak , kita akan menjadi seorang istri, seorang menantu dan seorang ibu.. Insya Allah..
Dan kita akan memiliki orang tua yang baru..
Orang tua yang juga berhak mendapatkan kasih sayang dari kita..
Orang tua yang juga berhak kita jaga dan lindungi..
Orang tua yg juga wajib kita do’akan..
Otang tua yang akan membimbing kita dengan kesabaran ketika kita bersedih..
Orang tua yang akan kita rawat ketika ia terbaring sakit...
Orang tua yang akan kita bagi kebahagiaan ketika kita senang...
Orang tua yang juga akan kita cium tangannya dan selalu kita doakan di setiap shalat kita seperti orang tua kita sendiri...
Mungkin akan banyak hal yang terjadi nanti..
Proses pengenalan, saling mengasihi, saling membantu, hingga perbedaan pendapat..
Ketika seorang ibu, merasa cemas seorang anak laki - laki yang begitu disayanginya..
yang ia rawat sejak kecil dengan penuh perjuangan, peluh, canda, tawa dan kasih sayang...
Memohon izin untuk menyempurnakan separuh agamanya...
Yang mungkin kelak akan menghampiri istrinya untuk berbagi suka maupun duka, bukan lagi kepadanya..
Tentu perasaan takut kehilangan itu akan hadir dalam hatinya..
Tapi sebait kalimat yang ingin aku ucapkan untuk calon mertuaku kelak...
Jangan khawatir ibunda,ananda takkan pernah mengambilnya dari dekapanmu, bahkan ananda berharap bisa menjadi seorang anak yang dapat berbakti kepada ibunda kelak seperti kepada ibunda ananda sendiri, dan izinkanlah saat waktu itu tiba2, ananda dapat menjadi sahabat ibunda dalam membahagiakan laki - laki yang sama-sama kita cintai...
Jagalah Ia Ya Rabb..
Izinkanlah Hamba menjadi menantu yang shalehah dapat membuat Beliau Tersenyum kelak..
Sebelum aku terus menggores kata dalam tulisan ini..
Ijinkanlah dengan segala kerendahan hatiku memperkenalkan diri terlebih dahulu
duhai calon IBU MERTUAKU..
Perkenalkanlah..
aku adalah wanita biasa dengan kepribadian yang teramat sangat biasa
dan akupun dari kalangan keluarga yang biasa saja…
Aku bukanlah Khadijah ra
istri tercinta Rasul, seorang wanita yang luar biasa dalam sejarah wanita islam dan wanita yang teramat mulia..
Aku bukanlah Aisyah ra
Seorang wanita yang utama dalam ketakwaannya..
Bukan pula Fatimah Az Zahra yang sangat utama dalam Ketabahannya..
Tidak pula seperti Zulaikha yang teramat sangat cantiknya..
Apalagi al Khansa yang sangat pandai mendidik mujahid – mujahid kecilnya..
Tapi..
Seperti yang sebelumnya aku utarakan, aku hanya wanita biasa ibu..
Dengan ketakwaan yang biasa..
Ketabahan yang tak seberapa..
Dan kecantikkankupun tak pantas di perhitungkan..
Namun ibu..
Aku adalah wanita akhir zaman
Yang punya cita – cita, menjadi wanita Sholehah…
Yang akan berusaha berbakti pada calon Suamiku..
dan juga padamu Calon Ibu mertuaku..
AKU BUKANLAH MUSUHMU yang hendak merebut perhatian dan kasih sayang anakmu..
Tapi aku akan menjadi rekanmu untuk memberikan kasih sayang pada anak tercintamu..
Dan kelak pada anak-anakku, calon cucu mu duhai ibu..
Engkau tak perlu khawatir ibu,…
Aku tak akan memonopoli perhatian anakmu,…
Tapi insya Allah aku akan menjadikannya lebih taat padamu..
Karena akan aku katakan padanya bahwa “engkau lah yang utama patut mendapat perhatiannya lalu aku”
Akupun tak akan marah jika engkau membantu mengatur rumah tangga kami..
Karena sebagai wanita yang baru menikah patutlah aku belajar darimu yang berlimbah pengalaman..
Dan engkau yang lebih tau keinginan anakmu..
Duhai, Calon ibu mertuaku..
Aku harap kita bisa menjadi rekan yang baik,
Karena pernikahan adalah membuka tabir rahasia antara aku dan anakmu…
Butuh banyak kesabaran untuk menghadapi banyaknya kejutan – kejutan dari perbedaan antara kami..
Aku berharap engkau dapat menjadi penasehat jika ku sedang dalam ke-alpaan…
Menjadi pendegar yang setia saat aku ingin berbagi….
Karena aku bukanlah siti hajar yang sabar dalam penderitaan….
Wassalamu’alaikum, Wr Wb..
Calon Menantumu..
Subhanallah, begitu indah suratnya..
akan ada kalanya, kelak , kita akan menjadi seorang istri, seorang menantu dan seorang ibu.. Insya Allah..
Dan kita akan memiliki orang tua yang baru..
Orang tua yang juga berhak mendapatkan kasih sayang dari kita..
Orang tua yang juga berhak kita jaga dan lindungi..
Orang tua yg juga wajib kita do’akan..
Otang tua yang akan membimbing kita dengan kesabaran ketika kita bersedih..
Orang tua yang akan kita rawat ketika ia terbaring sakit...
Orang tua yang akan kita bagi kebahagiaan ketika kita senang...
Orang tua yang juga akan kita cium tangannya dan selalu kita doakan di setiap shalat kita seperti orang tua kita sendiri...
Mungkin akan banyak hal yang terjadi nanti..
Proses pengenalan, saling mengasihi, saling membantu, hingga perbedaan pendapat..
Ketika seorang ibu, merasa cemas seorang anak laki - laki yang begitu disayanginya..
yang ia rawat sejak kecil dengan penuh perjuangan, peluh, canda, tawa dan kasih sayang...
Memohon izin untuk menyempurnakan separuh agamanya...
Yang mungkin kelak akan menghampiri istrinya untuk berbagi suka maupun duka, bukan lagi kepadanya..
Tentu perasaan takut kehilangan itu akan hadir dalam hatinya..
Tapi sebait kalimat yang ingin aku ucapkan untuk calon mertuaku kelak...
Jangan khawatir ibunda,ananda takkan pernah mengambilnya dari dekapanmu, bahkan ananda berharap bisa menjadi seorang anak yang dapat berbakti kepada ibunda kelak seperti kepada ibunda ananda sendiri, dan izinkanlah saat waktu itu tiba2, ananda dapat menjadi sahabat ibunda dalam membahagiakan laki - laki yang sama-sama kita cintai...
Jagalah Ia Ya Rabb..
Izinkanlah Hamba menjadi menantu yang shalehah dapat membuat Beliau Tersenyum kelak..
Kamis, 02 Juni 2011
renungan..
aku coba mengingat-ingat kembali beberapa kejadian akhir-akhir ini..
ada banyak sekali yang membekas..
aku terus menelusuri peristiwa demi peristiwa yang telah aku lewati..
terus menelisik dan dengan teliti coba memasuki masa-masa itu, coba merenungkan semuanya..
apa yang sebenarnya sampai membuat aku seperti ini..
terlalu banyak episode-episode bahagia yang aku lalui, terlalu banyak juga penggalan kegalauan yang menaungi hati..
aku terus dan terus mengusik gelombang jiwa yang melanda hati..
akhir-akhir ini harus aku akui imanku terkikis sedikit demi sedikit, serentetan ibadah yang aku lakukan juga sepertinya hanya rutinitas spiritual tanpa makna..
nurani ku sepertinya kurang peka untuk mengambil hikmah dari setiap kejadian, akibatnya serentetan kejadian itu hanya terlalui sia-sia..
bahkan aku seperti tidak mengenal diriku sendiri..
aku butuh semangat, aku butuh bimbingan, aku butuh kekuatan dan aku butuh penguat..
merenung, merenung, merenung..
setiap malam selalu berkutik dengan aktivitas itu, coba menemukan apa yang sebenarnya salah dari dalam diri ini..
perlahan aku mulai mencari mengapa aku begitu merasa hampa..
tidak semudah itu tapi untuk menemukan jawabannya, berlarut-larut aku menjalaninya..
HINGGA..
saat ini aku sadar, aku tau jawabannya,
aku menyadari semua ini setelah aku seperti terjatuh dari atas langit ketujuh, terhempas begitu saja, SAKIT rasanya..
dan JAWABANnya adalah karena AKU JAUH DARI-NYA..
ya kawan, sangat amat terasa katika hati jauh dari-Nya, yang ada hanyalah harapan-harapan kosong, yang ada hanya serentetan aktivitas tanpa makna dan tanpa berkah, yang ada hanya semua kepalsuan yg dibawa syaithan untuk membutakan mata dan hati kita..
sungguh aku sangat merasakan itu semua kemarin-kemarin..
hati terasa jauh dari ketentraman, gelisah, galau, bingung, bimbang..
ahhh amat terasa sia-sia sepertinya jika hidup ini dilanda rasa itu..
tapi saat ini, aku mencoba bangkit..
mencoba merangkak untuk kembali pada-Nya..
tuntun aku ya Rabb..
amiinn..
ada banyak sekali yang membekas..
aku terus menelusuri peristiwa demi peristiwa yang telah aku lewati..
terus menelisik dan dengan teliti coba memasuki masa-masa itu, coba merenungkan semuanya..
apa yang sebenarnya sampai membuat aku seperti ini..
terlalu banyak episode-episode bahagia yang aku lalui, terlalu banyak juga penggalan kegalauan yang menaungi hati..
aku terus dan terus mengusik gelombang jiwa yang melanda hati..
akhir-akhir ini harus aku akui imanku terkikis sedikit demi sedikit, serentetan ibadah yang aku lakukan juga sepertinya hanya rutinitas spiritual tanpa makna..
nurani ku sepertinya kurang peka untuk mengambil hikmah dari setiap kejadian, akibatnya serentetan kejadian itu hanya terlalui sia-sia..
bahkan aku seperti tidak mengenal diriku sendiri..
aku butuh semangat, aku butuh bimbingan, aku butuh kekuatan dan aku butuh penguat..
merenung, merenung, merenung..
setiap malam selalu berkutik dengan aktivitas itu, coba menemukan apa yang sebenarnya salah dari dalam diri ini..
perlahan aku mulai mencari mengapa aku begitu merasa hampa..
tidak semudah itu tapi untuk menemukan jawabannya, berlarut-larut aku menjalaninya..
HINGGA..
saat ini aku sadar, aku tau jawabannya,
aku menyadari semua ini setelah aku seperti terjatuh dari atas langit ketujuh, terhempas begitu saja, SAKIT rasanya..
dan JAWABANnya adalah karena AKU JAUH DARI-NYA..
ya kawan, sangat amat terasa katika hati jauh dari-Nya, yang ada hanyalah harapan-harapan kosong, yang ada hanya serentetan aktivitas tanpa makna dan tanpa berkah, yang ada hanya semua kepalsuan yg dibawa syaithan untuk membutakan mata dan hati kita..
sungguh aku sangat merasakan itu semua kemarin-kemarin..
hati terasa jauh dari ketentraman, gelisah, galau, bingung, bimbang..
ahhh amat terasa sia-sia sepertinya jika hidup ini dilanda rasa itu..
tapi saat ini, aku mencoba bangkit..
mencoba merangkak untuk kembali pada-Nya..
tuntun aku ya Rabb..
amiinn..
Kamis, 17 Maret 2011
air mata..
Selalu ada saat-saat dimana perasaan terasa sedemikian sesak..Selalu ada masa ketika aku tak mampu untuk berpikir lagi tentang permasalahan dan ujian-ujian yang Allah berikan..
Selalu ada keadaan dimana aku merasa begitu futur, menderita dan membutuhkan seseorang untuk menguatkan..
Dan ketika saat-saat itu tiba, aku selalu berusaha untuk bisa menanggungnya sendiri..
Berusaha untuk menata kembali hati dan pikiran, aku bukan tipe orang yang bisa dengan mudah membagi cerita tentang keterpurukan-keterpurukan yang aku alami, biarlah aku sendiri yang mencoba menegakkan menara-menara kebahagiaan dan membuatnya menjulang lagi ke atas langit kehidupanku.. Karena ketika itu aku yakin aku miliki DIA yang slalu setia menemani, mendampingi dan membimbingku untuk menyusun keping-keping perasaan yang berserakan..
Tapi ketika aku tidak sanggup lagi melanjutkannya, bukan karena DIA berhenti membantuku, tapi DIA ingin aku tersadar bahwa DIA tlah memberiku banyak kekuatan yang DIA titipkan pada orang tua, keluarga, sahabat-sahabatku dan airmata.. DIA ingin aku berbagi, tapi sampai saat ini aku masih memilih mengambil kekuatannya yang terakhir..
melalui "AIR MATA"..
Ya.. betapa bersyukurnya aku karena Allah tlah menciptakannya dan menjadikannya bagian dari hidupku..
Aku bersyukur karena ia slalu ada disetiap rasaku, bukan hanya ketika aku terpuruk dalam kesedihan, juga ketika aku berada dalam rasa bahagia..
Ketika terpuruk ia hadir dan merembes dipipiku, menghanyutkan sakit dan lukaku, melarutkan marah dan kecewaku.. Dengan kehadirannya aku dapat menikmati setiap luka..
Ketika aku bahagia ia hadir untuk mengingatkanku agar tetap bersyukur atas semua anugerah yang diberikan-Nya itu.. Ia membersamaiku agar aku tak tenggelam dalam buncah kebahagiaan..
Semua itu membuat airmata menjadi hal yang sulit dipisahkan dari kehidupanku, bahkan mungkin juga dari kehidupan banyak orang..
Entah kenapa dari dulu selalu saja mendapat julukan 'cengeng' bahkan waktu aku SMA mendapat predikat 'Mentri Perairan', saking gampangnya untuk menangis.. Bahkan terkadang tak mengenal tempat, waktu dan kondisi..
Tapi aku tetap 'begitu sangat amat' (lebay) bersyukur karena Allah mengizinkan airmata slalu membersamaiku dalam setiap rasa..
Aku yakin bahwa sesungguhnya air mata itu adalah bekal untuk menginsafi segala kelalaian yang telah melanda diri kita, segala dosa-dosa yang telah mengkelamkan hati hingga sukar untuk menerima hidayah dari-Nya..
Jadi, aku tetap pada prinsip aku
"Keluarkanlah air mata dari persembunyiannya di balik kelopak mata.. Menetes, membasahi dan mencuci hati agar putih kembali dan semoga ia dapat meleburkan dosa-dosa yang mendatangkan ampunan dan cinta-Nya"
Aminn.. ^^
Rabu, 16 Maret 2011
bicara Cinta..
Bicara cinta..Setiap orang pasti memiliki prinsip dan pandangan yang berbeda-beda tentang cinta..
memang tidak bisa diseragamkan, karena hal ini terkait dengan hak asasi manusia..
Yap, menurutku cinta adalah hak asasi manusia, makannya kalo ada undang-undang yang melarang manusia untuk saling jatuh cinta, tentulah itu merupakan undang-undang yang dzalim..
Dan selayaknya hak tentu ada kewajibannya..
Nah, seperti apa kewajiban mencintai itu??
Kewajibannya adalah menjaga dan menstabilkan supaya rasa itu ga berlebihan dan melebihi cinta pada Sang Pemberi Cinta..
Berlebihan disini kalo rasa itu udah ngebuat kita lupa dan jauh sama Allah..
Cinta yang membuat Pemberinya cemburu..
Padahal cinta itu kan fitrah manusia yang seharusnya menuntun manusia untuk lebih dekat dengan Allah..
Gimana caranya menstabilkannya??
Susah emang kalo udah menyangkut urusan hati..
Kalo aku pribadi, aku selalu inget kata-kata Ustadz Sallim A. Fillah di bukunya 'Agar Bidadari Cemburu Padamu'..
"Ketika seorang mukmin memaknai cintanya karena Allah, ia selalu dalam kebaikan. Ia memberi 2 arti pada kebersamaan sucinya dengan Allah. Ia merasakan penjagaan sekaligus pengawasan kekasihnya. Dengan penjagaan ia merasa aman dari segala kemudharatan, karena ia memiliki sebuah kalimat yang paling menenangkan ^Sesuatu yang haq takkan kemana, sesuatu yang luput takkan menimpa^"
gimana kata-katanya? Keren kaaann..
Dari kata-kata itu, intinya "Serahin semua sama DIA"..
Karena kita harus yakin, DIA akan memberikan yang jauh lebih baik dari apa yang sudah kita anggap baik..
Jadi, kita tidak perlu merasa tersiksa bila cinta itu tak terbalas, tak perlu gelisah bila ternyata dia yang kita cintai malah mencintai orang lain..
Atau merasa bahwa Allah itu ga sayang sama kita, ahhhh pikiran jadul banget kan itu..
padahal "Seberapapun indahnya mimpi-mimpi dan harapan kita, jauh lebih indah rencana dan ketentuan Allah untuk kita"..
Semua itu pasti akan indah pada waktunya..
Nah ini dia, manusia sering ga sabaran nunggu sampe waktu yang tepat itu datang,
padahal kalo kita bisa yakinin hati kita, semua itu adalah "KEPASTIAN CINTA yang masih TERTUNDA" pasti semuanya akan terasa baik-baik saja..
Kaya lagu Melly "Aku hanya ingin cinta yang halal, dimata dunia juga akhirat. Biar aku sepi, aku hampa, aku basi, Tuhan sayang aku"..
Itu yang penting 'Tuhan sayang aku', yang penting cinta Allah ga akan pernah luntur buat kita..
Menata, menjaga dan mempersiapkan hati untuk dipersembahkan kepada yang berhak tentunya lebih baik..
Daripada terus terkurung dalam lembah penderitaan karena cinta itu sendiri..
Semoga persiapan dan penjagaan itu menjadikan kita layak untuk bertemu pangeran dan bidadari yang Allah siapkan untuk kita..
*Untuk aku dan mereka yang sedang berteman dengan cinta..
Selasa, 15 Maret 2011
Sahabat..
Menurut kalian apa arti sahabat?? apa bedanya dengan teman??
Pasti setiap orang punya definisi yang berbeda tentang artinya..
Setiap orang pasti punya kriteria masing-masing untuk menyebutnya teman atau sahabat..
Atau mungkin ada juga yang menganggap bahwa teman dan sahabat itu sama..
Pada setiap masa dalam kehidupanku, selalu ada orang-orang yang memiliki kedudukan penting. Tentu saja itu adalah orang tua, kaka, adik, mbah putri, mbah kakung, pa'de, bude dan saudara-saudara lainnya. Tapi disini aku lebih tertarik membicarakan tentang sahabat. Yap, mereka adalah yang tidak memiliki ikatan darah dengan kita, yang berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, tapi ajaibnya mereka bisa jadi bagian terpenting dalam hidup seseorang..
Sejak kecil, sahabat memiliki ruang tersendiri dalam hatiku..
Mereka menempati ruangan-ruangan itu kebanyakan tidak bertahan lama, kenapa yah??
Mungkinkah karena aku yang gampang melupakan?? Atau mereka sendiri yang membuat ruangan-ruangan itu terkunci dan sulit untuk dibuka kembali?? Astaghfirullah.. bukan,, bukan..
ternyata semua itu hanya karena masalah waktu..
Mereka pergi satu persatu seiring dengan perputaran waktu dan secara tidak langsung mengharuskan memiliki kehidupan baru yang berarti juga ada kehadiran sahabat-sahabat dan aktivitas yang baru..
Memang sudah Sunatullah, setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan..
Tapi setiap kali perpisahan itu ada, ruangan-ruangan mereka selalu aku kunci rapat-rapat agar tidak ada yang menempati dan menggantikan posisinya..
Dan kuncinya slalu aku simpan agar ketika aku merindukan mereka, aku bisa masuk dan mengingat segala kenangan yang pernah kami lewati..
Dalam perjalanan persahabatan tentulah tidak akan mulus seperti yang setiap orang inginkan..
Perjalanannya mungkin akan dibumbui dengan banyak perbedaan pendapat, perbedaan visi dan misi, perbedaan cara pandang dan banyak perbedaan lainnya, tentu harus dimaklum karena kita bukanlah satu latar belakang yang dididik dengan cara pandang yang sama, kita hanyalah sekumpulan individu-individu yang berusaha untuk menyatukan beragam perbedaan..
Sulitkah?? TENTU SAJA SULIT..
Tapi seperti banyak orang bilang, semakin banyak rintangannya, ikatannya akan semakin kuat.. eummmmm..
Sahabat..
Mungkin dengan mudahnya kita dapat mencari definisi yang begitu indah, search aja di mbah google, banyak banget, ada yang mengungkapkannya dengan kata-kata puitis nan romantis, ada juga dengan kata-kata sederhana namun maknanya begitu kental terasa..
Tapi yang paling sederhana, sahabat itu adalah KEBUTUHAN JIWA..
heumm, tak ada satupun makhluk didunia ini yang tidak membutuhkan sahabat, bukan hanya manusia yang dianugerahi dengan akal, tapi makhluk lain pun memiliki kebutuhan yang sama.. Hanya saja banyak yang gengsi untuk mengekspresikan kebutuhan itu..
Yang terasa paling sulit dari sebuah persahabatan ialah rasa untuk MENGERTI dan DIMENGERTI..
Sungguh sulit, itu pengalaman pribadi..
sulit memang menumbuhkan rasa itu, karena terkadang rasa egois justru jauh lebih besar.. Tapi jika memang persahabatan itu diniatkan karena-Nya, tentu DIA banyak memberikan kemudahan dan melunakkan hati kita.. Dan lagi-lagi itu pengalaman pribadi..
Aku benar-benar pernah merasakan bagaimana nikmatnya berukhuwah, bukan pernah tapi rasa itu bahkan terasa sampai saat ini, disetiap detik-detik perjalanan kehidupanku, aku merasakan kekuatan ukhuwah itu, merasakan kehadiran mereka, dan aku benar-benar bersyukur Allah telah menghadirkan mereka untukku..
Saat ini kami sedang menjalani kehidupan masing-masing, berjuang mewujudkan setiap mimpi yang pernah kami ceritakan bersama..
Berjuang di tempat yang berbeda, dipisahkan oleh jarak..
Dan aku tahu, dalam setiap detik, disetiap tetesan keringat, setiap kelelahan fisik dan pikiran kami, ada ridho-Nya, ada kekuatan ukhuwah kami yang akan menjadi pundi-pundi semangat..
Masing-masing dari kami adalah penghibur ketika ada yang terluka, penenang jiwa ketika ada yang kecewa, pembangkit keyakinan ketika dilanda keraguan, jalan kebahagiaan ketika ada yang gelisah dan cahaya harapan ketika ada yang berada dalam kegelapan..
Mereka dan aku bukanlah yang selalu mengetahui kelemahan kami masing-masing, lalu memberikan kekuatan..
Mereka dan aku bukanlah yang selalu mengetahui kelebihan satu sama lain, lalu memberikan dukungan..
Mereka dan aku bukanlah yang selalu mengetahui masalah yang ada, lalu memberikan bantuan dan pengertian..
Mereka dan aku bukanlah yang selalu mengetahui kesedihan yang dialami, lalu memberikan kegembiraan..
Mereka dan aku bukanlah yang selalu mengetahui cita-cita masing-masing dari kami, lalu memberikan semangat dan dorongan..
Mereka dan aku bukanlah yang selalu mengetahui kealpaan masing-masing diri, lalu memberikan peringatan dan petunjuk..
Mereka dan aku bukanlah yang selalu ada saat bahagia dan tetap bersama saat berduka..
Bukan, bukan itu semua, mereka dan aku hanya manusia biasa, bukan seseorang yang sempurna, bisa salah dan tak selalu seperti yang kita inginkan. Jadi, saling menerimalah apa adanya..
"Ukhuwah yang terbina diantara kami biarlah seperti seuntai tasbih, ada awal tapi tiada akhir. Diciptakan untuk mengingat-Nya, disusun demi mengharap ridho-Nya"
^Untuk MEREKA yang jauh dimata dekat dihati.. Bukan sesuatu yang berharga memang^
Pasti setiap orang punya definisi yang berbeda tentang artinya..
Setiap orang pasti punya kriteria masing-masing untuk menyebutnya teman atau sahabat..
Atau mungkin ada juga yang menganggap bahwa teman dan sahabat itu sama..
Pada setiap masa dalam kehidupanku, selalu ada orang-orang yang memiliki kedudukan penting. Tentu saja itu adalah orang tua, kaka, adik, mbah putri, mbah kakung, pa'de, bude dan saudara-saudara lainnya. Tapi disini aku lebih tertarik membicarakan tentang sahabat. Yap, mereka adalah yang tidak memiliki ikatan darah dengan kita, yang berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, tapi ajaibnya mereka bisa jadi bagian terpenting dalam hidup seseorang..
Sejak kecil, sahabat memiliki ruang tersendiri dalam hatiku..
Mereka menempati ruangan-ruangan itu kebanyakan tidak bertahan lama, kenapa yah??
Mungkinkah karena aku yang gampang melupakan?? Atau mereka sendiri yang membuat ruangan-ruangan itu terkunci dan sulit untuk dibuka kembali?? Astaghfirullah.. bukan,, bukan..
ternyata semua itu hanya karena masalah waktu..
Mereka pergi satu persatu seiring dengan perputaran waktu dan secara tidak langsung mengharuskan memiliki kehidupan baru yang berarti juga ada kehadiran sahabat-sahabat dan aktivitas yang baru..
Memang sudah Sunatullah, setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan..
Tapi setiap kali perpisahan itu ada, ruangan-ruangan mereka selalu aku kunci rapat-rapat agar tidak ada yang menempati dan menggantikan posisinya..
Dan kuncinya slalu aku simpan agar ketika aku merindukan mereka, aku bisa masuk dan mengingat segala kenangan yang pernah kami lewati..
Dalam perjalanan persahabatan tentulah tidak akan mulus seperti yang setiap orang inginkan..
Perjalanannya mungkin akan dibumbui dengan banyak perbedaan pendapat, perbedaan visi dan misi, perbedaan cara pandang dan banyak perbedaan lainnya, tentu harus dimaklum karena kita bukanlah satu latar belakang yang dididik dengan cara pandang yang sama, kita hanyalah sekumpulan individu-individu yang berusaha untuk menyatukan beragam perbedaan..
Sulitkah?? TENTU SAJA SULIT..
Tapi seperti banyak orang bilang, semakin banyak rintangannya, ikatannya akan semakin kuat.. eummmmm..
Sahabat..
Mungkin dengan mudahnya kita dapat mencari definisi yang begitu indah, search aja di mbah google, banyak banget, ada yang mengungkapkannya dengan kata-kata puitis nan romantis, ada juga dengan kata-kata sederhana namun maknanya begitu kental terasa..
Tapi yang paling sederhana, sahabat itu adalah KEBUTUHAN JIWA..
heumm, tak ada satupun makhluk didunia ini yang tidak membutuhkan sahabat, bukan hanya manusia yang dianugerahi dengan akal, tapi makhluk lain pun memiliki kebutuhan yang sama.. Hanya saja banyak yang gengsi untuk mengekspresikan kebutuhan itu..
Dari sahabat kita dapat menemukan berbagai karakter, menemukan berbagai sifat manusia, seperti pelangi yang memiliki berbagai macam warna namun tetap indah terlihat. Begitu pula sahabat, berbagai macam perbedaan itu ada untuk saling melengkapi, untuk saling mengisi kekosongan-kekosongan yang ada pada sahabatnya yang lain..
Yang terasa paling sulit dari sebuah persahabatan ialah rasa untuk MENGERTI dan DIMENGERTI..
Sungguh sulit, itu pengalaman pribadi..
sulit memang menumbuhkan rasa itu, karena terkadang rasa egois justru jauh lebih besar.. Tapi jika memang persahabatan itu diniatkan karena-Nya, tentu DIA banyak memberikan kemudahan dan melunakkan hati kita.. Dan lagi-lagi itu pengalaman pribadi..
Aku benar-benar pernah merasakan bagaimana nikmatnya berukhuwah, bukan pernah tapi rasa itu bahkan terasa sampai saat ini, disetiap detik-detik perjalanan kehidupanku, aku merasakan kekuatan ukhuwah itu, merasakan kehadiran mereka, dan aku benar-benar bersyukur Allah telah menghadirkan mereka untukku..
Saat ini kami sedang menjalani kehidupan masing-masing, berjuang mewujudkan setiap mimpi yang pernah kami ceritakan bersama..
Berjuang di tempat yang berbeda, dipisahkan oleh jarak..
Dan aku tahu, dalam setiap detik, disetiap tetesan keringat, setiap kelelahan fisik dan pikiran kami, ada ridho-Nya, ada kekuatan ukhuwah kami yang akan menjadi pundi-pundi semangat..
Masing-masing dari kami adalah penghibur ketika ada yang terluka, penenang jiwa ketika ada yang kecewa, pembangkit keyakinan ketika dilanda keraguan, jalan kebahagiaan ketika ada yang gelisah dan cahaya harapan ketika ada yang berada dalam kegelapan..
Mereka dan aku bukanlah yang selalu mengetahui kelemahan kami masing-masing, lalu memberikan kekuatan..
Mereka dan aku bukanlah yang selalu mengetahui kelebihan satu sama lain, lalu memberikan dukungan..
Mereka dan aku bukanlah yang selalu mengetahui masalah yang ada, lalu memberikan bantuan dan pengertian..
Mereka dan aku bukanlah yang selalu mengetahui kesedihan yang dialami, lalu memberikan kegembiraan..
Mereka dan aku bukanlah yang selalu mengetahui cita-cita masing-masing dari kami, lalu memberikan semangat dan dorongan..
Mereka dan aku bukanlah yang selalu mengetahui kealpaan masing-masing diri, lalu memberikan peringatan dan petunjuk..
Mereka dan aku bukanlah yang selalu ada saat bahagia dan tetap bersama saat berduka..
Bukan, bukan itu semua, mereka dan aku hanya manusia biasa, bukan seseorang yang sempurna, bisa salah dan tak selalu seperti yang kita inginkan. Jadi, saling menerimalah apa adanya..
"Ukhuwah yang terbina diantara kami biarlah seperti seuntai tasbih, ada awal tapi tiada akhir. Diciptakan untuk mengingat-Nya, disusun demi mengharap ridho-Nya"
"Ukhuwah adalah telaga bagi batin yang rindu akan cinta sejati, tempat jiwa berlabuh untuk saling menguatkan, memberi dan berbagi, didalamnya ada lantunan syahdu yang tulus, yaitu DO'A penuh cinta karna Allah.. Semoga Allah selalu mempersatukan jalinan ukhuwah ini, amin"
Suratan Tuhan kita disini menapaki cerita bersama
Cinta berkawan karna sehati dalam kasih Illahi
Tepiskan hal yang berbeda agar kisahmu teramat panjang
Simpan rapi harapan berkawan selamanya..
^Untuk MEREKA yang jauh dimata dekat dihati.. Bukan sesuatu yang berharga memang^
Senin, 14 Maret 2011
Penyakit yang sering dialami perempuan..
Nangisuitis
Penyebab : Akibat terlalu sensitif.
Tanda dan gejala : bibir cemberut, mata kedip-kedip, mata bengkak, sapu tangan banjir, hidung meler, sering mengurung diri.
Komplikasi : terserang penyakit Curhatitis A.
Pengobatan : Penyakit ini bisa diobati dengan obat Tegaridol, OBH (Obat Berhati Hamba.
Curhatitis B
Tanda dan gejala : Bawaannya ingin bicara terus.
Komplikasi : rahasia orang lain bisa bocor, terkena Nangisuitis.
Penyakit ini bisa diarahkan positif jika ia bercuhatitis pada orang yang tepat, terutama pada Tuhan.
Shooping Syndrome
Tanda dan gejala : pengen jalan mulu, mata melotot.
Komplikasi : lidah ngiler, mulut nganga, dompet jadi tipis. Jika sudah masuk stadium 4(parah banget) dompet orang tua ikut menipis.
Pengobatan : Coba minum hematcold atau tablet PD (Pengendalian Diri).
Cerewetitis
Lebih parah dari Curhatitis B
Tanda gejala : bicara tidak mengandung titik koma, bicara muncrat.
Komplikasi : telinga tetangga bisa budek, dada orang-orang disekitarnya bisa jadi lebih halus karena sering mengelus.
Pengobatan : Lebih sering minum pil dengar dan pengurangan dosis tablet bicara.
Lamanian Dandanotis
tanda gejala : Selalu ingin diam depan cermin, tangan kiri gatal-gatal ingin pegang sisir, tangan kanan kram-kram ingin teplok-teplok pipi menggunakan bedak.
Komplikasi : menor, telat, orang yang menunggu berkarat, gak kebagian makanan.
Pengobatan : Minum segera Sari Bawak (Bagi Waktu) dan Taperi (tambah percaya diri). Untuk pria minum Toleransipil 230 sendok sehari sesudah dan sebelum makan.
Cemburunotomy
Tanda gejala : muka lonjong, tangan mengepal, ahli menukik.
Pengobatan : minum obat sirup prasangka baik tiga sendok sehari, Pil pengertian dan tablet selidiki dahulu.
Ngambekilation
Gejala : hampir sama dengan Cemburubotomy.
Pengobatan : Minum Sabaron dan Bersyukurinis.
Haduuhh, jadi perempuan itu unik yah..
Liat aja penyakit-penyakit yang sering dialaminya.. wkwkwkwkwk
^.^
Penyebab : Akibat terlalu sensitif.
Tanda dan gejala : bibir cemberut, mata kedip-kedip, mata bengkak, sapu tangan banjir, hidung meler, sering mengurung diri.
Komplikasi : terserang penyakit Curhatitis A.
Pengobatan : Penyakit ini bisa diobati dengan obat Tegaridol, OBH (Obat Berhati Hamba.
Curhatitis B
Tanda dan gejala : Bawaannya ingin bicara terus.
Komplikasi : rahasia orang lain bisa bocor, terkena Nangisuitis.
Penyakit ini bisa diarahkan positif jika ia bercuhatitis pada orang yang tepat, terutama pada Tuhan.
Shooping Syndrome
Tanda dan gejala : pengen jalan mulu, mata melotot.
Komplikasi : lidah ngiler, mulut nganga, dompet jadi tipis. Jika sudah masuk stadium 4(parah banget) dompet orang tua ikut menipis.
Pengobatan : Coba minum hematcold atau tablet PD (Pengendalian Diri).
Cerewetitis
Lebih parah dari Curhatitis B
Tanda gejala : bicara tidak mengandung titik koma, bicara muncrat.
Komplikasi : telinga tetangga bisa budek, dada orang-orang disekitarnya bisa jadi lebih halus karena sering mengelus.
Pengobatan : Lebih sering minum pil dengar dan pengurangan dosis tablet bicara.
Lamanian Dandanotis
tanda gejala : Selalu ingin diam depan cermin, tangan kiri gatal-gatal ingin pegang sisir, tangan kanan kram-kram ingin teplok-teplok pipi menggunakan bedak.
Komplikasi : menor, telat, orang yang menunggu berkarat, gak kebagian makanan.
Pengobatan : Minum segera Sari Bawak (Bagi Waktu) dan Taperi (tambah percaya diri). Untuk pria minum Toleransipil 230 sendok sehari sesudah dan sebelum makan.
Cemburunotomy
Tanda gejala : muka lonjong, tangan mengepal, ahli menukik.
Pengobatan : minum obat sirup prasangka baik tiga sendok sehari, Pil pengertian dan tablet selidiki dahulu.
Ngambekilation
Gejala : hampir sama dengan Cemburubotomy.
Pengobatan : Minum Sabaron dan Bersyukurinis.
Haduuhh, jadi perempuan itu unik yah..
Liat aja penyakit-penyakit yang sering dialaminya.. wkwkwkwkwk
^.^
Sabtu, 26 Februari 2011
Pembelajaran Luar Biasa
Bagaimana perasan kita saat menghadapi anak-anak yang tidak pernah bisa diam, suka berantem, ribut terus, cerewet??? pastilah sebagian besar kita merasa jengkel, sebel dan juga ingin marah. Kepala serasa ingin pecah dibuatnya..
heummm itulah yang aku rasakan sekitar setahun kebelakang, semenjak kepindahan ayah ke Palembang dan saat ini pindah lagi ke Banda Aceh itu semua menuntut ibu untuk pindah juga mendampingi ayah.. Maklumlah ayah aku adalah seorang TNI yang harus dengan rela kapanpun dan dimanapun ditugaskan.
Dan selama setahun itulah aku banyak belajar tentang kehidupan seorang ibu yang sesungguhnya, bagaimana cara mengurus rumah, mengurus adik, mengurus makan mereka, mengurus sekolah mereka. Haduuuuuhhh awalnya memang terasa amat sangat berat, terasa berat untuk seorang 'aku' yang tidak terbiasa jauh dari orang tua, dan dikenal sebagai 'anak manja'.
Diamanatkan untuk menjaga 2 adik laki-laki yang masih bersekolah di Sekolah Dasar..
Tentu banyak orang sudah tahu bahwa diusia seperti itu, mereka sering sekali mengekspresikan sesuatu dengan hal dan cara yang aneh, yang terkadang membuat jengkel..
Sering sekali, bahkan setiap hari, aku selalu belajar untuk menahan dan mengalahkan rasa jengkel itu, susah memang, heheheee *kakak macam apa ya aku????
sehari, dua hari, satu minggu, satu bulan bahkan sekarang sudah lebih dari satu tahun semua keadaan itu aku jalani, aku mulai terbiasa dengan semua itu.
Mulai terbiasa sebelum kuliah memandikan adik yang kecil untuk berangkat sekolah,
mulai terbiasa setiap hari mengurusi keuangan mereka,
terbiasa setiap hari lebih dari 5 kali ditelpon ibu untuk menanyakan keadaan rumah,
terbiasa juga setiap pulang kuliah ditelpon "pulang jam berapa?" "Ada rapat apa?" "Jangan pulang malem ya kasian adenya ga ada temen !"
terbiasa dan terbiasa dengan banyak hal lainnya.
Alhamdulillah, memang harus disyukuri kan?? hikshiks hheeeee
memang harus disyukuri karena secara tidak langsung Allah sudah memberikanku "training GRATIS", training buat apa coba?? ya buat jadi seorang IBU..
selain itu juga, semoga sedikit perjuanganku untuk menggantikan tugas ibu ini, bisa sedikit membalas berjuta bahkan bermilyar-milyar perjuangan ibu saat membesarkanku dulu, meskipun mungkin yang terbalaskan bisa diibaratkan dengan setetes air atau setetes airpun mungkin terlalu banyak..
Mungkin saja kenakalan-kenakalan adik-adikku itu adalah gambaran masa kecilku..
bisa jadi aku pun sejahil dan senakal mereka, bahkan mungkin lebih jahil lagi..
Bisa sedikit aku ingat, betapa menyenangkannya main lumpur, betapa menyenangkannya bermain sepeda sampai kaki lecet-lecet, betapa menyenangkannya bermain dengan semua perabot rumah tanpa berniat membereskannya lagi, betapa menyenangkannya bermain hingga baju putih pun bisa berubah menjadi hitam..
Andai saja bisa mengingat semuanya, mungkin keadaan seperti sekarang bisa lebih dimengerti.
Sayangnya, memoriku terbatas hingga sebagian besarnya telah menguap bersama waktu dan akhirnya aku terlalu banyak menuntut adik-adikku bersikap seperti orang dewasa dan memenuhi segala keinginanku
Anak-anak, betapapun dan seperti apapun mereka adalah tetap anak-anak. Mereka memiliki energi lebih dan imajinasi yang luar biasa dan kadang diluar apa yang dipikirkan orang dewasa. Mereka memiliki cara pandang yang berbeda dengan orang dewasa.
Semoga semua keadaan yang diamanatkan ini bisa menjadi pembelajaran dan bekal luar biasa, pembelajaran untuk menjadi kakak yang baik, pembelajaran menjadi sesosok wanita yang mandiri, pembelajaran menjadi anak yang berbakti, dan menjadi bekal yang akan aku bawa jika kelak diberi kesempatan untuk memiliki keluarga sendiri, hheee
semoga dan semoga, AMIN.. :))
Selasa, 22 Februari 2011
Untuk sahabatku "KR"..
Innalillahi wa inna ilaihi raaji'un
"Sesungguhnya segala sesuatu berasal dari Allah dan akan kembali pada-Nya".
sungguh seperti mendengar halilintar yang begitu keras, menyayat hati dan membuat kaki ini lemas seketika..
"KEMATIAN" yah, siapa yang mengetahui akan kedatangannya.. tak ada kecuali DIA yang menggenggam nyawa manusia..
bagitu pula seperti apa yang dialami sahabatku, mendengar kematian orang yang sangat dikasihi, tentulah amat berat..
seperti tak ada firasat dan tanda apa-apa, tiba-tiba kabar mengejutkan itu seakan dengan hebat menggetarkan gendang telinga..
tapi itulah misterinya, bisa kapanpun, dimanapun dan dalam keadaan sehat pun, ia bisa datang..
tidak mudah memang untuk menyadari bahwa apa yang bukan menjadi hak kita tak perlu kita tangisi..
tapi menangis itu memang wajar, aku saja yang mungkin tidak berada di posisi seberat dia, airmata ini sulit untuk dibendung.
Padahal ketika pertama bertemu di rumahnya aku melihat dia begitu kuat, yah, seperti itulah seorang muslimah yang agama nya begitu kuat, ia bisa berusaha tegar dan slalu berusaha ikhlas atas ketentuan Rabb-nya..
meskipun aku tau dalam hatinya ia begitu terpukul..
tapi aku salut ia begitu bisa mengontrol emosinya, setidaknya dihadapan kami sahabat-sahabatnya..
aku salut akan kekuatannya, salut akan ketegarannya, salut akan kemampuannya untuk berusaha tidak meratapi kepergian ayah terkasihnya, itu semua karena ada ALLAH dihatinya, aku tau dia begitu yakin bahwa Allah adalah sebaik-baik tempat kembali..
kadang selalu terpikir untuk memposisikan diri pada posisinya,
Ya Rabb apa aku akan sekuat dia, apa aku bisa berusaha untuk tegar menerima semuanya???
mungkin jawabanya belum tentu..
itulah mengapa aku begitu salut pada sahabatku itu..
Sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat terguncangnya jiwa masih ada setitik cahaya dalam kalbu untuk merenung, bahwa sebaik-baik tempat kembali adalah 'DIA'. Sungguh sangat beruntung bila masih ada kekuatan untuk melangkahkan kaki menuju majlis-majlis ilmu, majelis-majelis dzikir yang akan mengantarkan pada ketentraman jiwa.
dan aku yakin itulah SAHABATku..
Selamat jalan pak. Insya Allah engkau akan putih suci dan akan tetap semerbak sampai terminal akhirmu. Menghadap Allah dan memenuhi panggilan-NYA. Sebening cinta dan setulus do’a akan tetap tersemat dibatin kami, meski engkau datang di tengah-tengah kami untuk pulang menghadap Illahi.
Sahabatku, kuat ya sayang..
lagu edcoustic ini mewakili apa yg sebenarnya ingin aku sampaikan padanya..
"Sesungguhnya segala sesuatu berasal dari Allah dan akan kembali pada-Nya".
sungguh seperti mendengar halilintar yang begitu keras, menyayat hati dan membuat kaki ini lemas seketika..
"KEMATIAN" yah, siapa yang mengetahui akan kedatangannya.. tak ada kecuali DIA yang menggenggam nyawa manusia..
bagitu pula seperti apa yang dialami sahabatku, mendengar kematian orang yang sangat dikasihi, tentulah amat berat..
seperti tak ada firasat dan tanda apa-apa, tiba-tiba kabar mengejutkan itu seakan dengan hebat menggetarkan gendang telinga..
tapi itulah misterinya, bisa kapanpun, dimanapun dan dalam keadaan sehat pun, ia bisa datang..
tidak mudah memang untuk menyadari bahwa apa yang bukan menjadi hak kita tak perlu kita tangisi..
tapi menangis itu memang wajar, aku saja yang mungkin tidak berada di posisi seberat dia, airmata ini sulit untuk dibendung.
Padahal ketika pertama bertemu di rumahnya aku melihat dia begitu kuat, yah, seperti itulah seorang muslimah yang agama nya begitu kuat, ia bisa berusaha tegar dan slalu berusaha ikhlas atas ketentuan Rabb-nya..
meskipun aku tau dalam hatinya ia begitu terpukul..
tapi aku salut ia begitu bisa mengontrol emosinya, setidaknya dihadapan kami sahabat-sahabatnya..
aku salut akan kekuatannya, salut akan ketegarannya, salut akan kemampuannya untuk berusaha tidak meratapi kepergian ayah terkasihnya, itu semua karena ada ALLAH dihatinya, aku tau dia begitu yakin bahwa Allah adalah sebaik-baik tempat kembali..
kadang selalu terpikir untuk memposisikan diri pada posisinya,
Ya Rabb apa aku akan sekuat dia, apa aku bisa berusaha untuk tegar menerima semuanya???
mungkin jawabanya belum tentu..
itulah mengapa aku begitu salut pada sahabatku itu..
Sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat terguncangnya jiwa masih ada setitik cahaya dalam kalbu untuk merenung, bahwa sebaik-baik tempat kembali adalah 'DIA'. Sungguh sangat beruntung bila masih ada kekuatan untuk melangkahkan kaki menuju majlis-majlis ilmu, majelis-majelis dzikir yang akan mengantarkan pada ketentraman jiwa.
dan aku yakin itulah SAHABATku..
Selamat jalan pak. Insya Allah engkau akan putih suci dan akan tetap semerbak sampai terminal akhirmu. Menghadap Allah dan memenuhi panggilan-NYA. Sebening cinta dan setulus do’a akan tetap tersemat dibatin kami, meski engkau datang di tengah-tengah kami untuk pulang menghadap Illahi.
Sahabatku, kuat ya sayang..
lagu edcoustic ini mewakili apa yg sebenarnya ingin aku sampaikan padanya..
Dunia ini masih seluas yang kau impikan
Tak perlu kau simpan luka itu
Sedalam yang kau rasa
Memang ada waktu
Agar kau bisa kembali semula
Percayalah padaku
Kita kan bisa melewatinya
Jangan bersedih oh kawanku
Aku masih ada di sini
Semua pasti kan berlalu
Aku kan selalu bersamamu
Jalan hidup tak selamanya indah
Ada suka ada duka
Jalani semua yang kau rasakan
kita pasti bisa
Minggu, 23 Januari 2011
SIMPATI
Aku sempat membaca sebuah puisi yg isinya begitu menyentuh,, entah siapa yang membuatnya aku juga lupa dimana aku menemukan puisi ini, tapi siapapun yang membuatnya semoga Allah selalu melindungi dan menyayanginya, amiinn..
Wahai Ukhty…
Karena aku mencintaimu, maka aku ingin menjagamu
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin terlalu dekat denganmu
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin menyakitimu
Karena cintaku padamu,
Tak akan kubiarkan cermin hatimu menjadi buram
Tak akan kubiarkan telaga jiwamu menjadi keruh
Tak akan kubiarkan perisai qolbumu menjadi retak, bahkan pecah
Karena cinta ini,
Ku tak ingin mengusik ketentraman batinmu,
Ku tak ingin mempesonamu,
Ku tak ingin membuatmu simpati dan kagum,
Atau pun menaruh harap padaku.
Maka biarlah…
Aku bersikap tegas padamu,
Biarlah aku seolah acuh tak memperhatikanmu,
Biarkan aku bersikap dingin,
Tidak mengapa kau tidak menyukai aku,
Bahkan membenciku sekali pun, tidak masalah bagiku….
Semua itu karena aku mencintaimu,
Demi keselamatanmu,
Demi kemuliaanmu..
subhanallah..
smga 'dia' yang udah Allah siapin bwat aku = kaya gitu..
amiinn..
dan smga hati ini juga slalu terjaga untuk-Nya dan 'nya-nya' yang lainnya (yang halal tentunya)
^^
Wahai Ukhty…
Karena aku mencintaimu, maka aku ingin menjagamu
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin terlalu dekat denganmu
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin menyakitimu
Karena cintaku padamu,
Tak akan kubiarkan cermin hatimu menjadi buram
Tak akan kubiarkan telaga jiwamu menjadi keruh
Tak akan kubiarkan perisai qolbumu menjadi retak, bahkan pecah
Karena cinta ini,
Ku tak ingin mengusik ketentraman batinmu,
Ku tak ingin mempesonamu,
Ku tak ingin membuatmu simpati dan kagum,
Atau pun menaruh harap padaku.
Maka biarlah…
Aku bersikap tegas padamu,
Biarlah aku seolah acuh tak memperhatikanmu,
Biarkan aku bersikap dingin,
Tidak mengapa kau tidak menyukai aku,
Bahkan membenciku sekali pun, tidak masalah bagiku….
Semua itu karena aku mencintaimu,
Demi keselamatanmu,
Demi kemuliaanmu..
subhanallah..
smga 'dia' yang udah Allah siapin bwat aku = kaya gitu..
amiinn..
dan smga hati ini juga slalu terjaga untuk-Nya dan 'nya-nya' yang lainnya (yang halal tentunya)
^^
untuk anak gadisku..
Masa anak2 cuma sebentar..
Rasanya baru beberapa waktu yang lalu mamah melahirkan kamu,mengajari kamu berjalan,mengenalkan kamu pada lingkungan..
baru kemarin mamah menggendongmu dengan nyanyian2 merdu,matamu mengejap2 bahagia,tertawa bermain bersama mamah..
Baru saja mamah antar kamu masuk sekolah Taman Kanak-kanak..
Kamu genggam erat tangan mamah.. sangat erat hingga mamah dapat merasakan kekhawatiranmu berada di lingkungan baru,punya teman2 baru,belajar bernyanyi dan menari..
Rasanya baru kemarin nak,
tak terasa sekarang kamu sudah menjadi seorang gadis dewasa,
mamah tak pernah membayangkan akan secepat ini waktu berlalu..
Pada saatnya nanti kamu akan bertemu seseorang yg kamu sayangi selain mamah dan papah, kamu akan lebih memilih menghabiskan waktumu dengan org yg kamu cintai nak..
Tidak apa-apa,kami orang tua cukup memahami kondisi ini karena kami juga dulu pernah muda.. tapi hanya satu pesan mamah nak..
Pandai-pandailah membawa diri,diluar sana banyak sekali orang-orang yg tidak kamu kenal dengan baik..
Anak ku sayang,atas nama cinta dan sayang seorang perempuan bisa melupakan dosa atas suatu perbuatan.. jangan nak.. ada Allah yg Maha melihat..
Kenikmatan itu hanya sekejap engkau rasakan,hanya sebentar..
tapi akibat yg kamu tanggung adalah untuk seumur hidupmu.
Anak gadisku sayang..
kita ini perempuan,harus bisa menjaga kesucian diri,jika kita biarkan orang lain merenggutnya,maka derita itu akan kita bawa seumur hidup kita..
Berfikirlah panjang sebelum berbuat nak,semua ini mamah sampaikan karena mamah tak ingin anak mamah menderita, mamah ingin engkau bahagia..
sehingga jika Allah memanggil mamah kelak..
mamah dapat meninggalkanmu dengan senyum kebahagiaan..
:((
Rasanya baru beberapa waktu yang lalu mamah melahirkan kamu,mengajari kamu berjalan,mengenalkan kamu pada lingkungan..
baru kemarin mamah menggendongmu dengan nyanyian2 merdu,matamu mengejap2 bahagia,tertawa bermain bersama mamah..
Baru saja mamah antar kamu masuk sekolah Taman Kanak-kanak..
Kamu genggam erat tangan mamah.. sangat erat hingga mamah dapat merasakan kekhawatiranmu berada di lingkungan baru,punya teman2 baru,belajar bernyanyi dan menari..
Rasanya baru kemarin nak,
tak terasa sekarang kamu sudah menjadi seorang gadis dewasa,
mamah tak pernah membayangkan akan secepat ini waktu berlalu..
Pada saatnya nanti kamu akan bertemu seseorang yg kamu sayangi selain mamah dan papah, kamu akan lebih memilih menghabiskan waktumu dengan org yg kamu cintai nak..
Tidak apa-apa,kami orang tua cukup memahami kondisi ini karena kami juga dulu pernah muda.. tapi hanya satu pesan mamah nak..
Pandai-pandailah membawa diri,diluar sana banyak sekali orang-orang yg tidak kamu kenal dengan baik..
Anak ku sayang,atas nama cinta dan sayang seorang perempuan bisa melupakan dosa atas suatu perbuatan.. jangan nak.. ada Allah yg Maha melihat..
Kenikmatan itu hanya sekejap engkau rasakan,hanya sebentar..
tapi akibat yg kamu tanggung adalah untuk seumur hidupmu.
Anak gadisku sayang..
kita ini perempuan,harus bisa menjaga kesucian diri,jika kita biarkan orang lain merenggutnya,maka derita itu akan kita bawa seumur hidup kita..
Berfikirlah panjang sebelum berbuat nak,semua ini mamah sampaikan karena mamah tak ingin anak mamah menderita, mamah ingin engkau bahagia..
sehingga jika Allah memanggil mamah kelak..
mamah dapat meninggalkanmu dengan senyum kebahagiaan..
:((
Jumat, 21 Januari 2011
Berani menCINTAi - berani meNIKAHi..
Berani Mencintai, Berani Menikahi. Yo, siapa yang siap????
Sadar gak ya, selama ini mudah kita mencintai.. Namun kita tak berani untuk mengambil langkah pasti?
Berbeda dengan sepasang sandal yang hanya punya aspek kiri dan kanan, menikah merupakan persatuan dua manusia, pria dan wanita. Dari anatomi saja sudah tidak sebangun, apalagi urusan jiwa dan hatinya. Kecocokan, minat dan latar belakang keluarga bukan jaminan segalanya akan lancar.. Lalu apa?
Kalau kita berani mencintai, sejatinya kita sedang belajar untuk bertindak dewasa. Mengapa? Karena MENIKAH adalah proses pendewasaan. Dan untuk memasukinya diperlukan pelaku yang kuat dan berani. Berani menghadapi masalah yang akan terjadi dan punya kekuatan untuk menemukan jalan keluarnya.
Kedengarannya sih indah, tapi kenyataannya? Harus ada ‘Komunikasi dua arah’, ‘Ada kerelaan mendengar kritik’, ‘Ada keikhlasan meminta maaf’, ‘Ada ketulusan melupakan kesalahan,dan Keberanian untuk mengemukakan pendapat’.
Sekali lagi, apa sudah selesai sampai disini saja dalam hal cinta-mencintai? Salah.
Ketika memutuskan untuk siap mencintai, selanjutnya kita harus bersiap memasuki pintu gerbang cinta yang sebenarnya. Ya. gerbang itu bernama PERNIKAHAN. MENIKAH bukanlah upacara yang diramaikan gending cinta, bukan rancangan gaun pengantin ala cinderella, apalagi rangkaian mobil undangan yang memacetkan jalan.
MENIKAH adalah berani memutuskan untuk berlabuhnya cinta, ketika ribuan kapal pesiar yang gemerlap memanggil-manggil……
MENIKAH adalah proses penggabungan dua orang berkepala batu dalam satu ruangan dimana kan diuji sejauh mana pembuktian cinta mereka yang sebenarnya.
Karena MENIKAH adalah proses pengenalan diri sendiri maupun pasangan kita. Tanpa mengenali diri sendiri, bagaimana kita bisa memahami orang lain…?? Tanpa bisa memperhatikan diri sendiri, bagaimana kita bisa memperhatikan pasangan hidup…??
Karena MENIKAH sangat membutuhkan keberanian tingkat tinggi, toleransi sedalam samudra, serta jiwa besar untuk ‘Menerima’ apa yang ada dan apa adanya.
Siapa yang berani mencintai, maka harus bersiap untuk menikahi...
Bukankah dengan menikah, mereka akan disejajarkan Rasululloh SAW dengan mujahid fii sabilillah yang dijanjikan akan mendapat pertolongannya! Karena kata beliau, tiga golongan yang menjadi keharusan Alloh untuk membantu mereka adalah orang yang menikah untuk memelihara kesucian diri, budak yang hendak membayar kemerdekaan dirinya, dan orang-orang yang berperang di jalan Alloh. [HR Ahmad, Turmudzi, an-Nasa'i dan Ibnu Majah]
Tuh… Subhanallah khan? Nunggu apa lagi! Kalau udah siap lahir bathin, ikrarkan cinta dengan menikah saat ini! Jangan beraninya cuma bermain cinta sembunyi, diam-diam tapi gak punya nyali...
*Peace ^_^
[ini aku dapet dari message seorang kawan di FB]
Jumat, 03 September 2010
aku semakin CANTIK..
Cantik, yah cantik, aku merasa semakin cantik di setiap harinya..
Bukan cantik secara fisik memang, tapi aku merasa segalanya jadi lebih baik, dan membuatku merasa hatiku semakin cantik..
Sudah beberapa hari ini aku tidak membiarkan kata-kata menyakitkan masuk ke dalam hatiku,
sudah beberapa hari ini aku tak pernah membiarkan kerutan-kerutan memenuhi wajahku,
sudah beberapa hari ini aku berusaha menyunggingkan senyuman pada semua orang,
sudah beberapa hari ini aku berusaha untuk tetap menyimpan rasa dukaku di tempat terjauh di dalam hatiku,
sudah beberapa hari ini aku membiarkan kesedihan dan luka terbang jauh bersama angin,
sudah beberapa hari ini aku berusaha untuk banyak mengingat-Nya,
sudah beberapa hari ini aku berusaha untuk selalu mensyukuri karunia dan anugerah-Nya,
sungguh aku merasakan cantik sebagai balasannya..
sungguh aku semakin cantik, lebih cantik dari kemarin, kemarinnya lagi, dan kemarin-kemarinnya lagi, lihatlah dahiku tidak lagi berkerut-kerut oleh pikiran dan kepedihan, lihatlah bibirku tidak lagi dipenuhi oleh kemarahan, kejengkelan atau kata-kata tak bermakna (insya Allah), lihatlah wajahku tidak lagi terlihat penuh beban dan keBTan, lihatlah tubuhku tak lagi lesu karena keputusasaan dan kehilangan harapan..
sungguh aku merasa semakin cantik, lihatlah mataku yang berbinar-binar oleh kegembiraan, lihatlah bibirku yang merekah oleh senyum ketulusan, lihatlah pipiku merona merah oleh semangat pengharapan, urat-urat wajahku santai memancarkan aura kepasrahan, lihatlah wajahku yang bersinar oleh cahaya cinta-NYA..
ALHAMDULILLAH, segala puji hanya milik-MU Ya Rabb, terima kasih telah menjadikanku semakin cantik di setiap harinya..
Lalu bagaimana denganmu?
Jangan lupa ingatkan aku jika kau melihatku lebih jelek esok hari..
:)

memang tak mungkin secantik foto itu, heheheee
Bukan cantik secara fisik memang, tapi aku merasa segalanya jadi lebih baik, dan membuatku merasa hatiku semakin cantik..
Sudah beberapa hari ini aku tidak membiarkan kata-kata menyakitkan masuk ke dalam hatiku,
sudah beberapa hari ini aku tak pernah membiarkan kerutan-kerutan memenuhi wajahku,
sudah beberapa hari ini aku berusaha menyunggingkan senyuman pada semua orang,
sudah beberapa hari ini aku berusaha untuk tetap menyimpan rasa dukaku di tempat terjauh di dalam hatiku,
sudah beberapa hari ini aku membiarkan kesedihan dan luka terbang jauh bersama angin,
sudah beberapa hari ini aku berusaha untuk banyak mengingat-Nya,
sudah beberapa hari ini aku berusaha untuk selalu mensyukuri karunia dan anugerah-Nya,
sungguh aku merasakan cantik sebagai balasannya..
sungguh aku semakin cantik, lebih cantik dari kemarin, kemarinnya lagi, dan kemarin-kemarinnya lagi, lihatlah dahiku tidak lagi berkerut-kerut oleh pikiran dan kepedihan, lihatlah bibirku tidak lagi dipenuhi oleh kemarahan, kejengkelan atau kata-kata tak bermakna (insya Allah), lihatlah wajahku tidak lagi terlihat penuh beban dan keBTan, lihatlah tubuhku tak lagi lesu karena keputusasaan dan kehilangan harapan..
sungguh aku merasa semakin cantik, lihatlah mataku yang berbinar-binar oleh kegembiraan, lihatlah bibirku yang merekah oleh senyum ketulusan, lihatlah pipiku merona merah oleh semangat pengharapan, urat-urat wajahku santai memancarkan aura kepasrahan, lihatlah wajahku yang bersinar oleh cahaya cinta-NYA..
ALHAMDULILLAH, segala puji hanya milik-MU Ya Rabb, terima kasih telah menjadikanku semakin cantik di setiap harinya..
Lalu bagaimana denganmu?
Jangan lupa ingatkan aku jika kau melihatku lebih jelek esok hari..
:)

memang tak mungkin secantik foto itu, heheheee
do'a..

Ya Allah..
sesungguhnya aku lemah tanpa petunjuk-MU..
aku buta tanpa bimbingan-MU..
aku cacat tanpa hidayah-MU..
aku hina tanpa rahmat-MU..
kuatkanlah hati dan semangatku..
tabahkan aku menghadapi segala dugaan yang datangnya dari-MU..
Amin Ya Allah
Amin Ya Rahman
Amin Ya Rohim
Amin Ya KArim
Amin Yaa Rabbal 'Alamin
Selasa, 31 Agustus 2010
JIKA INI RAMADHAN TERAKHIR-ku
Jika aku tahu ini Ramadhan terakhirku, tentu siangnya aku sibuk berzikir, tentu aku tak akan jemu melagukan syair rindu mendayu, merayu kepada ALLAH Tuhan yang satu..
Jika aku tahu ini Ramadhan terakhirku, tentu akan aku kerjakan shalat di awal waktu, khusyuk lagi tawadhu, tubuh dan qalbu bersatu memperhamba diri menghadap Rabbul Jalil. Menangisi kecurangan pada janjiku “innasolati wanusuki wamahyaya wamamati lillahirabbil ‘alamin” [sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku, dan matiku kuserahkan hanya kepada ALLAH Tuhan seru sekalian alam]..
Jika aku tahu ini Ramadhan terakhirku, tidak akan aku sia-siakan waktu walau sesaat, tak akan dibiarkan begitu saja waktu yang berlalu setiap masa, di setiap kesempatan juga masa yang terluang. Alunan Al-Quran akan kudendangkan, akan aku syairkan dengan indah hanya untuk-Mu..
Jika aku tahu ini Ramadhan terakhirku, tentu malam akan aku sibukkan dengan bertarawih, berqiyamullail, bertahajjud, mengadu, merintih, meminta belas kasih “sesungguhnya aku tidak layak untuk ke syurga-MU, tapi aku juga tidak sanggup untuk ke neraka-MU ya ALLAH”..
Jika aku tahu ini Ramadhan terakhirku, tentu akan aku buru, aku cari suatu malam idaman yang lebih baik dari seribu bulan, tentu aku akan menyediakan batin dan zahir mempersiap diri, rohani dan jasmani menanti-nanti jemputan Izrail di kiri dan kanan lorong-lorong penuh ridho ALLAH Ar-Rahman..
Duhai ILAHI, jika ini Ramadhan terakhir untukku, jadikanlah ia Ramadhan paling berarti, paling berseri menerangi kegelapan hatiku, menyeru ke jalan menuju ridho serta kasih sayang-Mu Ya ILAHI, yang akan mewarnai kehidupanku di sana nanti..
Jika aku tahu ini Ramadhan terakhirku, tentu akan aku kerjakan shalat di awal waktu, khusyuk lagi tawadhu, tubuh dan qalbu bersatu memperhamba diri menghadap Rabbul Jalil. Menangisi kecurangan pada janjiku “innasolati wanusuki wamahyaya wamamati lillahirabbil ‘alamin” [sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku, dan matiku kuserahkan hanya kepada ALLAH Tuhan seru sekalian alam]..
Jika aku tahu ini Ramadhan terakhirku, tidak akan aku sia-siakan waktu walau sesaat, tak akan dibiarkan begitu saja waktu yang berlalu setiap masa, di setiap kesempatan juga masa yang terluang. Alunan Al-Quran akan kudendangkan, akan aku syairkan dengan indah hanya untuk-Mu..
Jika aku tahu ini Ramadhan terakhirku, tentu malam akan aku sibukkan dengan bertarawih, berqiyamullail, bertahajjud, mengadu, merintih, meminta belas kasih “sesungguhnya aku tidak layak untuk ke syurga-MU, tapi aku juga tidak sanggup untuk ke neraka-MU ya ALLAH”..
Jika aku tahu ini Ramadhan terakhirku, tentu akan aku buru, aku cari suatu malam idaman yang lebih baik dari seribu bulan, tentu aku akan menyediakan batin dan zahir mempersiap diri, rohani dan jasmani menanti-nanti jemputan Izrail di kiri dan kanan lorong-lorong penuh ridho ALLAH Ar-Rahman..
Duhai ILAHI, jika ini Ramadhan terakhir untukku, jadikanlah ia Ramadhan paling berarti, paling berseri menerangi kegelapan hatiku, menyeru ke jalan menuju ridho serta kasih sayang-Mu Ya ILAHI, yang akan mewarnai kehidupanku di sana nanti..
Minggu, 29 Agustus 2010
Yang Datang untuk Pulang..
Siapa yang bisa memaksa Tuhan atau mendikte-NYA dalam merumuskan keputusan dan alur hidup hamba-NYA? Tiada seorangpun, bahkan juga Rasulullah Muhammad. DIA Maha Berkehendak dan Mahapandai menyusun skenario hidup hamba-NYA. Lahirnya, rizkinya, jodohnya juga matinya..
Siapa juga yang bisa mengelak dari skenario hidup yang telah ditetapkan-NYA untuk hamba-NYA? Jeritan tangis yang menyayat dengan derai-derai air mata yang tak terbendung, kata-kata yang mendetak yang begitu mengharukan, juga rangkaian do’a-do’a yang panjang tak mampu juga menggeser skenario itu. Seperti do’a dan air mata Rasulullah saw. tak mampu juga menggeser jalan hidup paman tercintanya Abu Thalib yang tetap berada pada jalan kekafiran.
Lalu, adakah sikap yang lebih baik daripada pasrah dan berserah diri dengan semua keputusan itu? Adakah sikap yang lebih bijaksana daripada ridha dan rela dengan keputusan-keputusan Tuhan untuk hamba-NYA, sepahit apapun keputusan itu? Yah memang itu sikap yang terbaik, tapi memang, manusia harus MENYUSUN TENAGA dan KEKUATAN HEBAT untuk menghadapinya, karena itu bukanlah hal mudah. Tapi, itulah salah satu nilai yang akan diberikan Allah sebagai balasan dari kepayahan dan kerja keras hamba-NYA mempersiapkan diri dengan keikhlasan itu.
Siang itu, 26 Agustus 2010 datang sebuah kabar dari keluarga seseorang yang telah bertahun-tahun mengabdikan dirinya sengan setia pada keluargaku, seseorang yang berjasa besar dalam perjalanan pendidikanku, beliau mendapat musibah dengan kehilangan putri tercintanya. Sungguh kabar itu menjadi halilintar yang menggetarkan gendang telingaku juga keluargaku. Bagaimana tidak anak mungil itu sudah seperti keponakanku sendiri. Dan baru 2 minggu yang lalu ia pergi bersama keluargaku. Tiada terbayang di benakku, anak mungil itu terbaring di tengah-tengah rumah, dikelilingi semua keluarga dengan isak tangis yang tak bisa tertahankan. Tiada terbayang dibenakku bagaimana kondisi ibunya, seseorang yang telah mengandung dan berjuang dalam proses kelahirannya. Sang Bunda tiada lagi bisa merasakan pelukan hangat sang buah hati, bermain-main dan mencurahkan segala kasih sayangnya. Masa-masa itu terbayang begitu berat. Sungguh ingin sekali aku terbang dan pergi melihatnya untuk yang terakhir kalinya. Tapi sayang Bandung-Yogyakarta memang terpisah dengan jarak yang jauh. Ingat sekali saat dulu menyaksikan kepolosan dengan senyum lepasnya. Tapi sungguh, aku yakin bahwa Allah adalah sebaik-baik tempat kembali, dan disana anak mungil itu akan merasakan dengan nyata kasih sayang-NYA.
Banyak linangan air mata melepas kepergiannya, juga do’a-do’a yang terlantun dari hati untuk mengantarkannya menghadap Illahi. Perjalanannya di dunia tak begitu panjang. Dan sekarang ia akan sampai pada sisi Allah dengan selamat. Amin.
Dan semoga anak mungil itu bisa menjadi penolong orang tuanya di hari kiamat nanti.
Selamat jalan adik kecilku “Medina Salsabila Triatmoko”. Insya Allah engkau akan putih suci dan akan tetap semerbak sampai terminal akhirmu. Menghadap Allah dan memenuhi panggilan-NYA. Sebening cinta dan setulus do’a akan tetap tersemat dibatin kami terutama orang tuamu, meski engkau datang di tengah-tengah kami untuk pulang menghadap Illahi.
[Catatan seorang Ukhti..]
Siapa juga yang bisa mengelak dari skenario hidup yang telah ditetapkan-NYA untuk hamba-NYA? Jeritan tangis yang menyayat dengan derai-derai air mata yang tak terbendung, kata-kata yang mendetak yang begitu mengharukan, juga rangkaian do’a-do’a yang panjang tak mampu juga menggeser skenario itu. Seperti do’a dan air mata Rasulullah saw. tak mampu juga menggeser jalan hidup paman tercintanya Abu Thalib yang tetap berada pada jalan kekafiran.
Lalu, adakah sikap yang lebih baik daripada pasrah dan berserah diri dengan semua keputusan itu? Adakah sikap yang lebih bijaksana daripada ridha dan rela dengan keputusan-keputusan Tuhan untuk hamba-NYA, sepahit apapun keputusan itu? Yah memang itu sikap yang terbaik, tapi memang, manusia harus MENYUSUN TENAGA dan KEKUATAN HEBAT untuk menghadapinya, karena itu bukanlah hal mudah. Tapi, itulah salah satu nilai yang akan diberikan Allah sebagai balasan dari kepayahan dan kerja keras hamba-NYA mempersiapkan diri dengan keikhlasan itu.
Siang itu, 26 Agustus 2010 datang sebuah kabar dari keluarga seseorang yang telah bertahun-tahun mengabdikan dirinya sengan setia pada keluargaku, seseorang yang berjasa besar dalam perjalanan pendidikanku, beliau mendapat musibah dengan kehilangan putri tercintanya. Sungguh kabar itu menjadi halilintar yang menggetarkan gendang telingaku juga keluargaku. Bagaimana tidak anak mungil itu sudah seperti keponakanku sendiri. Dan baru 2 minggu yang lalu ia pergi bersama keluargaku. Tiada terbayang di benakku, anak mungil itu terbaring di tengah-tengah rumah, dikelilingi semua keluarga dengan isak tangis yang tak bisa tertahankan. Tiada terbayang dibenakku bagaimana kondisi ibunya, seseorang yang telah mengandung dan berjuang dalam proses kelahirannya. Sang Bunda tiada lagi bisa merasakan pelukan hangat sang buah hati, bermain-main dan mencurahkan segala kasih sayangnya. Masa-masa itu terbayang begitu berat. Sungguh ingin sekali aku terbang dan pergi melihatnya untuk yang terakhir kalinya. Tapi sayang Bandung-Yogyakarta memang terpisah dengan jarak yang jauh. Ingat sekali saat dulu menyaksikan kepolosan dengan senyum lepasnya. Tapi sungguh, aku yakin bahwa Allah adalah sebaik-baik tempat kembali, dan disana anak mungil itu akan merasakan dengan nyata kasih sayang-NYA.
Banyak linangan air mata melepas kepergiannya, juga do’a-do’a yang terlantun dari hati untuk mengantarkannya menghadap Illahi. Perjalanannya di dunia tak begitu panjang. Dan sekarang ia akan sampai pada sisi Allah dengan selamat. Amin.
Dan semoga anak mungil itu bisa menjadi penolong orang tuanya di hari kiamat nanti.
Menurut Hadits Qudsi:
Allah SWT berfirman pada hari kiamat kepada anak-anak (yakni yang meninggal dunia selagi kanak-kanak atau keguguran):
"Masuklah kalian ke dalam surga!"
Anak-anak itu berkata: "Ya Rabbi (kami menunggu) hingga ayah ibu kami masuk."
Lalu mereka mendekati pintu syurga! tapi tidak mau masuk ke dalamnya.
Allah berfirman lagi: "Mengapa, Aku lihat mereka enggan masuk? Masuklah kalian kedalam surga!"
Mereka menjawab: "Tetapi (bagaimana) orang tua kami?"
Allah pun berfirman: "Masuklah kalian ke dalam syurga bersama orang tua kalian."
(Hadits Qudsi Riwayat Ahmad dari Syurahbil bin Syua�ah yang bersumber dari sahabat Nabi SAW)
Selamat jalan adik kecilku “Medina Salsabila Triatmoko”. Insya Allah engkau akan putih suci dan akan tetap semerbak sampai terminal akhirmu. Menghadap Allah dan memenuhi panggilan-NYA. Sebening cinta dan setulus do’a akan tetap tersemat dibatin kami terutama orang tuamu, meski engkau datang di tengah-tengah kami untuk pulang menghadap Illahi.
[Catatan seorang Ukhti..]
Jumat, 27 Agustus 2010
Apa kabar HATI-ku,??
Rabb..
Ketika hati ini mulai rubuh,
Engkaulah yang menjadi sandarannya.
Ketika hati ini mulai rapuh,
Engkaulah yang menjadi penyangganya.
Ketika hati ini mulai runtuh,
Engkaulah yang menjadi penopangnya.
Ketika hati ini mulai jenuh,
Engkau pula yang menjadi pelipurnya.
Indahnya jika hati ini selalu merasa diawasi oleh-Mu. Setiap masa ia
terjaga dari perilaku dosa. Setiap saat ia malu untuk berbuat maksiat.
Setiap waktu ia khawatir jika Pemiliknya cemburu. Ia juga takut jika
Pemiliknya marah dan meminta pertanggungjwabannya kelak.
“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya” (Al-Isra’[17]:36)
Rasulullah SAW bersabda, “Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal daging. Yang mana bila ia baik maka baiklah seluruh badannya, dan bila buruk maka buruklah semuanya. Segumpal daging itu adalah hati.”
hati adalah amanah yang harus dijaga kesuciannya..
dan itu bukan hal yang mudah, di tengah-tengan janji iblis yang akan terus menyeret manusia dalam kesesatan..
tapi itulah yang justru akan menjadikan setiap perjuangannya terasa lebih bermakna, menjadikan kita semakin merasakan kebersamaan-NYA dalam setiap langkah hati kita..
Ya Rabb, hamba menyadari bahwa perjuangan itu tidaklah semudah menetapkan niat dalam hati..
tapi kebersamaan-MU selalu terasa dalam setiap aliran darah dan hembusan nafas ini..
bimbing hati ini untuk terus ada di cinta-MU ya Rabb..
karna mencintai-MU adalah anugerah maha indah dan dicintai-MU adalah keajaiban yang sempurna..
kumohon Ya Rabb rasa ini takkan pergi, karena aku terlanjur mengisi hatiku dengan mencintai-MU..
Ketika hati ini mulai rubuh,
Engkaulah yang menjadi sandarannya.
Ketika hati ini mulai rapuh,
Engkaulah yang menjadi penyangganya.
Ketika hati ini mulai runtuh,
Engkaulah yang menjadi penopangnya.
Ketika hati ini mulai jenuh,
Engkau pula yang menjadi pelipurnya.
Indahnya jika hati ini selalu merasa diawasi oleh-Mu. Setiap masa ia
terjaga dari perilaku dosa. Setiap saat ia malu untuk berbuat maksiat.
Setiap waktu ia khawatir jika Pemiliknya cemburu. Ia juga takut jika
Pemiliknya marah dan meminta pertanggungjwabannya kelak.
“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya” (Al-Isra’[17]:36)
“Wahai hatiku,
siapa saja yang menghuni setiap bilikmu?
Nama siapa saja yang terukir di dinding-dindingmu?
Benarkah hanya ada Dia?
Atau sesak dengan nama-nama lain sehingga tak ada lagi ruang untuk-Nya? Rabb yang menggenggammu… “
“Wahai hatiku,
bagaimana suasana di dalammu?
Apakah ruang-ruangmu selalu terjaga kebersihannya?
Nyamankah ia?
Tenteramkah ia?
Sejukkah ia?
Atau barangkali, ia malah kotor, berdebu, kusam, gerah, sumpek, dan gelap?
Ah, kalau begitu siapa yang betah tinggal di situ?!”
“Wahai hati,
bagaimana keadaanmu?
Baik-baik sajakah? Sehatkah?
Atau jangan-jangan kau sedang sakit?
Segeralah berobat!
Jangan sampai penyakit itu menggerogoti dirimu yang semakin tak berdaya.
Virus-virus apa saja yang telah menjangkitimu?
Iri, dengki, hasud, sombong, riya’?
atau mungkin kau sedang terbuai dan terlena dengan sesuatu bernama cinta?
Cinta yang tidak pada tempatnya.
Cinta yang semakin menjauhkanmu dari-Nya, Pemilikmu!”
"dikutip dari message seorang teman"
Rasulullah SAW bersabda, “Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal daging. Yang mana bila ia baik maka baiklah seluruh badannya, dan bila buruk maka buruklah semuanya. Segumpal daging itu adalah hati.”
hati adalah amanah yang harus dijaga kesuciannya..
dan itu bukan hal yang mudah, di tengah-tengan janji iblis yang akan terus menyeret manusia dalam kesesatan..
tapi itulah yang justru akan menjadikan setiap perjuangannya terasa lebih bermakna, menjadikan kita semakin merasakan kebersamaan-NYA dalam setiap langkah hati kita..
Ya Rabb, hamba menyadari bahwa perjuangan itu tidaklah semudah menetapkan niat dalam hati..
tapi kebersamaan-MU selalu terasa dalam setiap aliran darah dan hembusan nafas ini..
bimbing hati ini untuk terus ada di cinta-MU ya Rabb..
karna mencintai-MU adalah anugerah maha indah dan dicintai-MU adalah keajaiban yang sempurna..
kumohon Ya Rabb rasa ini takkan pergi, karena aku terlanjur mengisi hatiku dengan mencintai-MU..
Rabu, 25 Agustus 2010
Surat CINTA untuk Sang Maha Pencinta
Ya Robbi..
izinkan aku mengungkapkan isi hatiku, menyimbahkan air mata penyesalan..
Izinkan aku melangkahkan kakiku menuju keridhoan-Mu, mengalunkan lagu kerinduan akan ampunan-Mu,
menorehkan tinta diatas kertas putih untuk mengharap cinta-Mu, cinta yang tak akan pupus ditelan masa,
tak akan lekang karena panas, tak akan luntur karena hujan. Cinta yang melahirkan sejuta asa, cinta yang membuat jiwa ini tenang, hati menjadi sejuk, lisan berucap kata indah penuh makna, bibir memperlihatkan senyum keikhlasan, tangan berayun dan berbuah kedermawanan..
Ya Robbi..
24 jam diriku menjalani aktivitas hidup yang sarat dengan godaan, cobaan dan tantangan
24 jam terasa hidup ini penuh dengan kesibukan yang berbau kemunafikan
24 jam hidup ini terasa hampa dari sentuhan lembut kejujuran
24 jam hidup ini gersang dari keteduhan pohon iman
24 jam pikiran berada ditengah persaingan dengan wajah-wajah garang tak bersahabat
24 jam hati ini dibawah cinta semu dan sesaat
24 jam serasa berada dalam penjara materialisme.
Ya Robbi..
kusadari kini, waktu telah mengajarkan kepadaku, dalam 24 jam begitu deras mengalir cinta-Mu kepada ku laksana air jernih dari hulu yang tidak akan pernah habis. Mulai pagi hari yang cerah hingga kegelapan malam menjemputku dan mengantarkan aku dipembaringan sesaat.
Kini kusadari betapa sayangnya Engkau kepadaku, melindungiku dengan sifat Al-Muhyii-Mu, mengasihiku dengan sifat Rahman-Mu, menyelimutiku dengan rahmat-Mu, tersenyum walau segala tingkah lakuku yang terkadang menyebalkan, menyapa lembut meski segala keangkuhanku yang tidak tau diri.
Menghiburku meski aku terus bersedih entah apa yang hilang dariku, bingung dengan apa yang ada dalam pikiranku, tidak bergairah walau tenaga masih dikandung badan. Capek rasanya diri ini setelah sekian lama berada dalam kegelisahan yang entah samapi kapan kan berakhir. Kini kucoba untuk meniti waktuku yang selama 24 jam aku lalui sebagaimana dalam 24 jam cinta-Mu tak pernah putus untukku.
Saat aku bangun dari tidurku di ambang pajar, terbayang olehku kesibukan hari itu dengan segala persoalannya, aku lupa padahal engkau telah menyapaku dengan lantunan merdu adzan subuh yang sesungguhnya kudengar dari segala penjuru menara masjid. Saat menjelang terbit sang surya, aku selalu sibuk dengan segala peralatan kuliahku, bahkan sesekali kesal plus ngomel karena salah satunya ada yang hilang, aku tidak sadar kalau pagi yang cerah itu dan dengan cinta-Mu, engkau telah isi diri ini dengan kekuatan tenaga yang siap untuk bergerak.
Ditengah perjalanan, saat kendaraan merduyun-duyun menjemput rizki-Mu, aku juga kesal dengan kemacetan yang menjadi pemandangan pagi yang menyesakkan nafas, aku lupa akan kesempatan yang engkau berikan kepadaku untuk sesaat menyebut nama-Mu, karena dengan cinta-Mu, Engkau selalu beri kesempatan untuk sejenak diam dan menyebut asma-Mu.
Sesampai ditempat tujuan, aku sibuk dengan segala persiapan memulai kuliah, yang mestinya ada kata alhamdulillah yang keluar dari lisanku setelah perjalanan yang telah engkau lindungi hingga aku selamat sampai ditemat tujuan, lagi-lagi aku lupa akan cinta-Mu.
Disaat menjelang istirahat siang, ada waktu sedikit yang aku miliki, tapi aku sibuk dengan HP, internet dan menerawang kedunia maya sambil asik tertawa, pikiranpun mulai membayangkan menu apa untuk makan siang in, dimana makannya, dengan siapa dan akan membahas topik apa. Padahal istirahat siang adalah kesempatan yang engkau berikan untuk men-charge kembali staminaku dengan sejenak menghadap-Mu, karena cinta-Mu, engkau salurkan energi baru setelah setengah hari keletihan, tapi waktupun habis untuk makan siang. dan sesaat untuk melaksanakan shalat.
Terasa jenuh dan sesaat berhenti, segera tanganku bergerak untuk membeli cemilan dan minuman agar tidak ngantuk. Aku lupa kalau al-quran yang ada disampingku siap menemaniku sepanjang hari agar aku tidak ngantuk, agar selalu ada tambahan poin pahala disela-sela kejenuhanku.
Kini aku bersiap-siap untuk pulang setelah seharian sibuk di kampus, terbayang dipikiranku saat pulang langsung istirahat. Aku lupa bersyukur kepada-Mu yang dengan cinta-Mu telah menghantarkanku bisa menjalani hidup satu hari dengan karya pikiran, tenaga dan waktu serta kesehatan yang telah Engkau karuniakan kepadaku.
Saat magrib tiba, pikiranku juga fokus pada frame time acara di televisi dengan segudang tayangan menarik, remote controlpun masih lengket ditelapak tangan seakan tidak mau lepas, padahal waktu kecil dulu, saat magrib aku selalu diajari untuk akrab dengan al-quran hingga datang waktu isya.
Malam mulai menyapa dan mata terasa lelah dan jenuh, terbayang empuknya kasur dan nyamannya ruangan ber-ac. Akupun membaringkan jasad lunglai ini diatas kasur dan lupa kalau Engkau telah memberikan segalanya untukku hari ini. Aku lupa bahwa engkau begitu cinta kepadaku hingga begitu besar perhatian-Mu kepadaku dan menginginkan aku sukses hari ini, sukses dunia kini telah ku raih, tapi bagaimana dengan akhiratku?
Dikeheningan malam, semua pikiran aku kumpulkan, semua yang aku miliki aku hitung, harta, keluarga, temani adalah buah cinta-Mu kepadaku, begitu tulus cinta-Mu hingga semua yang aku inginkan Engkau penuhi. Cinta yang terungkap lewat perhatian dan kenikmatan yang tak terhingga telah engkau buktikan, apa lagi yang kurang dari-Mu, tidak ada, tidak satupun yang kurang. Yang kurang adalah diri ini dengan segala kealpaan, sikap acuh dan terkadang angkuh, prilaku cuek dan tidak peduli, merasa cukup dan tidak tau balas budi, merasa terhormat dan kurang menghormati, seakan diri ini kekal dan abadi, lupa akan akhir dari kehidupan yang nisbi, lalai akan sang Pencipta yang maha sempurna ciptaan-Nya, maha mencintai yang tidak pernah pilih kasih, lupa akan kalau ending dari kehidupan adalah ajal yang terus mengintai setiap second, detik, setiap menit setiap jam dan seterusnya.
Ya Robbi..
yang maha mencintai, ampuni diri ini dengan segala kepongahan dan kedunguan, ampuni diri ini yang telah jauh dari cinta-Mu, kini telah tersadarkan akan segala kelembutan cinta-Mu, tak ada yang kuharap selain mengalirnya cinta-Mu kepadaku hingga aku bisa mencinta-Mu dengan segala yang aku mliki, harta, jabatan, kecerdasan, waktu, pikiran, keluargai dan masih banyak dari nikmat-Mu yang belum aku sadari. Aku ingin menjadi hamba yang bisa mencintai sebagimana yang telah engkau ajarkan kepada ku, aku ingin belajar menumbuhkan cinta dalam jiwaku yang telah diselimuti oleh cinta-Mu.
Terimalah cintaku yang akan aku buktikan dengan sujud tulus dan ruku ikhlas, airmata kerinduan akan ampunan-Mu, tangan yang menengadah penuh harap dan asa, terimalah surat cintaku lewat alunan ayat-ayat-Mu yang penuh makna, bimbinglah aku untuk selalu mengikuti prilaku rosul-Mu, semua aku lakukan sebagai pengabdian dari sisa waktuku yang entah tersisa berapa lama lagi.
Aku tidak ingin meninggalkan hidup ini tanpa cinta-Mu, tanpa ampunan-Mu, tanpa kasih sayang-Mu.
Sebagaimana firman-Mu ” Katakanlah: "jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik (QS. Attaubah : 24)
KATA HIKMAH Hari ini adalah salah satu milik Allah. Akankah milikNya ini akan kita kotori dengan perbuatan buruk ? pantaskah kita meminjamnya dengan salah ? (Kholid Bin Walid)

*diambil dari blog seseorang, tp lupa lagi..
semoga beliau yang menulis ini slalu ada dalam cinta-Nya, amiinn..
^^
izinkan aku mengungkapkan isi hatiku, menyimbahkan air mata penyesalan..
Izinkan aku melangkahkan kakiku menuju keridhoan-Mu, mengalunkan lagu kerinduan akan ampunan-Mu,
menorehkan tinta diatas kertas putih untuk mengharap cinta-Mu, cinta yang tak akan pupus ditelan masa,
tak akan lekang karena panas, tak akan luntur karena hujan. Cinta yang melahirkan sejuta asa, cinta yang membuat jiwa ini tenang, hati menjadi sejuk, lisan berucap kata indah penuh makna, bibir memperlihatkan senyum keikhlasan, tangan berayun dan berbuah kedermawanan..
Ya Robbi..
24 jam diriku menjalani aktivitas hidup yang sarat dengan godaan, cobaan dan tantangan
24 jam terasa hidup ini penuh dengan kesibukan yang berbau kemunafikan
24 jam hidup ini terasa hampa dari sentuhan lembut kejujuran
24 jam hidup ini gersang dari keteduhan pohon iman
24 jam pikiran berada ditengah persaingan dengan wajah-wajah garang tak bersahabat
24 jam hati ini dibawah cinta semu dan sesaat
24 jam serasa berada dalam penjara materialisme.
Ya Robbi..
kusadari kini, waktu telah mengajarkan kepadaku, dalam 24 jam begitu deras mengalir cinta-Mu kepada ku laksana air jernih dari hulu yang tidak akan pernah habis. Mulai pagi hari yang cerah hingga kegelapan malam menjemputku dan mengantarkan aku dipembaringan sesaat.
Kini kusadari betapa sayangnya Engkau kepadaku, melindungiku dengan sifat Al-Muhyii-Mu, mengasihiku dengan sifat Rahman-Mu, menyelimutiku dengan rahmat-Mu, tersenyum walau segala tingkah lakuku yang terkadang menyebalkan, menyapa lembut meski segala keangkuhanku yang tidak tau diri.
Menghiburku meski aku terus bersedih entah apa yang hilang dariku, bingung dengan apa yang ada dalam pikiranku, tidak bergairah walau tenaga masih dikandung badan. Capek rasanya diri ini setelah sekian lama berada dalam kegelisahan yang entah samapi kapan kan berakhir. Kini kucoba untuk meniti waktuku yang selama 24 jam aku lalui sebagaimana dalam 24 jam cinta-Mu tak pernah putus untukku.
Saat aku bangun dari tidurku di ambang pajar, terbayang olehku kesibukan hari itu dengan segala persoalannya, aku lupa padahal engkau telah menyapaku dengan lantunan merdu adzan subuh yang sesungguhnya kudengar dari segala penjuru menara masjid. Saat menjelang terbit sang surya, aku selalu sibuk dengan segala peralatan kuliahku, bahkan sesekali kesal plus ngomel karena salah satunya ada yang hilang, aku tidak sadar kalau pagi yang cerah itu dan dengan cinta-Mu, engkau telah isi diri ini dengan kekuatan tenaga yang siap untuk bergerak.
Ditengah perjalanan, saat kendaraan merduyun-duyun menjemput rizki-Mu, aku juga kesal dengan kemacetan yang menjadi pemandangan pagi yang menyesakkan nafas, aku lupa akan kesempatan yang engkau berikan kepadaku untuk sesaat menyebut nama-Mu, karena dengan cinta-Mu, Engkau selalu beri kesempatan untuk sejenak diam dan menyebut asma-Mu.
Sesampai ditempat tujuan, aku sibuk dengan segala persiapan memulai kuliah, yang mestinya ada kata alhamdulillah yang keluar dari lisanku setelah perjalanan yang telah engkau lindungi hingga aku selamat sampai ditemat tujuan, lagi-lagi aku lupa akan cinta-Mu.
Disaat menjelang istirahat siang, ada waktu sedikit yang aku miliki, tapi aku sibuk dengan HP, internet dan menerawang kedunia maya sambil asik tertawa, pikiranpun mulai membayangkan menu apa untuk makan siang in, dimana makannya, dengan siapa dan akan membahas topik apa. Padahal istirahat siang adalah kesempatan yang engkau berikan untuk men-charge kembali staminaku dengan sejenak menghadap-Mu, karena cinta-Mu, engkau salurkan energi baru setelah setengah hari keletihan, tapi waktupun habis untuk makan siang. dan sesaat untuk melaksanakan shalat.
Terasa jenuh dan sesaat berhenti, segera tanganku bergerak untuk membeli cemilan dan minuman agar tidak ngantuk. Aku lupa kalau al-quran yang ada disampingku siap menemaniku sepanjang hari agar aku tidak ngantuk, agar selalu ada tambahan poin pahala disela-sela kejenuhanku.
Kini aku bersiap-siap untuk pulang setelah seharian sibuk di kampus, terbayang dipikiranku saat pulang langsung istirahat. Aku lupa bersyukur kepada-Mu yang dengan cinta-Mu telah menghantarkanku bisa menjalani hidup satu hari dengan karya pikiran, tenaga dan waktu serta kesehatan yang telah Engkau karuniakan kepadaku.
Saat magrib tiba, pikiranku juga fokus pada frame time acara di televisi dengan segudang tayangan menarik, remote controlpun masih lengket ditelapak tangan seakan tidak mau lepas, padahal waktu kecil dulu, saat magrib aku selalu diajari untuk akrab dengan al-quran hingga datang waktu isya.
Malam mulai menyapa dan mata terasa lelah dan jenuh, terbayang empuknya kasur dan nyamannya ruangan ber-ac. Akupun membaringkan jasad lunglai ini diatas kasur dan lupa kalau Engkau telah memberikan segalanya untukku hari ini. Aku lupa bahwa engkau begitu cinta kepadaku hingga begitu besar perhatian-Mu kepadaku dan menginginkan aku sukses hari ini, sukses dunia kini telah ku raih, tapi bagaimana dengan akhiratku?
Dikeheningan malam, semua pikiran aku kumpulkan, semua yang aku miliki aku hitung, harta, keluarga, temani adalah buah cinta-Mu kepadaku, begitu tulus cinta-Mu hingga semua yang aku inginkan Engkau penuhi. Cinta yang terungkap lewat perhatian dan kenikmatan yang tak terhingga telah engkau buktikan, apa lagi yang kurang dari-Mu, tidak ada, tidak satupun yang kurang. Yang kurang adalah diri ini dengan segala kealpaan, sikap acuh dan terkadang angkuh, prilaku cuek dan tidak peduli, merasa cukup dan tidak tau balas budi, merasa terhormat dan kurang menghormati, seakan diri ini kekal dan abadi, lupa akan akhir dari kehidupan yang nisbi, lalai akan sang Pencipta yang maha sempurna ciptaan-Nya, maha mencintai yang tidak pernah pilih kasih, lupa akan kalau ending dari kehidupan adalah ajal yang terus mengintai setiap second, detik, setiap menit setiap jam dan seterusnya.
Ya Robbi..
yang maha mencintai, ampuni diri ini dengan segala kepongahan dan kedunguan, ampuni diri ini yang telah jauh dari cinta-Mu, kini telah tersadarkan akan segala kelembutan cinta-Mu, tak ada yang kuharap selain mengalirnya cinta-Mu kepadaku hingga aku bisa mencinta-Mu dengan segala yang aku mliki, harta, jabatan, kecerdasan, waktu, pikiran, keluargai dan masih banyak dari nikmat-Mu yang belum aku sadari. Aku ingin menjadi hamba yang bisa mencintai sebagimana yang telah engkau ajarkan kepada ku, aku ingin belajar menumbuhkan cinta dalam jiwaku yang telah diselimuti oleh cinta-Mu.
Terimalah cintaku yang akan aku buktikan dengan sujud tulus dan ruku ikhlas, airmata kerinduan akan ampunan-Mu, tangan yang menengadah penuh harap dan asa, terimalah surat cintaku lewat alunan ayat-ayat-Mu yang penuh makna, bimbinglah aku untuk selalu mengikuti prilaku rosul-Mu, semua aku lakukan sebagai pengabdian dari sisa waktuku yang entah tersisa berapa lama lagi.
Aku tidak ingin meninggalkan hidup ini tanpa cinta-Mu, tanpa ampunan-Mu, tanpa kasih sayang-Mu.
Sebagaimana firman-Mu ” Katakanlah: "jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik (QS. Attaubah : 24)
KATA HIKMAH Hari ini adalah salah satu milik Allah. Akankah milikNya ini akan kita kotori dengan perbuatan buruk ? pantaskah kita meminjamnya dengan salah ? (Kholid Bin Walid)

*diambil dari blog seseorang, tp lupa lagi..
semoga beliau yang menulis ini slalu ada dalam cinta-Nya, amiinn..
^^
Langganan:
Postingan (Atom)


